Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Indonesia-China di Bidang Teknologi Kesehatan

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet mendorong penguatan kolaborasi antara Indonesia dan China, dengan penekanan pada sektor teknologi kesehatan. Ia menilai kerja sama ini harus

Jul 08, 2026 - 19:26
0 1
Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Indonesia-China di Bidang Teknologi Kesehatan

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet mendorong penguatan kolaborasi antara Indonesia dan China, dengan penekanan pada sektor teknologi kesehatan. Ia menilai kerja sama ini harus diarahkan secara strategis agar tidak sekadar menjadikan Indonesia sebagai pasar produk teknologi negara maju, melainkan sebagai sarana percepatan penguasaan inovasi di dalam negeri.

Fokus utama kerja sama yang digariskan meliputi digitalisasi layanan kesehatan, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence, pengembangan telemedicine, serta penguasaan teknologi alat kesehatan mutakhir. Menurut Bamsoet, langkah tersebut krusial untuk mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional dan memperkuat kapasitas riset serta inovasi kesehatan di Indonesia. Hal ini semakin mendesak seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan terjangkau.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi kesehatan negara maju. Kerja sama dengan negara lain harus diarahkan sebagai sarana transfer knowledge, transfer teknologi, dan transfer pengalaman agar tenaga kesehatan, peneliti, perguruan tinggi, serta industri alat kesehatan nasional mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima Beritaseputar.com, Selasa (23/06/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa kolaborasi internasional di bidang kesehatan mesti bersifat resiprokal dan berorientasi pada pembangunan kapasitas lokal. Bamsoet menekankan pentingnya memanfaatkan kemitraan dengan China—yang kini menjadi salah satu pemain utama dalam industri teknologi kesehatan global—untuk membangun fondasi riset dan produksi dalam negeri yang mandiri. Dengan demikian, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu berkontribusi dalam rantai pasok teknologi kesehatan dunia.

Digitalisasi layanan kesehatan, misalnya, dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat di daerah terpencil melalui telemedicine. Sementara itu, adopsi kecerdasan buatan dalam diagnostik medis berpotensi meningkatkan akurasi dan kecepatan penanganan pasien. Penguasaan teknologi alat kesehatan mutakhir juga dipandang sebagai kunci untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan sektor kesehatan nasional dalam jangka panjang.

Dorongan ini muncul di tengah upaya pemerintah yang terus mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk kesehatan. Sinergi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan industri alat kesehatan nasional dinilai menjadi prasyarat agar transfer teknologi dapat berjalan efektif. Laporan Beritaseputar.com mencatat, kolaborasi semacam ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian kemandirian teknologi kesehatan Indonesia di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Komunitas. Reporter cerita komunitas dan tren lokal.

Comments (0)

User