Sep 18, 2026
Hukum

Krisis Energi Global Mencekik Pakistan dan Bangladesh, Warga Menjerit

Krisis energi yang dipicu oleh ketegangan di kawasan Teluk dan lonjakan harga minyak mentah dunia kini mulai menghantam kehidupan masyarakat di Asia Selata

Krisis Energi Global Mencekik Pakistan dan Bangladesh, Warga Menjerit

Krisis energi yang dipicu oleh ketegangan di kawasan Teluk dan lonjakan harga minyak mentah dunia kini mulai menghantam kehidupan masyarakat di Asia Selatan secara telak. Mulai dari pemadaman listrik berkepanjangan di Bangladesh hingga antrean subsidi bahan bakar yang membingungkan di Pakistan, jutaan warga harus memutar otak demi sekadar bertahan hidup dan memasak makanan sehari-hari.

Di Dhaka, ibu kota Bangladesh, rutinitas harian warga kini sepenuhnya didikte oleh jadwal pasokan gas pipa. Parvin Akter, seorang ibu rumah tangga setempat, mengaku harus menyesuaikan waktu memasak keluarga dengan pasokan gas yang kerap padam berjam-jam akibat kelangkaan energi nasional.

"Pasokan gas sering terputus tanpa jadwal yang jelas. Terkadang saya baru bisa menyalakan kompor dan memasak makan malam saat tengah malam tiba," ungkap Parvin.

Usaha beralih ke teknologi modern pun tidak banyak membantu. Ketika Parvin beralih menggunakan kompor induksi listrik, pemadaman listrik bergilir (load shedding) yang sering terjadi justru membuat proses memasak terhenti di tengah jalan dan menyisakan makanan setengah matang.

Kronologi dan Dampak Rentetan Krisis di Kawasan

  1. Lonjakan Harga Energi Global: Ketegangan pasokan dari kawasan Teluk memicu pembengkakan biaya impor gas alam cair (LNG) dan minyak mentah bagi negara-negara berkembang di Asia Selatan.
  2. Krisis Pasokan Rumah Tangga di Bangladesh: Menipisnya cadangan devisa dan mahalnya harga impor LNG menyebabkan pasokan gas domestik ke rumah-rumah di Dhaka tersendat parah serta pemadaman listrik meluas.
  3. Kenaikan Harga BBM di Pakistan: Pemerintah Pakistan terpaksa menaikkan harga bensin dan solar secara tajam untuk mengurangi beban defisit anggaran negara.
  4. Peluncuran Skema Subsidi yang Rumit: Pemerintah Pakistan merilis program subsidi BBM untuk pengendara motor dan kendaraan di bawah 800cc, namun mekanismenya justru memicu kekacauan administrasi.

Kekacauan Subsidi Bahan Bakar di Pakistan

Sekitar 2.000 kilometer ke arah barat, situasi yang tak kalah pelik melanda Pakistan. Pemerintah setempat resmi memberlakukan skema subsidi bahan bakar minyak (BBM) darurat guna meredam kemarahan publik setelah kenaikan harga bensin yang melonjak drastis. Skema ini ditujukan khusus bagi pemilik sepeda motor, bajaj (rickshaw), dan mobil berkapasitas mesin hingga 800cc.

Namun, implementasi di lapangan menuai banyak kritik pedas dari warga. Pemilik kendaraan diwajibkan melewati proses registrasi digital yang rumit dengan mencocokkan nomor identitas (KTP) dan nomor telepon seluler sebelum mendapatkan kode verifikasi di SPBU.

Mohammad Musharraf, seorang warga Karachi, mengaku sudah berhari-hari kesulitan mendaftarkan sepeda motor miliknya ke sistem subsidi tersebut.

"Pertama-tama Anda harus mendaftarkan kendaraan, lalu Anda harus mendaftarkan nomor ponsel. Bagaimana mungkin orang yang buta huruf bisa bertahan hidup jika persyaratannya dibuat begitu rumit?" keluh Musharraf saat mengantre di sebuah SPBU di Karachi.

Kondisi di Bangladesh dan Pakistan menjadi potret nyata betapa rapuhnya ketahanan energi negara-negara berkembang ketika rantai pasok global terguncang. Selama krisis geopolitik di Timur Tengah belum mereda, beban ekonomi yang dipikul masyarakat kelas bawah di kawasan Asia Selatan diprediksi masih akan terus bertambah berat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User