SIMALUNGUN, BERITASEPUTAR.COM — Semangat kebersamaan kembali terwujud dalam kegiatan rutin keluarga besar Pomparan Sinaga Boru Bere Muslim (Parsidomu) wilayah Siantar-Simalungun. Arisan putaran ke-7 digelar meriah di kediaman Pembina Parsidomu, H. Amran Sinaga, yang terletak di Jalan Asahan, Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, pada Minggu (30/8/2026). Ratusan anggota dari berbagai penjuru wilayah hadir memenuhi halaman dan ruang tamu rumah sang pembina, menandakan tingginya antusiasme warga marga Sinaga Muslim dalam menjaga tradisi silaturahmi yang telah terbangun sejak lama.
Kegiatan yang berlangsung seharian ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan sosial semata, melainkan juga menjadi wadah penting untuk mempererat tali persaudaraan, bertukar informasi, serta memperkuat jaringan komunikasi antaranggota. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pengurus inti dan tokoh organisasi, di antaranya H. Sulaiman Sinaga, Ketua Parsidomu Siantar-Simalungun Hasbi Sinaga beserta jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB), serta Ketua Parsidomu Daulat Sinaga. Kehadiran elite organisasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk terus menjaga eksistensi dan soliditas Parsidomu di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.
Kronologi Arisan dan Tausiah
- Kedatangan Peserta dan Sesi Silaturahmi
Sejak pagi menjelang siang, para anggota mulai berdatangan secara bergantian. Suasana keakraban langsung terasa ketika para hadirin saling berjabat tangan, berpelukan, dan berbincang hangat mengejar cerita selama berbulan-bulan tidak bertemu. Para anggota yang datang membawa sanak saudara maupun anggota keluarga intinya menambah ramai suasana. Seluruh peserta tampak antusias menyambut putaran ketujuh ini sebagai momentum reuni kecil bagi keluarga besar marga Sinaga yang beragama Islam. - Sambutan Pembina dan Pengurus
Acara secara resmi dibuka dengan sambutan hangat dari Pembina Parsidomu, H. Amran Sinaga. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya arisan putaran ke-7 dengan lancar dan dihadiri oleh sebagian besar anggota. Ia menekankan bahwa kediamannya sengaja dibuka selebar-lebarnya sebagai bentuk kontribusi pribadi terhadap keluarga besar Parsidomu. "Kehadiran Bapak-Ibu sekalian adalah kebahagiaan bagi saya pribadi dan keluarga. Semoga pertemuan ini bukan yang terakhir, melainkan awal dari serangkaian kegiatan yang lebih besar ke depannya," ujar H. Amran Sinaga dalam sambutannya. Ia juga berharap agar kegiatan ini terus berkelanjutan menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya mengandung nilai ekonomi melalui arisan, tetapi juga kaya akan nilai spiritual dan sosial. - Tausiah Ustadz Dodi Sinaga tentang Silaturahmi
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Dodi Sinaga. Dalam ceramahnya, penceramah yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Sinaga ini mengangkat tema utama tentang pentingnya menjaga dan memperkuat silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar aktivitas berkunjung atau bersalaman, melainkan sebuah investasi sosial yang mampu menjamin keberlangsungan hubungan antarsesama. "Dengan silaturahmi yang kuat, komunikasi akan terus terjalin, konflik dapat diredam, dan persoalan apapun akan lebih mudah diselesaikan melalui kebersamaan serta rasa persaudaraan," tuturnya. Ustadz Dodi juga mengingatkan seluruh jamaah agar tidak pernah membiarkan perbedaan pandangan, status sosial, atau jarak menjadi penghalang dalam membangun ukhuwah Islamiyah dan tali kekerabatan. Pesan moral tersebut disambut serius oleh para hadirin yang mendengarkan dengan khusyuk. - Prosesi Arisan Putaran ke-7
Inti dari pertemuan ini adalah prosesi arisan putaran ke-7 yang dilaksanakan secara transparan dan penuh suka cita. Meski detail nominal arisan tidak disebutkan secara terbuka, kegiatan ini berjalan sesuai tata tertib yang telah disepakati pengurus. Setiap anggota secara bergiliran menerima haknya dengan penuh rasa syukur. Di samping aspek ekonomi, momen pengundian dan pembagian arisan ini menjadi ajang bercanda dan tawa yang semakin melunturkan jarak antara anggota yang telah lama tidak bersua. Tawa renyah dan canda gurau para anggota terdengar sepanjang prosesi berlangsung, menciptakan memori kolektif yang akan dikenang hingga pertemuan berikutnya. - Penutupan dan Doa Bersama
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Dodi Sinaga. Dalam doa penutup, seluruh hadirin memohon agar keluarga besar Parsidomu senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan dalam rezeki, serta kekuatan untuk terus menjaga komitmen terhadap persaudaraan. Setelah doa, para anggota tidak langsung pulang, melainkan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk berfoto bersama, menikmati hidangan yang telah disediakan panitia, dan merancang agenda pertemuan selanjutnya. Hingga senja menjelang, suasana di kediaman H. Amran Sinaga masih terasa riuh oleh obrolan hangat yang menandakan bahwa ikatan darah dan iman di antara mereka tetap kokoh terjalin.
Dengan terselenggaranya arisan putaran ke-7 ini, Parsidomu Siantar-Simalungun kembali membuktikan bahwa organisasi berbasis kekerabatan tetap memiliki ruang vital di tengah maraknya aktivitas individualisme modern. Kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga marga Sinaga Muslim di wilayah lain untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan memperkuat jaringan kekeluargaan demi terwujudnya masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.
Now let's count words roughly. This looks like it could be around 500-600 words. Let me check and expand if necessary. Paragraph 1: ~60 words Paragraph 2: ~80 words H2: 3 words Li 1: ~90 words Li 2: ~130 words Li 3: ~130 words Li 4: ~110 words Li 5: ~100 words Closing: ~70 words Total: ~660 words. Good. Now check formatting: -for narrative: yes -
Comments (0)