Halo rekan Beritaseputar! Bagi Anda yang sehari-hari beraktivitas di kawasan kampus Universitas Udayana (Unud) Jimbaran, Bali, tentu sudah merasakan adanya perubahan jalur lalu lintas belakangan ini. Pembangunan infrastruktur ikonik Catus Pata Unud kini terus dikejar pengerjaannya oleh pihak pengembang. Berdasarkan pembaharuan data lapangan terbaru, progres fisik proyek kebanggaan kampus negeri tertua di Bali ini telah menembus angka 47 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan masih berjalan sesuai target yang telah ditetapkan, kendati penutupan arus jalan secara total tak bisa dihindari demi keselamatan dan kelancaran alat berat di lokasi.
Kronologi dan Realisasi Progres Proyek Catus Pata Unud
Pekerjaan fisik yang menghubungkan akses vital dari kawasan Fakultas Teknik Unud menuju Politeknik Negeri Bali (PNB) maupun arah sebaliknya ini bukan sekadar penataan kawasan estetika semata. Proyek ini melingkupi perombakan infrastruktur bawah tanah serta penataan ulang struktur jalan yang cukup kompleks. Agar rekan Beritaseputar mendapat gambaran utuh, berikut adalah kronologi dan tahapan pelaksanaan proyek tersebut:
- 28 April 2026: Peletakan batu pertama (groundbreaking) dan dimulainya pengerjaan tahap awal pada bagian pinggir badan jalan.
- 31 Agustus 2026: Penetapan penutupan total ruas jalan utama akibat dimulainya pekerjaan utilitas berat yang memakan area badan jalan.
- Awal September 2026: Progres pengerjaan fisik berhasil menyentuh angka 47 persen dengan fokus relokasi utilitas dan pengecoran.
- 23 Desember 2026: Tenggat waktu target penyelesaian akhir proyek Catus Pata Unud secara menyeluruh.
Detail Teknis dan Alasan Utama Penutupan Jalan Total
Mengapa ruas jalan dari Fakultas Teknik Unud menuju Politeknik Negeri Bali harus ditutup total sejak 31 Agustus 2026? Banyak sivitas akademika dan masyarakat sekitar yang mempertanyakan penutupan penuh ini. Ketua Unit Komunikasi Publik (UKP) Unud, Dr. Ni Nyoman Dewi Pascarani, S.S., M.Si., menegaskan bahwa pengalihan dan penutupan jalur merupakan tindakan teknis yang wajib dilakukan karena tingginya risiko pengerjaan di lapangan.
"Perencanaan pengalihan arus sudah disosialisasi sejak awal proyek, yakni 28 April 2026. Namun, pengalihan dilakukan secara bertahap dengan pengerjaan pada daerah yang belum terdampak arus lalu lintas," ujar Dr. Ni Nyoman Dewi Pascarani.
Lebih lanjut, pengerjaan saat ini sudah merambah ke area tengah badan jalan yang melibatkan pemindahan jaringan kabel listrik PLN bertegangan tinggi sebesar 20 KV, penggantian saluran air atau drainase u-ditch, peninggian struktur tanah, pengerasan dasar jalan, pembesian, hingga pengecoran beton bertulang dengan ketebalan mencapai 20 sentimeter.
“Setelah pengecoran beton, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan batu kobel dan pengaspalan. Kondisi tersebut membuat badan jalan untuk sementara tidak dapat digunakan kendaraan. Sehingga tidak memungkinkan jalan dilewati sama sekali,” jelas Dewi memaparkan alasan teknis mengapa akses jalan ditutup penuh tanpa celah.
Analisis Perbandingan Fase Pengerjaan Proyek Catus Pata
Untuk memudahkan pemahaman mengenai perubahan akses kendaraan di area Unud Jimbaran, berikut adalah tabel perbandingan kondisi teknis antara fase awal proyek dan fase penutupan total saat ini:
| Fase Pengerjaan | Skop Pekerjaan Utama | Dampak Lalu Lintas | Status Akses Jalan |
|---|---|---|---|
| Fase I (28 April – 30 Agustus 2026) | Pengerjaan area luar badan jalan, pemetaan jaringan utilitas, dan sosialisasi rute. | Lalu lintas melambat namun kendaraan masih bisa melintas secara bergantian. | Bisa Dilalui Terbatas |
| Fase II (31 Agustus 2026 – Sekarang) | Relokasi kabel PLN 20 KV, bongkar drainase u-ditch, dan cor beton 20 cm. | Pengalihan total ke jalur alternatif di area kampus dan sekitarnya. | Ditutup Total |
| Fase III (Target s.d. 23 Desember 2026) | Pemasangan batu kobel, pengaspalan pelapis atas, dan uji kelayakan beban jalan. | Pembukaan akses secara bertahap setelah kualitas beton benar-benar matang. | Persiapan Pembukaan |
Dampak Sivitas Akademika dan Imbauan Keselamatan
Penutupan jalan di area sentral kampus Unud tentu membutuhkan penyesuaian rute harian bagi mahasiswa, dosen, serta warga Politeknik Negeri Bali. Pihak manajemen Unud meminta masyarakat untuk memanfaatkan jalur alternatif yang sudah ditunjukkan dalam skema pengalihan arus demi mengantisipasi penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk perkuliahan.
Meskipun menimbulkan ketidaknyamanan sementara, pengorbanan ini dinilai sepadan. Daya tahan struktur beton tebal 20 sentimeter beserta sistem drainase modern yang dibangun di kawasan Catus Pata Unud diprediksi bakal mampu menampung beban kendaraan berat sekaligus mencegah genangan air saat cuaca ekstrem tiba.
Comments (0)