Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

4 Sikap Food Influencer Ini Dianggap Ganggu, Pernah Lihat yang Begini?

Maraknya konten kuliner telah melahirkan banyak kreator yang secara khusus mengulas aneka menu restoran. Kehadiran mereka sejatinya membantu calon pembeli mendapatkan gambaran soal rasa, porsi, hingg

Jul 08, 2026 - 08:50
0 0
4 Sikap Food Influencer Ini Dianggap Ganggu, Pernah Lihat yang Begini?

Maraknya konten kuliner telah melahirkan banyak kreator yang secara khusus mengulas aneka menu restoran. Kehadiran mereka sejatinya membantu calon pembeli mendapatkan gambaran soal rasa, porsi, hingga suasana tempat makan. Informasi yang dibagikan lewat video maupun foto ini kerap menjadi panduan praktis sebelum memutuskan bersantap di suatu tempat.

Sayangnya, di balik manfaat tersebut, tidak sedikit perilaku food influencer yang justru menuai sorotan. Alih-alih sekadar mendokumentasikan makanan, sebagian oknum kerap melakukan tindakan yang dianggap mengganggu kenyamanan pengunjung lain atau bahkan pemilik usaha. Keluhan semacam ini semakin sering muncul di media sosial, menandakan ada batas yang perlu dijaga saat membuat konten di ruang publik.

Terlalu Lama Mengambil Gambar di Tempat Ramai

Demi mendapatkan sudut terbaik, beberapa food influencer rela menghabiskan waktu berjam-jam di satu meja. Mereka memotret hidangan dari berbagai sisi, mengganti pencahayaan, hingga mengulang pengambilan video berkali-kali. Aktivitas ini sering kali menghalangi lalu lintas pengunjung atau membuat meja lain tidak kunjung tersedia, terutama saat jam makan siang. Penataan properti tambahan seperti tripod dan lampu portable juga memperparah kesan bahwa restoran berubah menjadi studio pribadi.

Bersuara Lantang Saat Merekam Ulasan

Gaya penyampaian yang energetik bisa jadi ciri khas, tetapi jika dilakukan dengan volume suara berlebihan di ruang makan yang tenang, hal itu jelas mengusik. Pengunjung yang datang untuk menikmati santapan atau berbincang santai menjadi terganggu oleh komentar lantang soal rasa makanan. Bahkan ada yang sampai berteriak kegirangan di depan kamera tanpa peduli sekitar, menciptakan suasana bising yang tidak bersahabat.

Meminta Perlakuan Istimewa atau Gratisan

Sikap lain yang kerap dikeluhkan adalah kebiasaan meminta makanan tambahan secara cuma-cuma dengan dalih promosi. Sejumlah food influencer menawarkan kerja sama sepihak, lalu memaksa mendapatkan hidangan gratis atau diskon besar tanpa kesepakatan yang jelas. Bila permintaan ditolak, tak jarang mereka memberikan ulasan miring yang merugikan reputasi restoran. Praktik ini jelas mencoreng kredibilitas profesi dan menyulitkan pelaku usaha kecil.

Mengabaikan Privasi Pengunjung Lain

Tanpa sadar, banyak food influencer yang menjadikan pengunjung lain sebagai latar konten. Wajah orang yang sedang makan terekam jelas dalam video dan diunggah ke platform publik tanpa izin. Padahal, tidak semua orang nyaman wajahnya tersebar luas. Beberapa restoran terpaksa menegur atau membuat aturan khusus karena sering menerima komplain dari pelanggan yang merasa privasinya dilanggar.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berkarya mesti sejalan dengan etika dan empati terhadap lingkungan sekitar. Publik berharap para kreator konten kuliner bisa lebih bijak dalam menyeimbangkan antara kebutuhan dokumentasi dan kenyamanan bersama. Demikian laporan dari Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
galih-pratama

Editor Gaya Hidup. Editor tren, komunitas, dan gaya hidup.

Comments (0)

User