Oct 10, 2026
Sumatera Utara

Warga Medan Idamkan Rumah Layak Huni 34 Tahun, Kini Direnovasi

MEDAN — Perjuangan panjang Nuhayani Siregar selama lebih dari tiga dekade akhirnya menemui titik terang. Warga Jalan Air Bersih, Gang Amal Bakti No. 5, Kec

Warga Medan Idamkan Rumah Layak Huni 34 Tahun, Kini Direnovasi

MEDAN — Perjuangan panjang Nuhayani Siregar selama lebih dari tiga dekade akhirnya menemui titik terang. Warga Jalan Air Bersih, Gang Amal Bakti No. 5, Kecamatan Medan Kota, ini harus bertahan hidup di rumah berdinding papan dan kayu selama kurang lebih 34 tahun. Atap bocor dan bangunan yang jauh dari kata layak huni menjadi pemandangan sehari-hari yang ia lakoni bersama keluarganya.

Harapan yang selama ini hanya dipanjatkan dalam doa perlahan terwujud setelah Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Waas menurunkan program bedah rumah ke kediamannya. Kunjungan langsung orang nomor satu di Kota Medan itu menjadi momen emosional bagi Nuhayani dan keluarganya.

"Selama bertahun-tahun, harapan untuk memiliki rumah yang lebih layak terus dipanjatkan. Bersyukur sekali sekarang rumahnya sudah bagus atas perhatian bapak Rico Waas secara langsung. Pak Wali datang ngecek langsung," kata Nuhayani Siregar kepada wartawan di sela-sela kunjungan, Sabtu (5/10) sore.

Delapan Tahun Menanti Bantuan Bedah Rumah

Di balik senyum bahagia yang terpancar dari wajah Nuhayani, tersimpan kisah panjang penuh kesabaran. Ia mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga telah mengajukan permohonan bantuan program bedah rumah selama delapan tahun. Proses yang tidak sebentar itu sempat membuatnya nyaris putus asa, namun keyakinan bahwa rezeki akan datang pada waktunya membuatnya terus bertahan.

Kondisi rumah yang ia tinggali sebelumnya memang memprihatinkan. Dinding papan yang mulai lapuk, kayu-kayu penyangga yang tak lagi kokoh, serta atap yang bocor saat hujan menjadi alasan utama mengapa renovasi sangat mendesak untuk dilakukan. Terlebih lagi, rumah tersebut menjadi tempat berlindung seluruh anggota keluarga dari panas dan hujan setiap hari.

Kronologi Perjuangan Nuhayani hingga Rumahnya Direnovasi

  1. 1989–1990: Nuhayani Siregar mulai menempati rumah berdinding papan dan kayu di Gang Amal Bakti No. 5, Kecamatan Medan Kota. Kondisi bangunan saat itu sudah sederhana dan jauh dari kata layak.
  2. Selama 34 tahun: Nuhayani dan keluarga menjalani kehidupan di rumah tak layak huni. Atap bocor menjadi langganan setiap musim hujan, sementara dinding kayu terus mengalami pelapukan.
  3. Delapan tahun terakhir: Nuhayani secara aktif mengajukan permohonan bantuan program bedah rumah kepada pemerintah kota, berharap ada perhatian terhadap kondisi huniannya.
  4. Sabtu (5/10) sore: Wali Kota Medan Rico Waas melakukan kunjungan langsung ke kediaman Nuhayani untuk mengecek kondisi rumah sekaligus memastikan program renovasi berjalan.
  5. Pasca kunjungan: Rumah Nuhayani perlahan berubah. Renovasi dilakukan sehingga hunian yang sebelumnya tak layak kini menjadi lebih baik dan nyaman untuk ditinggali.

Perhatian Langsung Wali Kota Jadi Titik Balik

Bagi Nuhayani, kunjungan Wali Kota Rico Waas bukan sekadar formalitas. Ia menilai kehadiran langsung kepala daerah menjadi bukti bahwa pemerintah benar-benar memperhatikan nasib warganya, terutama mereka yang bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. Program bedah rumah yang dijalankan dinilai tepat sasaran karena menyasar warga yang benar-benar membutuhkan.

Selama ini, program bedah rumah menjadi salah satu andalan Pemerintah Kota Medan dalam upaya penanganan rumah tidak layak huni. Melalui program tersebut, warga berpenghasilan rendah mendapatkan bantuan renovasi sehingga hunian mereka memenuhi standar kesehatan dan keselamatan. Bagi penerima manfaat seperti Nuhayani, dampaknya tidak hanya fisik, tetapi juga psikologis.

Rasa lega yang dirasakan Nuhayani mewakili harapan banyak warga lain di Kota Medan yang masih menanti giliran. Kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik rumah tidak layak huni, ada kehidupan nyata manusia yang bertahun-tahun berjuang untuk sekadar mendapatkan tempat tinggal yang pantas.

Dengan rampungnya renovasi rumah Nuhayani, satu keluarga kini dapat menikmati hunian yang lebih layak. Ia berharap program serupa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang masih hidup dalam kondisi serupa. "Semoga semakin banyak warga yang dibantu," ujarnya penuh syukur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User