Jakarta, Beritaseputar.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong penguatan pedagang kaki lima (PKL) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendampingan serta kemudahan memenuhi persyaratan usaha. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi rakyat dan meningkatkan daya saing produk nasional di tengah target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BPOM, Taruna Ikrar, saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pedagang Kaki Lima dan Pasar Rakyat (APKLI-P) di Jakarta, Selasa (25/8/2026). Kehadirannya didorong aspirasi untuk memperkuat peran PKL dan UMKM dalam mendukung perekonomian nasional.
Gerakan Pasar Rakyat untuk Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Munas VI APKLI-P mengusung tema "Gerakan Pasar Rakyat, Revitalisasi dan Integrasi PKL-UMKM Mengawal Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen". Taruna menilai pasar rakyat, PKL, dan UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja bagi jutaan warga. Ia menegaskan penguatan sektor ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pedagang, tetapi juga pada ketahanan ekonomi nasional.
"Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM, di Indonesia terdapat 17.453 pasar pada 2024 dan 30,19 juta UMKM pada tahun 2025," ujar Taruna Ikrar di sela Munas VI APKLI-P, Selasa, 25 Agustus 2026.
Data Kunci: 17.453 Pasar dan 30,19 Juta UMKM
Angka yang dipaparkan Kepala BPOM memperlihatkan besarnya kekuatan ekonomi kerakyatan Indonesia. Jumlah 17.453 pasar yang tercatat pada 2024 dan 30,19 juta UMKM pada 2025 menjadi modal besar untuk mengawal target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen. Ribuan pasar tersebut tersebar dari perkotaan hingga pelosok daerah dan menjadi simpul aktivitas ekonomi harian masyarakat.
| Indikator | Jumlah | Tahun | Sumber |
|---|---|---|---|
| Pasar di Indonesia | 17.453 | 2024 | Kementerian Perdagangan |
| UMKM di Indonesia | 30,19 juta | 2025 | Kementerian UMKM |
| Target pertumbuhan ekonomi nasional | 8 persen | — | Program pemerintah |
Perbandingan data di atas menunjukkan bahwa sektor pasar rakyat dan UMKM menyerap sebagian besar tenaga kerja nasional. Dengan integrasi yang baik antara PKL dan UMKM, rantai pasok produk lokal dapat berjalan lebih efisien, mulai dari produksi hingga pemasaran di pasar rakyat.
Kronologi Penguatan PKL dan UMKM oleh BPOM
- Pemerintah mencanangkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang menuntut keterlibatan seluruh sektor, termasuk ekonomi kerakyatan.
- APKLI-P menggelar Munas VI di Jakarta dengan tema "Gerakan Pasar Rakyat, Revitalisasi dan Integrasi PKL-UMKM Mengawal Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen".
- Kepala BPOM Taruna Ikrar hadir dalam Munas VI APKLI-P pada Selasa, 25 Agustus 2026, dan memaparkan data 17.453 pasar serta 30,19 juta UMKM.
- BPOM menyatakan komitmennya memberikan pendampingan dan kemudahan memenuhi persyaratan usaha bagi PKL dan UMKM.
BPOM Bukan Hanya Pengawas, tetapi Fasilitator Usaha
Taruna Ikrar menegaskan, BPOM tidak hanya menjalankan fungsi perlindungan kesehatan masyarakat melalui pengawasan produk yang beredar. Lembaga pengawas obat dan makanan ini juga memfasilitasi kemudahan serta praktik berusaha yang adil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pendampingan yang dijanjikan BPOM dinilai penting bagi pelaku UMKM, terutama dalam memenuhi persyaratan keamanan produk sebelum beredar di pasar. Dengan pendampingan yang intensif, pelaku usaha kecil tidak lagi terbebani prosedur yang rumit, tetapi justru mendapat bimbingan agar produknya layak edar dan mampu bersaing dengan produk impor.
Analisis: Jalan Panjang Menuju Ekonomi Rakyat yang Kuat
Langkah BPOM ini menjadi angin segar bagi jutaan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang selama ini kerap menghadapi kendala perizinan dan persyaratan teknis. Revitalisasi pasar rakyat yang diusung dalam Munas VI APKLI-P sejalan dengan upaya pemerintah mengintegrasikan PKL-UMKM ke dalam rantai ekonomi formal tanpa menghilangkan karakter ekonomi kerakyatan.
Penguatan pasar rakyat tidak cukup hanya dengan perbaikan fisik, tetapi harus diiringi kemudahan berusaha dan pendampingan berkelanjutan agar produk lokal naik kelas.
Ke depan, kerja sama antara BPOM, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, dan asosiasi seperti APKLI-P diharapkan terus diperkuat. Dengan sinergi tersebut, target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar angka, melainkan bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pedagang kecil di pasar-pasar rakyat di seluruh Indonesia.
Comments (0)