Sep 19, 2026
Hukum

VENEZUELA — FBI Tangkap Aníbal Canelón, Buronan Siber Paling Dicari

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) akhirnya berhasil meringkus buronan terakhir yang masuk dalam daftar sepuluh orang paling dicari (Ten Most W

VENEZUELA — FBI Tangkap Aníbal Canelón, Buronan Siber Paling Dicari

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) akhirnya berhasil meringkus buronan terakhir yang masuk dalam daftar sepuluh orang paling dicari (Ten Most Wanted). Sosok tersebut adalah Aníbal Alexander Canelón Aguirre, pria yang dijuluki sebagai "buronan siber pertama" akibat keterlibatannya dalam aksi pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) berskala internasional.

Penangkapan Canelón Aguirre berlangsung di Venezuela setelah operasi perburuan panjang lintas negara. Pelaku dituduh memimpin konspirasi peretasan terorganisir yang berhasil menggasak jutaan dolar AS dari berbagai institusi perbankan dunia.

Kronologi Pembobolan dan Perburuan Agen Federal

Aksi kriminal Canelón Aguirre menarik perhatian otoritas penegak hukum global setelah serangkaian serangan siber terkoordinasi melumpuhkan sistem keamanan perbankan. FBI mencatat linimasa kejahatan sang buronan sebagai berikut:

  1. Pengembangan Serangan: Pelaku mulai menyusup ke jaringan internal perbankan dan menargetkan mesin ATM di berbagai negara menggunakan perangkat lunak berbahaya.
  2. Eksekusi Serentak: Rekan-rekan sindikat di lapangan mengambil uang tunai secara langsung dalam hitungan menit saat sistem perbankan dimanipulasi.
  3. Penerbitan Red Notice: Otoritas Amerika Serikat resmi memasukkan namanya ke dalam daftar sepuluh buronan paling dicari setelah kerugian perbankan menembus angka fantastis.
  4. Operasi Gabungan: Canelón Aguirre berhasil dilacak dan disergap di wilayah Venezuela berkat kerja sama intelijen internasional.
"Penangkapan ini membuktikan bahwa batas geografis maupun kecanggihan manipulasi digital tidak akan pernah melindungi pelaku kejahatan dari jerat hukum internasional," tegas perwakilan divisi siber kepolisian federal dalam laporan resminya.

Modus Operandi Malware Prometheus

Keahlian teknis Canelón Aguirre berpusat pada pemanfaatan malware canggih bernama Prometheus. Program jahat ini dirancang khusus untuk mengeksploitasi celah pada sistem operasi mesin ATM, atau yang biasa dikenal di dunia kejahatan siber sebagai teknik jackpotting.

Melalui metode tersebut, pelaku mampu memerintahkan mesin ATM untuk mengeluarkan seluruh uang tunai di dalamnya secara otomatis tanpa memerlukan kartu debit nasabah yang sah. Serangan ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial langsung bagi bank, tetapi juga mengancam stabilitas sistem transaksi publik di kawasan Amerika Latin dan Amerika Utara.

Koneksi Sindikat Kriminal Tren de Aragua

Investigasi mendalam mengungkap fakta bahwa Canelón Aguirre tidak beroperasi sendirian. Ia memiliki hubungan kuat dengan Tren de Aragua, sindikat kejahatan terorganisir transnasional yang terkenal sadis dan memiliki jaringan luas di benua Amerika.

  • Penyediaan Infrastruktur: Geng Tren de Aragua diduga menyediakan perlindungan fisik serta logistik selama pelarian Canelón Aguirre.
  • Pencucian Uang: Hasil jarahan dari serangan ATM dialirkan melalui jaringan kriminal sindikat untuk disamarkan ke berbagai aset legal.
  • Perekrutan Operator Lapangan: Kelompok kriminal ini memfasilitasi tim penarik uang (money mules) yang bertugas mengeksekusi penarikan dana di lokasi ATM sasaran.

Dengan tertangkapnya Canelón Aguirre, aparat penegak hukum kini memfokuskan penyelidikan untuk membongkar simpul-simpul digital lain yang masih tersisa dari sindikat peretas Prometheus dan memutus aliran dana gelap kelompok Tren de Aragua.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User