Sep 20, 2026
Jawa Barat

BOGOR — Kebakaran TPA Galuga Masuk Hari Ketiga, Puluhan Petugas Diterjunkan

Sudah tiga hari berlalu, namun asap tebal dan kobaran api masih tampak membubung tinggi dari area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang berlokasi di Ke

BOGOR — Kebakaran TPA Galuga Masuk Hari Ketiga, Puluhan Petugas Diterjunkan

Sudah tiga hari berlalu, namun asap tebal dan kobaran api masih tampak membubung tinggi dari area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang berlokasi di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Kebakaran hebat yang melanda tumpukan sampah raksasa ini memaksa puluhan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Kota maupun Kabupaten Bogor terus berjibaku di lapangan tanpa kenal lelah.

Kondisi di lokasi kejadian hingga kini masih sangat kritis. Api tidak hanya membakar permukaan atas tumpukan sampah, tetapi juga merambat hingga ke lapisan paling dalam. Hal ini membuat proses pemadaman berlangsung sangat rumit dan membutuhkan strategi penanganan khusus agar titik api sub-permukaan bisa benar-benar dipadamkan secara total.

Kronologi Penanganan Kebakaran TPA Galuga

Proses pemadaman yang memakan waktu berhari-hari ini melibatkan kerja sama intensif dari berbagai pihak. Berikut adalah urutan kronologis kejadian dan penanganan di TPA Galuga:

  1. Hari Pertama: Kemunculan titik api pertama kali terdeteksi di salah satu zona tumpukan sampah yang mengering. Angin kencang dengan cepat memicu kobaran api meluas ke area sekitarnya, memicu respons darurat dari armada pemadam kebakaran setempat.
  2. Hari Kedua: Kebakaran merambat lebih dalam ke lapisan bawah tumpukan sampah. Kepulan asap hitam pekat mulai menyelimuti permukiman warga sekitar, sehingga puluhan personel tambahan dan unit tangki air dikerahkan ke lokasi.
  3. Hari Ketiga: Pemadaman berlanjut dengan mengombinasikan penyemprotan air presisi tinggi dan pengerahan alat berat untuk membongkar tumpukan sampah guna menjangkau bara api yang terperangkap di kedalaman.

Analisis Risiko dan Kendala Utama Pemadaman

Mengapa pemadaman di Tempat Pembuangan Akhir sangat sulit dilakukan? Penjelasan teknisnya terletak pada akumulasi gas metan (CH4) yang terperangkap di bawah gunungan sampah. Menurut pakar lingkungan dari konsorsium pengolahan sampah, gas metan hasil pembusukan sampah organik berfungsi sebagai bahan bakar alami yang terus menyalakan api dari dalam, meskipun bagian permukaan atas sudah disiram air.

Selain ancaman kobaran api, bahaya laten yang kini mengintai warga sekitar Bogor adalah risiko gangguan pernapasan akibat asap beracun. Data menunjukkan bahwa kombinasi cuaca panas terik dan angin kencang berpotensi memperluas paparan partikel berbahaya hingga ke wilayah kecamatan tetangga.

Parameter Operasional Hari Ke-1 Hari Ke-2 Hari Ke-3
Personel Terlibat 15 Orang 35 Orang 50+ Orang
Unit Mobil Damkar 4 Unit 8 Unit 12 Unit
Alat Berat (Ekskavator) 1 Unit 2 Unit 4 Unit
Estimasi Luas Terdampak 0,5 Hektar 1,8 Hektar > 2,5 Hektar
"Tantangan terberat kami adalah memadamkan deep-seated fire atau api yang tertimbun di perut tumpukan sampah. Tanpa pembongkaran menggunakan alat berat, air yang kami semprotkan dari atas hanya menjadi uap tanpa menyentuh sumber panas utama," ungkap petugas lapangan Damkar Bogor di lokasi kejadian.

Mitigasi Dampak Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

Untuk menekan kerugian dan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar, langkah-langkah darurat mulai direalisasikan oleh pihak berwenang bersama komite tanggap bencana daerah. Beberapa prioritas utama yang sedang dijalankan meliputi:

  • Pembagian Masker Standar N95: Distribusi masker secara gratis dilakukan untuk meminimalisasi risiko Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi warga di zona terdampak.
  • Posko Kesehatan 24 Jam: Pembukaan fasilitas pelayanan medis darurat di sekitar area permukiman terdekat dari TPA Galuga.
  • Pengalihan Rute Truk Sampah: Pengaturan sirkulasi pembuangan sampah harian ke zona aman yang tidak terdampak kebakaran guna menjaga ritme kebersihan kota.
  • Penyiraman Berkelanjutan (Cooling Process): Pemantauan suhu berkala untuk memastikan tidak ada titik panas sisa yang berpotensi memicu ledakan gas metan susulan.

Peristiwa kebakaran TPA Galuga ini menjadi alarm keras bagi sistem pengelolaan sampah di wilayah Jabodetabek. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen gas metan dan sistem tanggap darurat di TPA terbuka (open dumping) sangat mendesak dilakukan agar bencana serupa tidak terus berulang di masa depan.

Kebakaran di TPA Galuga belum sepenuhnya padam hingga hari ketiga. Tim gabungan mengerahkan puluhan personel dan alat berat untuk menjangkau titik api di kedalaman tumpukan sampah. Baca ulasan dan analisis lengkapnya hanya di Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User