Aug 25, 2026
entertainment

Jannabi Kirim Donasi untuk Korban Gempa NTT

Di sebuah ruang latihan kecil di Seoul, ketika musim dingin tengah menggigit, kelima personel Jannabi duduk dalam hening menatap layar ponsel mereka. Yang mereka saksikan bukanlah partitur atau lirik ...

Jannabi Kirim Donasi untuk Korban Gempa NTT

Di sebuah ruang latihan kecil di Seoul, ketika musim dingin tengah menggigit, kelima personel Jannabi duduk dalam hening menatap layar ponsel mereka. Yang mereka saksikan bukanlah partitur atau lirik lagu baru, melainkan potongan video amatir yang beredar luas: rumah-rumah yang dindingnya retak, jalanan yang terbelah, dan tangis anak-anak yang menggema dari sebuah pulau yang berjarak ribuan kilometer dari Korea Selatan. Pulau itu bernama Flores, di Nusa Tenggara Timur, dan di sanalah ribuan mimpi sederhana tengah berjuang untuk bangkit kembali.

Ketika Bumi Flores Bergetar

Perjalanan duka itu bermula pada penghujung tahun 2021, ketika gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang perairan Laut Flores. Getarannya terasa hingga ke daratan, meruntuhkan rumah-rumah, sekolah, dan tempat ibadah dalam hitungan detik. Di sudut-sudut desa yang selama ini tenang, warga yang kehilangan tempat tinggal harus bertahan di bawah tenda darurat, menunggu uluran tangan dari siapa pun yang bersedia datang.

Bagi masyarakat NTT, gempa itu bukan sekadar angka magnitudo di layar televisi. Ia adalah kisah tentang seorang ibu yang kehilangan dapur kecilnya, seorang nelayan yang perahunya hancur, dan anak-anak yang harus belajar di bawah terik matahari karena atap kelas mereka runtuh. Di tengah kepiluan itu, kabar baik datang dari arah yang tak terduga: dari sebuah band indie asal negeri Ginseng yang selama ini akrab di telinga para pecinta musik Indonesia.

Donasi yang Menyeberangi Laut

Kabar musibah itu akhirnya sampai ke telinga Jannabi, grup musik yang dikenal lewat lagu-lagu hangat seperti "For Lovers Who Hesitate" dan "A Thought on an Autumn Night". Alih-alih hanya ikut berduka dari kejauhan, mereka memilih untuk bergerak. Melalui unggahan resmi agensi mereka, flabbergastproductions, Jannabi mengumumkan telah menyalurkan donasi untuk para korban gempa NTT. Sebuah langkah yang mungkin tampak sederhana, tetapi bagi mereka yang menerimanya, maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar nominal angka.

Yang menyentuh dari gestur ini bukan hanya besarannya, melainkan ketulusan di baliknya. Jannabi dikenal sebagai band yang kerap berbicara tentang kerinduan, kehilangan, dan harapan dalam setiap bait lagunya. Kini, pesan itu mereka wujudkan dalam tindakan nyata: sebuah pelukan hangat yang dikirim menyeberangi lautan, untuk orang-orang yang belum pernah mereka temui. Di balik layar, keputusan itu diambil dengan perasaan yang dalam, sebagaimana lagu-lagu mereka yang selalu lahir dari momen-momen paling manusiawi.

Musik yang Merajut Jarak

Kabar donasi itu seketika memicu gelombang haru di kalangan penggemar Indonesia. Unggahan flabbergastproductions dibanjiri komentar dukungan dan doa, banyak di antaranya ditulis dalam bahasa Indonesia. "Terima kasih sudah mengingat kami," tulis seorang warganet asal Kupang. "Dari Pulau Flores, kami merasa tidak sendiri." Momen mengharukan ini menunjukkan bahwa musik tidak pernah mengenal batas negara, bahasa, maupun laut yang memisahkan.

Bagi banyak orang, Jannabi selama ini identik dengan suara yang menenangkan di tengah malam-malam sepi. Kini, mereka menjadi lebih dari sekadar penyanyi: mereka adalah sahabat yang hadir saat duka datang. Perjalanan mereka membuktikan bahwa empati tidak memerlukan kedekatan geografis. Sebuah lagu tentang kerinduan, yang dinyanyikan dalam bahasa yang berbeda, ternyata bisa sampai ke hati seseorang di ujung timur Indonesia dan berubah menjadi uluran tangan yang menyelamatkan.

Inspirasi yang Tak Berhenti di Sana

Kisah Jannabi ini mengingatkan kita bahwa kepedulian tidak selalu harus datang dalam skala besar. Kadang, yang paling menyentuh adalah langkah kecil yang diambil dengan sepenuh hati. Bagi para korban gempa NTT, donasi itu mungkin menjadi satu alasan untuk tersenyum di tengah puing-puing. Bagi Jannabi, ini adalah pengingat bahwa musik yang mereka ciptakan di ruang latihan kecil itu ternyata mampu menjangkau lebih jauh dari yang pernah mereka bayangkan.

Di tengah proses pemulihan yang masih panjang, warga NTT terus bangkit dengan kekuatan dan ketabahan yang luar biasa. Dan di antara tenda-tenda darurat serta rumah-rumah yang sedang dibangun kembali, ada satu hal yang tak pernah runtuh: harapan. Harapan bahwa masih ada orang-orang baik di negeri seberang yang peduli, bahwa duka tidak harus ditanggung sendiri, dan bahwa setiap air mata yang jatuh akan digantikan oleh semangat untuk memulai kembali. Jannabi, dengan caranya yang sederhana namun menyentuh, telah menjadi bagian dari kisah kebangkitan itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User