Brasil Singkirkan Norwegia, Kiprah Haaland Berakhir di 16 Besar
EAST RUTHERFORD — Langkah Norwegia di Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti. Tim asuhan Ståle Solbakken takluk dari Brasil pada babak 16 besar yang digelar di
EAST RUTHERFORD — Langkah Norwegia di Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti. Tim asuhan Ståle Solbakken takluk dari Brasil pada babak 16 besar yang digelar di Stadion New York/New Jersey, Senin malam (6/7/2026). Kekalahan ini memupuskan mimpi Erling Haaland dan rekan-rekannya untuk melaju lebih jauh, setelah sebelumnya mereka tampil meyakinkan di fase grup.
Kepedihan tersirat dari sorot mata Vinicius Junior yang justru berjalan keluar lapangan dengan raut lelah bercampur lega. Penyerang andalan Brasil itu menjadi aktor utama di balik kemenangan timnya. Seth Wenig dari Associated Press mengabadikan momen sang bintang Real Madrid itu meninggalkan lapangan setelah peluit panjang—sebuah kontras emosi: di satu sisi kekecewaan mendalam Norwegia, di sisi lain determinasi Brasil yang terus berburu gelar juara dunia ketujuh.
Sang Viking Menyerah di Tangan Samba
Duel yang digelar di East Rutherford ini mempertemukan dua tim dengan filosofi berbeda. Norwegia mengandalkan kekuatan fisik serta duet maut Haaland dan Alexander Sorloth, sementara Brasil menyuguhkan permainan atraktif khas mereka. Sayangnya, ketangguhan palang pintu Brasil di bawah komando Éder Militão dan Marquinhos sukses meredam setiap ancaman. Beberapa kali Haaland berhasil melepaskan tembakan, namun refleks kiper Alisson Becker menggagalkan peluang emas.
Di sisi lain, Brasil yang diperkuat Vinicius Junior, Rodrygo, dan Endrick terus menekan sejak menit awal. Gol pertama datang di menit ke-28 lewat aksi solo Vinicius yang menusuk dari sayap kiri sebelum melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau Ørjan Nyland. Unggul satu gol membuat permainan Brasil kian hidup. Norwegia coba menyamakan di babak kedua, tapi justru Brasil menggandakan keunggulan melalui sundulan Richarlison memanfaatkan umpan sepak pojok.
"Kami tahu betapa berbahayanya Haaland. Dia pemain hebat, tapi malam ini kami berhasil mematikan suplai bolanya," ujar Vinicius Junior seusai laga.
Kenangan Indah Fase Grup
Kiprah Norwegia di Piala Dunia 2026 sejatinya dimulai dengan sangat menjanjikan. Pada laga Grup I melawan Senegal, 23 Juni lalu di stadion yang sama, publik menyaksikan keganasan lini depan Norwegia. Foto jepretan Angela Weiss dari AFP memperlihatkan selebrasi penuh emosi Erling Haaland dan Alexander Sorloth saat Haaland mencetak gol keduanya. Momen itu menjadi simbol betapa Norwegia siap diperhitungkan di kancah global.
Haaland, yang mengenakan nomor punggung 09, tampil trengginas di laga itu. Gol pertama diciptakannya melalui titik putih setelah ia dilanggar di kotak penalti. Gol kedua hadir berkat kerja sama apik dengan Sorloth, di mana umpan tarik berhasil diselesaikan dengan tap-in mudah oleh mesin gol Manchester City tersebut. Selebrasi keduanya—dengan Haaland memeluk erat Sorloth—mengingatkan banyak orang pada duet legendaris Norwegia era 1990-an, Tore André Flo dan Ole Gunnar Solskjær.
Norwegia mengakhiri fase grup di peringkat kedua, cukup untuk membawa mereka ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun, hasil undian mempertemukan mereka dengan raksasa Brasil yang sejak awal diunggulkan sebagai salah satu kandidat juara.
Realitas yang Berbeda
Jarak antara fase grup dan 16 besar hanya berselang dua pekan, tetapi atmosfer yang dirasakan Norwegia sungguh bertolak belakang. Jika malam melawan Senegal diwarnai senyum lebar dan tawa bangga, maka malam melawan Brasil justru jadi sesi perpisahan bagi para pendukung yang memadati stadion. Ribuan suporter yang sebelumnya mengibarkan bendera Norwegia dengan penuh harapan, terpaksa menyaksikan Vinicius Junior dan kolega menjadi mimpi buruk di lapangan hijau.
Yang sudah terjadi menunjukkan bahwa meskipun Norwegia memiliki dua striker tajam, kedalaman skuad serta pengalaman di laga krusial masih menjadi pekerjaan rumah. Brasil yang sudah terbiasa dengan tensi tinggi pertandingan sistem gugur mampu mengontrol ritme dan mereduksi agresivitas Norwegia. Pelatih Ståle Solbakken tidak menampik bahwa timnya telah memberikan segalanya.
"Para pemain sudah berusaha maksimal. Mengalahkan Brasil di Piala Dunia membutuhkan lebih dari sekadar bakat individu. Namun, kami akan belajar dari pengalaman ini dan menjadi lebih kuat," ungkap Solbakken.
Kegagalan ini juga memunculkan pertanyaan soal masa depan Haaland di kompetisi internasional. Striker berusia 25 tahun itu hanya bisa mengukir dua gol selama turnamen dan belum mampu membawa timnya menembus perempat final. Meski demikian, ia tetap menjadi ikon sepak bola Norwegia paling bersinar dan diharapkan memimpin tim di kualifikasi mendatang.
Sementara itu, Brasil terus melaju. Vinicius Junior yang menjadi man of the match menegaskan ambisi timnya untuk tidak hanya berhenti di delapan besar. "Kami menghormati Norwegia, tetapi kami datang untuk menjadi juara," ucapnya singkat sebelum meninggalkan area wawancara.
Kontras dua potret yang diabadikan oleh Angela Weiss dan Seth Wenig ini seolah merangkum kisah satu turnamen: kegembiraan dan perayaan di satu malam, serta keheningan dan kehampaan di malam berikutnya. Bagi Norwegia, perjalanan berakhir. Bagi Brasil, jalan masih terbentang.
[SOCIAL_TWEET]: Kiprah impresif Erling Haaland dan Norwegia di Piala Dunia 2026 akhirnya kandas oleh Brasil. Vinicius Junior jadi pembeda di 16 besar. Mampukah Brasil lanjut hingga juara? #PialaDunia2026 #BrasilvsNorwegia #Haaland [SOCIAL_TG]: 🇧🇷⚽ Brasil singkirkan Norwegia di 16 besar! Vinicius Junior beraksi, Haaland cuma bisa gigit jari. Dari selebrasi gol ke gawang Senegal sampai langkah gontai keluar lapangan... 🔚 #Pildun2026
Comments (0)