Winwin Mengakhiri Perjalanan Bersama NCT, Menyongsong Mimpi Baru
Di sudut ruang latihan yang sunyi, hanya terdengar helaan napas panjang. Seorang pemuda menatap cermin besar di hadapannya, namun yang ia lihat bukan sekadar bayangan diri—melainkan delapan tahun ke...
Di sudut ruang latihan yang sunyi, hanya terdengar helaan napas panjang. Seorang pemuda menatap cermin besar di hadapannya, namun yang ia lihat bukan sekadar bayangan diri—melainkan delapan tahun kenangan yang terbingkai rapi. Tanggal 10 Juli 2016 adalah hari ketika mimpinya menjadi nyata, saat ia pertama kali melangkah ke atas panggung bersama NCT. Kini, di titik yang sama, Winwin harus mengucapkan selamat tinggal. Bagi para penggemar setia yang telah menemaninya sejak awal, berita ini bukan sekadar berita. Ini adalah akhir dari babak panjang penuh warna, air mata, dan tawa.
Perpisahan selalu menyimpan duka, namun di baliknya tersimpan keberanian untuk memilih. Winwin, yang sebelumnya dikenal sebagai anggota NCT 127 dan WayV, serta aktif dalam proyek-proyek grup lainnya, telah resmi menanggalkan statusnya sebagai bagian dari boy group asuhan SM Entertainment. Kabar ini mengejutkan banyak pihak, namun juga mengundang simpati mendalam dari sesama anggota, staf, dan jutaan penggemar di seluruh dunia. Mereka tak hanya kehilangan seorang idola—mereka kehilangan bagian dari keluarga besar yang telah tumbuh bersama.
Awal yang Penuh Harapan
Mengisahkan perjalanan Winwin, kita harus kembali ke kota kecil di Tiongkok tempat mimpinya bermula. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang pendiam namun memiliki tekad baja. Berlatih tari dan bela diri tradisional Tiongkok membentuk disiplin yang kelak menjadi modal besarnya. Ketika tawaran menjadi trainee di SM Entertainment datang, ia tak ragu meninggalkan zona nyaman. Di Seoul, ia memulai hari-hari panjang di ruang praktik, berkeringat hingga larut, mengejar ketertinggalan bahasa dan budaya. Momen mengharukan itu terjadi pada musim panas 2016, saat Winwin diperkenalkan sebagai anggota termuda sub-unit NCT U dan kemudian NCT 127. Debut bersamanya menjadi simbol bahwa kerja keras dan kesederhanaan bisa membawa seseorang ke panggung dunia. “Saya masih ingat, pertama kali naik panggung, kaki saya gemetar. Tapi saat melihat senyum penggemar, semua rasa takut hilang,” kenangnya dalam sebuah wawancara yang kini terasa begitu berharga.
Sejak saat itu, ia bukan lagi sekadar trainee pendiam. Ia adalah Winwin, penari andal yang mampu menggabungkan kelembutan tari tradisional dengan energi K-pop modern. Bersama NCT 127, ia menjelajahi panggung-panggung besar, dari Seoul hingga New York. Para penggemar yang menyebut diri mereka NCTzen selalu menantikan momen ketika ia tersenyum malu-malu, atau ketika gerakan akrobatiknya membuat penonton terpana. Di balik layar, ia adalah sosok yang hangat, selalu membawakan camilan untuk anggota lain, dan kerap menjadi tempat curhat meski bahasanya masih terbatas. Hubungannya dengan sesama anggota seperti Taeyong, Jaehyun, dan Mark tumbuh menjadi ikatan persaudaraan yang tulus—ikatan yang tak akan putus meski jalan profesional berpisah.
Meniti Jejak di Panggung Dunia
Perjalanan Winwin tak berhenti di Korea. Saat SM Entertainment membentuk WayV, unit NCT yang berbasis di Tiongkok, ia kembali menjadi pionir. Baginya, ini adalah pulang sekaligus tantangan baru. Dengan bangga, ia membawakan lagu-lagu berbahasa Mandarin di depan penggemar tanah kelahirannya. “Akhirnya aku bisa bernyanyi dalam bahasa ibuku, untuk orang-orang yang pernah bermimpi bersamaku sejak kecil,” ucapnya suatu kali. Di WayV, ia berkembang bukan hanya sebagai penari, tetapi juga sebagai vokalis yang mulai percaya diri mengisi bagian-bagian sulit. Album dan tur bersama WayV membawa pengalaman baru yang semakin mengasah kemampuannya.
