Sep 18, 2026
Nasional

Unilever Indonesia Komitmen Gunakan Bahan Baku Berkelanjutan Hadapi Tekanan Global

PT Unilever Indonesia Tbk menegaskan konsistensinya untuk terus memprioritaskan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan dan berkelanjutan. Langkah strategi

Unilever Indonesia Komitmen Gunakan Bahan Baku Berkelanjutan Hadapi Tekanan Global

PT Unilever Indonesia Tbk menegaskan konsistensinya untuk terus memprioritaskan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan dan berkelanjutan. Langkah strategis ini tetap dijalankan secara terarah, kendati bayang-bayang disrupsi rantai pasok dan ketidakpastian geopolitik global masih membayangi sektor industri hingga saat ini.

Komitmen jangka panjang tersebut disampaikan secara langsung oleh manajemen dalam upaya memperkuat ekosistem industri hijau yang tidak hanya aman bagi konsumen, tetapi juga memitigasi dampak kerusakan lingkungan hidup secara nyata.

Menavigasi Badai Rantai Pasok dan Keberlanjutan

Tantangan ketersediaan bahan baku di pasar internasional memang kian kompleks akibat perubahan iklim ekstrem, fluktuasi harga komoditas, hingga regulasi perdagangan lintas negara yang semakin ketat. Kendati demikian, Unilever memilih untuk tidak mengorbankan standar keberlanjutan demi efisiensi jangka pendek.

"Kami terus memastikan bahwa setiap rantai nilai dan pasokan bahan baku kami mematuhi prinsip keberlanjutan yang ketat, sekaligus menjaga standar mutu tertinggi agar produk kami tetap aman bagi konsumen serta ramah bagi bumi," tegas Nurdiana Darus, Director of Communication, Corporate Affairs, and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk.

Perusahaan multinasional ini memandang integrasi prinsip keberlanjutan bukan lagi sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan inti dari ketahanan bisnis dalam jangka panjang.

Kronologi Transformasi Rantai Pasok Hijau

Transformasi menuju operasional yang sepenuhnya bertanggung jawab dijalankan melalui serangkaian tahapan terukur yang terus dievaluasi secara berkala:

  1. Pemetaan dan Audit Sumber Pasokan: Melakukan penelusuran rantai pasok komoditas penting, seperti minyak kelapa sawit dan kertas, guna memastikan tidak adanya keterkaitan dengan praktik deforestasi.
  2. Kemitraan dengan Petani Lokal: Memberikan pendampingan intensif kepada petani swadaya lokal untuk menerapkan praktik pertanian regeneratif yang ramah lingkungan.
  3. Penguatan Standar Keamanan Produk: Memperketat pengujian laboratorium terhadap bahan baku guna menjamin kepatuhan mutlak terhadap regulasi kesehatan dan keselamatan konsumen.
  4. Pengurangan Jejak Karbon dan Plastik: Mengintegrasikan kemasan daur ulang (rPET) dan mengurangi penggunaan plastik murni dalam portofolio produk harian.

Fokus Ganda: Keselamatan Konsumen dan Ekosistem

Dalam praktiknya, Unilever Indonesia memastikan bahwa formulasi bahan baku yang berkelanjutan tidak akan menurunkan efektivitas maupun keamanan produk yang beredar di tangan masyarakat. Sinergi antara inovasi teknologi pangan, perawatan tubuh, dan pembersih rumah tangga terus dikembangkan agar formulasi baru tetap higienis, teruji klinis, dan mudah terurai di alam.

  • Transparansi Informasi: Konsumen diberikan akses informasi yang lebih jelas terkait asal-usul bahan baku pada label kemasan.
  • Pemberdayaan Berkelanjutan: Mengembangkan rantai pasok sirkular yang melibatkan bank sampah dan komunitas lokal.
  • Efisiensi Sumber Daya: Optimalisasi penggunaan energi terbarukan di fasilitas pabrik manufaktur di seluruh Indonesia.

Melalui konsistensi ini, Unilever berupaya membuktikan bahwa ketahanan bisnis manufaktur skala besar dapat berjalan selaras dengan pemulihan ekosistem lingkungan global di tengah masa depan yang penuh tantangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User