Afif Nurhidayat: Profil dan Kinerja Bupati Wonosobo

Afif Nurhidayat: Profil dan Kinerja Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menjabat sebagai Bupati Wonosobo sejak 26 Februari 2021, setelah memenangkan Pilkada 2020 bersama pasangannya, Muhammad Albar. Diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI

Jul 12, 2026 - 03:01
0 0
Afif Nurhidayat: Profil dan Kinerja Bupati Wonosobo

Afif Nurhidayat: Profil dan Kinerja Bupati Wonosobo

Afif Nurhidayat menjabat sebagai Bupati Wonosobo sejak 26 Februari 2021, setelah memenangkan Pilkada 2020 bersama pasangannya, Muhammad Albar. Diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), ia melanjutkan estafet kepemimpinan di daerah yang dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan” ini. Sebelumnya, Afif mendampingi bupati sebelumnya, Eko Purnomo, sebagai Wakil Bupati periode 2015–2020, sehingga kiprahnya di pemerintahan kabupaten telah teruji selama satu dasawarsa terakhir.

Profil dan Latar Belakang

Afif lahir di Wonosobo pada 19 Mei 1973. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya, lalu melanjutkan ke Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro Semarang dan meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada. Karier politiknya dimulai sebagai anggota DPRD Wonosobo pada periode 2009–2014 dari PDI-P, di mana ia banyak terlibat di komisi pembangunan. Rekam jejaknya yang kuat di bidang infrastruktur menjadi bekal saat dipercaya menjadi Wakil Bupati pada 2015. Selama lima tahun mendampingi Eko Purnomo, Afif menangani langsung sejumlah proyek strategis, seperti pengembangan Kawasan Dieng dan pembangunan jalan lingkar kota, sehingga modal politik dan teknokratisnya terus menguat. Pada Pilkada 2020, ia maju sebagai calon bupati dan meraih 52,4% suara.

Program Unggulan dan Kinerja

Pemerintahan Afif Nurhidayat mengedepankan tiga pilar utama: pengentasan kemiskinan, transformasi digital, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Program “Wonosobo Mantep” (Mandiri, Tangguh, dan Peduli) menjadi payung dari berbagai inisiatif pembangunan. Di bidang infrastruktur, per 2023 tercatat lebih dari 147 kilometer jalan kabupaten telah diperbaiki atau dibangun baru dengan total anggaran Rp312 miliar, termasuk jalur penghubung ke desa-desa terpencil di Kecamatan Kaliwiro dan Kepil yang sebelumnya hanya bisa diakses lewat jalan tanah. Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten meningkat dari 68,72 pada 2020 menjadi 70,11 pada 2023, salah satunya ditopang oleh program beasiswa “Wonosobo Pintar” yang pada 2024 menyasar 3.200 mahasiswa dan pelajar melalui dana APBD sebesar Rp8,5 miliar.

Digitalisasi menjadi sorotan lewat peluncuran “Wonosobo Smart Regency” pada awal 2023. Layanan administrasi kependudukan, perizinan, dan aduan masyarakat kini terintegrasi dalam satu aplikasi yang telah diunduh oleh 37.000 pengguna hingga akhir 2024. Langkah ini mempercepat proses layanan publik; waktu penerbitan KTP elektronik, misalnya, yang semula rata-rata 14 hari kini turun menjadi tiga hari kerja. Di sektor pariwisata, kawasan Dieng terus dipoles. Data Dinas Pariwisata menunjukkan kunjungan wisatawan meningkat dari 1,2 juta pada 2022 menjadi 1,8 juta pada 2024, dengan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp39 miliar atau naik 37% dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh perbaikan akses jalan menuju Dieng, penataan kios pedagang, dan festival budaya tahunan yang kini dikelola lebih profesional.

Tantangan dan Kontroversi

Kinerja Afif tidak lepas dari sejumlah kritik. Meskipun IPM meningkat, angka kemiskinan Wonosobo masih berada di 15,7% pada 2024, salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah. Hal ini memicu pertanyaan tentang efektivitas program pengentasan kemiskinan yang dinilai sebagian kalangan lebih bersifat seremonial. LSM setempat juga mengkritisi proyek pembangunan jalan di kawasan perbukitan Dieng yang dianggap kurang ramah lingkungan, memicu longsor kecil pada musim hujan 2023/2024. Pemerintah kabupaten berdalih telah melakukan studi kelayakan, tetapi desakan untuk moratorium pembangunan di zona rawan bencana terus bergulir. Di sisi lain, penanganan pandemi COVID-19 pada masa awal jabatannya pun sempat menjadi sorotan karena vaksinasi berjalan lambat; baru pada triwulan ketiga 2021 cakupan vaksinasi mencapai 60%. Meski begitu, secara umum stabilitas politik lokal tetap terjaga berkat kolaborasi dengan DPRD yang mayoritas mendukung kebijakan eksekutif. Afif ditantang untuk membuktikan bahwa momentum pertumbuhan pariwisata dan digitalisasi mampu menjawab persoalan struktural kemiskinan yang telah lama membelit Wonosobo.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User