Namun di sela-sela jadwal padat dan sorotan kamera, ada momen-momen sunyi yang sering kali luput dari perhatian. Winwin dikenal sebagai anggota yang paling sering merenung, menulis catatan kecil tentang hari-harinya, dan menyimpan foto polaroid dari setiap konser. “Aku ingin mengingat setiap detik, karena waktu berjalan begitu cepat,” tulisnya dalam sebuah surat yang ia bagikan kepada penggemar melalui platform komunitas. Kalimat itu kini terasa seperti petunjuk: bahwa ia telah mempersiapkan diri untuk suatu perubahan besar, meski tak seorang pun menduga arahnya.
Keputusan Berat yang Menyentuh Hati
Proses menuju pengumuman perpisahan ini tentu tidak terjadi dalam semalam. Desas-desus mulai berembus ketika Winwin lebih jarang muncul dalam promosi grup, dan kesibukannya di dunia akting serta varietas di Tiongkok semakin meningkat. Banyak yang berharap ini hanya sementara, namun kenyataannya, ia tengah bergulat dengan pilihan yang memilukan. Di satu sisi, ada cinta yang begitu besar untuk NCT—rumah yang telah membesarkan namanya. Di sisi lain, ada panggilan jiwa untuk mengeksplorasi potensi diri di luar kerangka grup yang sudah mapan.
Menurut sejumlah sumber dekat, diskusi antara Winwin dan agensi berlangsung alot dan penuh emosi. Ia tak ingin mengecewakan siapa pun, namun pada akhirnya ia sadar bahwa bertahan tanpa hati yang sepenuhnya hadir hanya akan menyakiti semua pihak. “Bukan karena aku tidak mencintai NCT, tapi karena aku harus jujur pada diriku sendiri,” ungkap sang idola, suaranya bergetar menahan haru, seperti ditirukan oleh seorang staf yang hadir dalam pertemuan terakhirnya dengan manajemen. Tangis pecah di ruangan itu. Bahkan para eksekutif yang biasanya tegas tak kuasa menyembunyikan kesedihan.
“Bukan karena aku tidak mencintai NCT, tapi karena aku harus jujur pada diriku sendiri.”
Bagi penggemar, perpisahan ini adalah ujian cinta sejati. Media sosial seketika dipenuhi pesan dukungan yang mengalir deras. Tagar #ForeverWithWinwin dan #ThankYouWinwin menggema di berbagai platform, menjadi bukti bahwa jarak profesional tak akan menghapus jejak yang telah ia ukir. Mereka menangis, namun sekaligus mengirimkan doa agar idolanya bahagia di jalan mana pun yang ia tempuh.
Menyongsong Mimpi Baru
Kini, Winwin menatap cakrawala yang berbeda. Meski tak lagi berada di bawah bendera NCT dan SM Entertainment, ia tidak meninggalkan dunia yang dicintainya. Sebaliknya, ia siap menulis kisah baru dengan tinta yang lebih tegas. Rencana untuk fokus pada karier akting di Tiongkok sudah tersusun rapi; beberapa tawaran drama dan film sudah menunggu di meja. Bahkan, ia juga berencana merilis proyek musik solo yang telah lama ia pendam, sesuatu yang jujur dan rentan—seperti buku harian yang akhirnya dibuka untuk publik.
Di sebuah acara bincang-bincang beberapa waktu lalu, saat ditanya tentang mimpinya yang paling sederhana, ia menjawab dengan senyum khasnya, “Aku hanya ingin terus belajar dan menjadi versi terbaik dari diriku. Aku mungkin sudah bukan ‘anggota’ sebuah grup, tapi aku akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar yang kita bangun bersama.” Kalimat itu menjadi penutup yang manis sekaligus penuh harap. Ya, perjalanan Winwin bersama NCT mungkin telah usai, namun ikatan batin dan kenangan indah akan tetap hidup. Ia mengajarkan bahwa berpisah bukan berarti kalah; kadang, itu adalah langkah paling berani untuk menemukan diri yang sejati. Di balik layar perpisahan ini, terbentang jalan panjang yang akan ia tapaki dengan kepala tegak, ditemani cinta tanpa syarat dari mereka yang selalu percaya bahwa bintang satu ini akan terus bersinar, di konstelasi mana pun ia berada.
Baca juga:
Comments (0)