Oct 13, 2026
Hukum

Carlos Pena Terus Evaluasi Persita Usai Dua Imbang di Empat Laga

Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, mengaku belum puas dengan performa timnya meski sudah menjalani empat pertandingan awal musim. Menurutnya, setiap l

Carlos Pena Terus Evaluasi Persita Usai Dua Imbang di Empat Laga

Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, mengaku belum puas dengan performa timnya meski sudah menjalani empat pertandingan awal musim. Menurutnya, setiap laga menghadirkan situasi yang berbeda, sehingga evaluasi harus terus dilakukan usai pertandingan demi pertandingan.

Pendekar Cisadane mengumpulkan delapan poin dari empat laga: dua kemenangan tipis di kandang dan dua hasil imbang saat bertandang. Kombinasi hasil itu membuat Pena menilai proses pembenahan timnya masih jauh dari kata selesai.

Empat Laga, Empat Situasi Berbeda

  1. PSIM Yogyakarta (tandang) — Persita unggul lebih dulu 1-0, tetapi harus puas pulang dengan skor 1-1. Pena menyebut timnya punya peluang emas untuk menambah gol kedua.
  2. Java United FC (kandang) — Persita menang tipis dan meraih tiga poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
  3. Garudayaksa FC (kandang) — Kemenangan tipis kembali diraih, menandakan lini serang masih belum benar-benar tajam.
  4. PSM Makassar (tandang) — Persita sempat memimpin, namun gagal menjaga keunggulan dan laga berakhir 2-2.

Beda Imbang di Yogyakarta dan Makassar

Bagi Pena, dua hasil imbang itu tidak bisa dipukul rata. Saat melawan PSIM, Persita sebenarnya memegang kendali dan punya kesempatan besar menggandakan keunggulan. Sementara ketika menghadapi PSM Makassar, ceritanya berjalan sebaliknya.

"Saat di Yogyakarta, kami bermain imbang setelah sempat unggul 1-0. Kami benar-benar memiliki peluang bagus, tetapi gagal mempertahankan keunggulan tersebut," kata Pena, dikutip dari I.League, Senin, 12 Oktober.

"Saat melawan PSM, situasinya sangat berbeda karena kami tidak memiliki peluang emas. Menurut saya, hasil imbang itu tidak adil karena kami layak menang."

Pernyataan itu menyiratkan satu benang merah: Persita masih rentan kehilangan momentum ketika sudah berada di posisi menguntungkan. Permasalahan klasik sebuah tim yang tengah membangun, yakni ketenangan di menit-menit krusial.

Rekap Hasil Empat Laga Persita

LagaLawanVenueHasil
1PSIM YogyakartaTandangImbang 1-1
2Java United FCKandangMenang
3Garudayaksa FCKandangMenang
4PSM MakassarTandangImbang 2-2

Dari tabel tersebut terlihat pola yang cukup jelas: Persita cukup solid di kandang, tetapi belum mampu mengubah dominasi menjadi kemenangan saat bermain di luar. Dua laga tandang, dua kali gagal mengunci kemenangan meski sempat memimpin.

Evaluasi Berlanjut, Pekerjaan Rumah Masih Menumpuk

Pena menegaskan evaluasi tidak akan berhenti hanya karena timnya belum menelan kekalahan. Menurutnya, hasil beragam di empat laga awal justru memberi gambaran lebih jujur soal kekuatan skuadnya saat ini.

Ia menilai konsistensi menjaga keunggulan menjadi prioritas utama. Persita perlu lebih disiplin menutup ruang, lebih sabar mengontrol tempo, dan lebih efisien memanfaatkan peluang yang ada. Tanpa itu, hasil imbang yang berbau kekecewaan seperti melawan PSM berpotensi terulang di laga-laga berikutnya.

Kepada publik Tangerang, pesannya sederhana: proses masih panjang. Empat laga belum cukup untuk menyimpulkan apa pun, tetapi cukup untuk menunjukkan di mana titik lemah yang harus segera diperbaiki.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User