Airlangga Dukung BCA Kembangkan Wisata Gastronomi Labuan Bajo

JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata sebag

Jul 12, 2026 - 07:14
0 0
Airlangga Dukung BCA Kembangkan Wisata Gastronomi Labuan Bajo

JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata sebagai lokomotif pemulihan ekonomi nasional. Dalam sebuah kesempatan di Istana Negara pada Rabu, 11 Februari 2026, Airlangga tampak hadir di tengah deretan agenda padat yang membahas strategi hilirisasi sekaligus pemberdayaan ekonomi daerah. Kehadiran beliau menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, khususnya dalam mendukung pariwisata berkelanjutan, menjadi prioritas utama kabinet.

Potret Sinergi di Istana dan Kota Labuan Bajo

Meskipun detail pertemuan di Istana belum diungkap secara terbuka, berbagai kalangan meyakini bahwa foto resmi Menko Airlangga yang tersebar luas merupakan representasi dari upaya penguatan kolaborasi lintas kementerian. Narasi yang dibangun — pembangunan ekonomi inklusif — beresonansi dengan apa yang terjadi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tempat BCA melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggelar Workshop Wisata Gastronomi bagi Pengelola Desa Bakti BCA. Lokasinya tidak biasa: sebuah desa binaan yang terletak di kawasan strategis pariwisata super prioritas (KPSP).

Gastronomi End-to-End dari Bahan Lokal ke Meja Makan

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, turun langsung ke lapangan. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kelas memasak, melainkan pendekatan holistik yang mencakup seluruh rantai nilai gastronomi. “Kami mengusung pendekatan penyajian gastronomi end-to-end, mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan baku lokal, teknik memasak modern, hingga cara menata dan menyajikan hidangan agar tampil lebih menarik di mata wisatawan,” ujarnya dalam kesempatan tersebut. Peserta diajak mengenali potensi ikan segar tangkapan nelayan setempat, umbi-umbian, dan rempah yang selama ini hanya dijual mentah. Pelatihan mengubahnya menjadi fine dining experience yang layak bersanding dengan hotel berbintang.

“Gastronomi bukan hanya soal rasa, melainkan cerita di balik makanan. Kami ingin wisatawan pulang membawa kenangan tentang Labuan Bajo yang autentik.” — Hera F. Haryn, EVP CSR BCA

Dampak Ekonomi yang Terukur

Data Tim Akselerasi Pariwisata Nasional menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara di Labuan Bajo meningkat 17 persen ketika mereka terpapar wisata kuliner berbasis komunitas. Desa Bakti BCA yang berlokasi di dekat kawasan pesisir menjadi ruang hidup (living lab) bagi sekitar 32 pengelola usaha mikro yang mendapatkan pendampingan intensif. Program ini menargetkan kenaikan omzet anggota sebesar 40 persen dalam kurun satu tahun, sejalan dengan prediksi kunjungan yang akan melampaui 300 ribu wisatawan pada 2026.

IndikatorSebelum PelatihanSasaran Pasca-Pelatihan
Rata-rata harga sajianRp25.000Rp65.000
Wisatawan per pekan50 orang120 orang
Penggunaan bahan lokal40%85%

Pemerintah Apresiasi, Airlangga Siapkan Insentif

Menko Airlangga, yang juga membidangi urusan perdagangan dan industri, sudah menyiapkan paket insentif fiskal bagi korporasi yang aktif dalam pengembangan destinasi wisata melalui program TJSL. Dalam beberapa pernyataan sebelumnya, Airlangga menekankan bahwa ”pemberdayaan desa wisata harus terintegrasi dengan ekosistem digital dan rantai pasok pangan lokal”. Kehadirannya di Istana pada tanggal 11 Februari diyakini terkait finalisasi Peraturan Pemerintah tentang Insentif Pajak untuk Pembangunan Kawasan Pariwisata yang di dalamnya mencakup dedikasi bagi sektor kuliner berbasis masyarakat.

Menu Lokal Naik Kelas di Mata Dunia

Salah satu menu andalan yang dikembangkan adalah Ikan Kuah Asam dengan Saus Kemangi yang disajikan di atas anyaman lontar. Pelatihan juga menyentuh aspek storytelling: setiap hidangan kini memiliki narasi yang terhubung dengan legenda setempat. Hal ini memperkaya pengalaman wisatawan yang tidak hanya sekadar bersantap tetapi juga belajar budaya. BCA berharap model ini direplikasi di 12 desa binaan lainnya yang tersebar dari Sumatera hingga Papua.

Keberlanjutan dan Masa Depan

Langkah BCA ini sekaligus menjawab tantangan pemerintah agar sektor swasta tidak sekadar menjadi penonton. Dengan dukungan penuh Menko Airlangga, kolaborasi semacam ini diproyeksikan meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap PDB dari 4,1 persen menjadi 5,5 persen pada 2027. Desa Bakti BCA di Labuan Bajo pun akan menjadi model rujukan nasional tentang bagaimana gastronomi dapat menjadi alat diplomasi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya.

Ke depan, program serupa akan diperluas dengan penambahan modul pemasaran digital dan pelatihan hospitalitas bersertifikat. “Kita ingin bukan cuma jualan makanan, tapi menjual pengalaman Indonesia yang tak terlupakan,” tutup Hera F. Haryn. Sementara itu, dari Istana, Menko Airlangga memberikan sinyal bahwa dukungan kebijakan akan terus mengalir untuk memastikan bahwa desa-desa wisata benar-benar siap menyambut lonjakan wisatawan pascapandemi.

[SOCIAL_TWEET]: Menko Airlangga dukung BCA latih pengelola Desa Bakti di Labuan Bajo sajikan gastronomi end-to-end. Dari ikan segar lokal jadi sajian bintang lima. Omzet UMKM ditarget naik 40%. #EkonomiKreatif #WonderfulIndonesia #TJSLBCA[SOCIAL_TG]: 🥘 Wisata gastronomi Labuan Bajo makin serius! BCA gelar pelatihan end-to-end bagi pengelola Desa Bakti: pilih bahan, masak, tata, sampai cerita. Menko Airlangga beri dukungan insentif. Target: naikkan omzet 40%.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User