Sep 18, 2026
Nasional

Yerusalem — Palestina Peringatkan Upaya Israel Ubah Status Quo Al-Aqsa

Ketegangan di Kota Suci Yerusalem kembali membara setelah otoritas Kegubernuran Yerusalem Palestina mengeluarkan peringatan keras mengenai manuver berbahay

Yerusalem — Palestina Peringatkan Upaya Israel Ubah Status Quo Al-Aqsa

Ketegangan di Kota Suci Yerusalem kembali membara setelah otoritas Kegubernuran Yerusalem Palestina mengeluarkan peringatan keras mengenai manuver berbahaya yang terus dilancarkan pihak Israel. Pemerintah Palestina secara terbuka menyoroti langkah sistematis aparat dan kelompok sayap kanan Israel yang berupaya memaksakan realitas keagamaan baru di Kompleks Masjid Al-Aqsa, sebuah situs suci yang selama puluhan tahun berada di bawah perlindungan status quo internasional.

Pihak Palestina menilai bahwa eskalasi yang terjadi belakangan ini bukan sekadar insiden terisolasi, melainkan bagian dari agenda terstruktur untuk mengikis identitas Islam dan Arab di Yerusalem Timur yang diduduki. Pelanggaran berulang terhadap hak-hak jamaah Muslim dikhawatirkan dapat memicu ledakan konflik yang jauh lebih besar di kawasan Timur Tengah.

Manuver Mengikis Status Quo Bersejarah

Kegubernuran Yerusalem menegaskan bahwa pengawalan ketat polisi Israel terhadap gerombolan pemukim Yahudi yang memasuki pelataran Al-Aqsa secara berkala merupakan bentuk pelanggaran terang-terangan. Praktik ritual keagamaan Yahudi di dalam kompleks suci tersebut kian hari kian diizinkan secara terbuka, bertentangan langsung dengan kesepakatan status quo yang berlaku sejak tahun 1967.

"Upaya terus-menerus untuk membagi waktu dan ruang di Masjid Al-Aqsa adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. Israel sedang berusaha menciptakan fakta baru di lapangan dengan merampas hak historis umat Islam atas situs suci mereka," tegas perwakilan Kegubernuran Yerusalem dalam pernyataan resminya.

Berdasarkan aturan status quo lama, hanya umat Islam yang memiliki hak untuk beribadah di dalam kompleks seluas 14 hektare tersebut, sementara pemeluk agama lain diperbolehkan berkunjung hanya sebagai wisatawan tanpa melakukan ritual peribadatan.

Poin-Poin Ancaman Terhadap Masjid Al-Aqsa

Dalam laporan terbarunya, otoritas Palestina merangkum sejumlah bentuk pelanggaran sistematis yang tengah berlangsung di Yerusalem:

  • Pembatasan Akses Jamaah: Penerapan batas usia yang ketat serta pemeriksaan berlapis bagi warga Muslim Palestina yang hendak menunaikan salat harian maupun salat Jumat.
  • Intensitas Serbuan Pemukim: Peningkatan frekuensi penyusupan kelompok ultra-nasionalis Israel di bawah perlindungan senjata aparat keamanan.
  • Pelemahan Wewenang Wakaf: Penghalangan kerja Departemen Wakaf Islam Yerusalem—yang dikelola Yordania—dalam merawat dan merenovasi bangunan masjid.
  • Eskalasi Yudaisasi: Proyek penggalian di sekitar pondasi Al-Aqsa dan penggusuran lingkungan warga Palestina di sekitar Kota Tua.

Desakan Intervensi Global dan Dunia Islam

Melihat situasi yang semakin mengkhawatirkan, Palestina mendesak masyarakat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk tidak tinggal diam. Retorika tanpa tindakan nyata dari komunitas global dinilai hanya akan memberi lampu hijau bagi otoritas pendudukan untuk mempercepat penguasaan penuh atas Kota Yerusalem.

Upaya mengubah tatanan hukum dan keagamaan di Masjid Al-Aqsa ini berpotensi menyeret konflik politik menjadi perang keagamaan terbuka yang dampaknya tidak akan terbatas pada batas wilayah geografis Palestina dan Israel semata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User