Aug 25, 2026
entertainment

Tujuh Minuman yang Terbukti Lebih Menghidrasi Tubuh daripada Air Putih

Pagi itu, di sebuah kafe kecil di pinggiran Jakarta, Rina (34) duduk dengan segelas susu hangat di tangannya. Bukan kopi, bukan teh, melainkan susu. "Setelah dua jam jogging, dokter menyarankan s...

Tujuh Minuman yang Terbukti Lebih Menghidrasi Tubuh daripada Air Putih

Pagi itu, di sebuah kafe kecil di pinggiran Jakarta, Rina (34) duduk dengan segelas susu hangat di tangannya. Bukan kopi, bukan teh, melainkan susu. "Setelah dua jam jogging, dokter menyarankan saya minum susu cokelat, bukan air putih. Awalnya saya heran," katanya sambil tersenyum. Rina, seperti kebanyakan orang, selama ini meyakini bahwa tidak ada yang lebih baik daripada air putih untuk menggantikan cairan tubuh. Namun penelitian terbaru dalam bidang hidrasi justru menunjukkan cerita yang berbeda: ada sejumlah minuman yang kadar kemampuannya untuk menghidrasi tubuh ternyata melampaui air putih.

Kebenaran di Balik Mitos Hidrasi

Selama bertahun-tahun, para pelatih olahraga dan ahli gizi mengajarkan satu aturan sederhana: minumlah air putih sebanyak delapan gelas sehari. Aturan itu memang baik, tetapi ilmu pengetahuan terus berkembang. Sebuah studi dari Universitas St Andrews di Skotlandia menemukan bahwa beberapa minuman memiliki indeks hidrasi yang lebih tinggi dibandingkan air putih. Artinya, cairan tersebut mampu bertahan lebih lama di dalam tubuh dan membantu kita tetap terhidrasi dalam waktu yang lebih panjang. Profesor Ronald Maughan, peneliti utama studi tersebut, menjelaskan bahwa kunci utamanya terletak pada kandungan nutrisi dalam minuman, bukan sekadar volume airnya.

Minuman dengan sedikit gula, lemak, atau protein cenderung memperlambat pengosongan lambung. Akibatnya, air di dalamnya diserap secara bertahap dan dilepaskan ke dalam tubuh sepanjang waktu. Air putih, di sisi lain, langsung diserap dan dengan cepat dikeluarkan melalui urine. Inilah yang membuat beberapa minuman lain menawarkan hidrasi yang lebih tahan lama.

Susu, Si Juara Tak Terduga

Hasil penelitian menunjukkan bahwa susu, baik susu sapi biasa maupun susu cokelat, menempati posisi teratas dalam skala indeks hidrasi. Kandungan laktosa, protein, dan lemak di dalamnya membantu tubuh menahan cairan lebih lama. Tak heran jika banyak atlet kini mengganti minuman olahraga kemasan dengan susu cokelat setelah latihan berat. "Dulu saya selalu minum minuman isotonik. Sekarang saya memilih susu cokelat karena rasanya enak dan membuat tubuh terasa lebih segar," ujar Rina, yang rutin berlari maraton.

Selain susu, minuman lain yang mengejutkan banyak orang adalah air kelapa. Kaya akan elektrolit alami seperti kalium dan natrium, air kelapa bekerja seperti minuman olahraga alami tanpa tambahan gula buatan. Lalu ada pula larutan rehidrasi oral atau ORS yang biasa digunakan untuk mengatasi diare. Campuran air, gula, dan garam ini dirancang khusus agar cairan diserap tubuh secara optimal.

Pilihan Sehari-hari yang Menghidrasi

Anda tidak perlu menjadi atlet untuk menikmati manfaat minuman-minuman ini. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa memilih teh tanpa gula, jus buah segar tanpa pemanis tambahan, atau bahkan sup hangat yang kaya cairan. Perlu diingat, kuncinya adalah keseimbangan. Minuman dengan tambahan gula berlebih justru dapat memperburuk dehidrasi karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk mengolahnya.

Ahli gizi menyarankan untuk tetap menjadikan air putih sebagai minuman utama, tetapi tidak ragu melengkapinya dengan variasi lain saat tubuh membutuhkan pemulihan ekstra, misalnya setelah berolahraga, saat cuaca panas, atau ketika sedang sakit. Kombinasi inilah yang menjaga tubuh tetap prima sepanjang hari.

Bukan Pengganti, Melainkan Pelengkap

Penting untuk ditegaskan bahwa temuan ini tidak bertujuan merendahkan peran air putih. Air putih tetap menjadi pilihan paling murah, paling mudah didapat, dan bebas kalori. Namun dengan memahami ilmu di balik hidrasi, kita bisa membuat keputusan yang lebih cerdas untuk tubuh kita. Di saat tubuh kelelahan, keputusan kecil seperti memilih segelas susu hangat atau air kelapa bisa membawa perubahan besar. Seperti yang dialami Rina, perubahan sederhana itu membuat setiap langkah larinya terasa lebih ringan dan penuh semangat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User