Sep 18, 2026
Aceh

Basarnas Perluas Pencarian Turis Malaysia yang Hilang di Sabang

Upaya pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia yang dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas menyelam di perairan Sabang, Provin

Basarnas Perluas Pencarian Turis Malaysia yang Hilang di Sabang

Upaya pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia yang dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas menyelam di perairan Sabang, Provinsi Aceh, terus diintensifkan. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh mengerahkan armada tambahan dan membagi personel ke dalam empat tim taktis guna menyisir wilayah perairan Pulau Weh yang dikenal memiliki arus bawah laut cukup dinamis.

Korban diketahui bernama Ho Wee Han, wisatawan asal Malaysia yang sedang menikmati keindahan bawah laut Sabang bersama rombongan sebelum dinyatakan hilang kontak dari pemantauan pemandu selam.

Kronologi Hilangnya Penyelam di Perairan Sabang

Aktivitas menyelam yang semula berjalan lancar mendadak berubah menjadi operasi penyelamatan darurat ketika korban tidak kunjung naik ke permukaan setelah batas waktu penyelaman selesai. Berikut adalah rentetan kejadian awal hilangnya wisatawan tersebut:

  1. Sesi Penyelaman Dimulai: Korban bersama grup penyelam memulai agenda eksplorasi di salah satu titik selam unggulan di kawasan perairan Sabang.
  2. Terpisah dari Rombongan: Pada kedalaman tertentu, korban diduga terbawa arus bawah laut yang menguat secara tiba-tiba dan terpisah dari formasi kelompok.
  3. Laporan Masuk ke Basarnas: Pihak pengelola trip dan pemandu yang menyadari hilangnya korban langsung berupaya mencari di sekitar lokasi sebelum akhirnya melaporkan situasi darurat ke pos SAR terdekat.
"Kami langsung menggerakkan armada SAR air sesaat setelah menerima laporan resmi mengenai hilangnya korban. Fokus utama kami adalah menyisir titik koordinat terakhir terlihat hingga area potensi hanyutan arus laut," ujar perwakilan Basarnas Banda Aceh.

Penyisiran Dibagi Menjadi Empat Sektor Utama

Mengingat luasnya area laut dan pergerakan arus Selat Malaka yang kuat di sekitar Sabang, Basarnas membagi operasi pencarian menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) independen. Pembagian ini dilakukan untuk memaksimalkan efektivitas pencarian baik di permukaan maupun di bawah air.

  • SRU 1 (Penyisiran Permukaan Laut): Menggunakan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir area permukaan air dalam radius beberapa mil laut dari titik awal hilangnya korban.
  • SRU 2 (Pencarian Bawah Air): Menerjunkan tim penyelam khusus yang dilengkapi peralatan sonar untuk memeriksa palung dan terumbu karang di titik koordinat kritis.
  • SRU 3 (Pesisir Pantai): Melakukan pemantauan visual di sepanjang garis pantai pulau-pulau kecil terdekat, mengantisipasi kemungkinan korban terdampar.
  • SRU 4 (Koordinasi Maritim): Berkomunikasi intensif dengan kapal-kapal niaga serta armada nelayan lokal yang melintasi jalur pelayaran internasional di perairan Aceh.

Tantangan Arus Bawah Laut dan Koordinasi Panglima Laot

Perairan Sabang memang terkenal dengan panorama bawah laut kelas dunia, namun karakteristik arus lautnya menuntut kehati-hatian tingkat tinggi. Kondisi angin dan dinamika pasang surut air laut menjadi faktor krusial yang mempengaruhi kecepatan tim dalam menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Untuk mempercepat operasi, Basarnas turut menggandeng instansi terkait, mulai dari Polairud, TNI Angkatan Laut, hingga jaringan adat Panglima Laot Sabang. Keterlibatan nelayan tradisional sangat krusial mengingat penguasaan medan laut mereka yang mendalam di sekitar perairan Pulau Weh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User