Aug 28, 2026
Hukum

California — RUU Larang Agen Imigrasi Gunakan Sarung Tangan Kejut

Suasana gedung parlemen negara bagian California di Sacramento kembali memanas. Perdebatan kebijakan imigrasi memasuki babak baru setelah Assembly Bill 276

California — RUU Larang Agen Imigrasi Gunakan Sarung Tangan Kejut

Suasana gedung parlemen negara bagian California di Sacramento kembali memanas. Perdebatan kebijakan imigrasi memasuki babak baru setelah Assembly Bill 2760, rancangan undang-undang yang diajukan anggota Majelis Negara Bagian California, secara resmi menargetkan sarung tangan kejut atau shock gloves milik agen federal. RUU ini secara eksplisit meminta pelarangan penggunaan alat tersebut oleh petugas Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) yang bertugas di wilayah California.

Bagi warga California, RUU ini bukan sekadar dokumen prosedural biasa. AB 2760 merupakan upaya nyata pertama di tingkat negara bagian untuk membatasi peralatan yang boleh dibawa aparat federal ke dalam wilayahnya, sebuah langkah yang dinilai kelompok pembela hak imigran sebagai terobosan besar dalam mengawasi tindakan DHS dan ICE. Namun di sisi lain, langkah ini juga membuka pertanyaan hukum yang pelik: sejauh mana sebuah negara bagian berwenang mengatur peralatan yang digunakan petugas federal?

Apa Itu Sarung Tangan Kejut dan Mengapa Dipermasalahkan?

Sarung tangan kejut bukanlah peralatan standar yang biasa dipakai polisi lokal. Perangkat ini dirancang untuk menyalurkan sengatan listrik kepada seseorang pada saat petugas menyentuh tubuhnya. Berbeda dengan senjata kejut jenis taser yang melontarkan dua elektroda dari jarak jauh, sarung tangan kejut bekerja lewat kontak langsung, sehingga jejak penggunaannya hampir tidak terlihat oleh orang lain.

Karakteristik inilah yang membuat alat tersebut menuai kecaman luas. Sengatan listrik dapat datang tanpa peringatan, dan sulit bagi pihak ketiga, termasuk pengacara serta keluarga korban, untuk mendokumentasikan kapan dan di mana alat itu digunakan. Dalam operasi penangkapan dan pemeriksaan imigrasi yang kerap berlangsung dalam suasana tegang, keberadaan sarung tangan kejut dinilai memperbesar risiko penyiksaan dan pelanggaran hak asasi manusia.

"Kita tidak boleh membiarkan alat yang dirancang untuk menyakiti digunakan secara diam-diam di tengah masyarakat kita. Kalau petugas federal boleh memakai sarung tangan kejut hari ini, apa yang akan mereka bawa besok?" demikian pernyataan salah satu pendukung RUU dalam rapat komite.

Babak Baru Perseteruan California dan Washington

Langkah California sebenarnya bukan hal yang asing. Negara bagian di Pantai Barat itu memiliki sejarah panjang berseteru dengan pemerintah federal dalam urusan imigrasi. Mulai dari kebijakan kota suaka, larangan kerja sama polisi lokal dengan ICE, hingga penolakan terhadap perluasan patroli perbatasan, Sacramento kerap mengambil sikap yang berseberangan dengan Washington.

AB 2760 menjadi babak terbaru dari perseteruan tersebut. Dengan melarang satu jenis peralatan tertentu, California tidak hanya menyampaikan pesan politik, tetapi juga mencoba membangun pagar hukum yang lebih konkret. Namun pertanyaan hukum yang mengemuka adalah apakah negara bagian memiliki kewenangan untuk mengatur perlengkapan yang dibawa agen federal ke dalam yurisdiksinya.

Di sisi lain, para penentang RUU menilai kebijakan ini melampaui kewenangan negara bagian. Penegakan hukum imigrasi, menurut mereka, merupakan domain eksklusif pemerintah federal, dan campur tangan negara bagian hanya akan mempersulit kerja agen di lapangan yang setiap hari berhadapan dengan situasi berisiko tinggi.

"Daripada melarang peralatan, seharusnya fokus pada pelatihan dan pengawasan yang lebih ketat. Membatasi alat justru membahayakan petugas yang bertugas menegakkan hukum imigrasi di lapangan," kata seorang pengamat kebijakan yang menolak RUU.

Nasib RUU di Tengah Tekanan Politik

Hingga berita ini ditulis, AB 2760 masih berproses di Komite Peradilan Majelis California. Apabila lolos dari komite, RUU akan diajukan ke voting paripurna, kemudian diteruskan ke Senat negara bagian. Jika disetujui kedua kamar, naskah akhir akan berada di meja Gubernur California untuk ditandatangani menjadi undang-undang atau diveto.

Kelompok pembela hak imigran menyambut perkembangan ini dengan penuh harapan. Bagi mereka, larangan sarung tangan kejut adalah simbol perlawanan terhadap kekerasan institusional yang selama ini menimpa komunitas imigran, khususnya warga keturunan Latino dan Asia yang menjadi target utama operasi ICE di California.

California adalah rumah bagi sekitar sepuluh juta penduduk kelahiran asing, menjadikannya negara bagian dengan populasi imigran terbesar di Amerika Serikat. Fakta tersebut menjelaskan mengapa isu peralatan kekerasan yang digunakan agen imigrasi selalu menjadi bahan bakar politik yang panas di Sacramento, dan mengapa pengajuan AB 2760 langsung menjadi sorotan media nasional.

Terlepas dari hasil akhir pembahasan nanti, pengajuan RUU ini telah membuka diskusi nasional mengenai jenis kekuatan yang seharusnya dimiliki agen federal di wilayah negara bagian. Apakah California akan menjadi pionir dalam membatasi peralatan aparat federal, atau justru kalah dalam pertarungan hukum melawan pemerintah pusat, hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, sarung tangan kejut kini resmi menjadi bagian dari perdebatan besar hak asasi manusia di Amerika Serikat.

Berikut tiga pertanyaan yang paling sering diajukan terkait RUU ini:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User