Topan Bavi Guncang Okinawa, Tiongkok Keluarkan Peringatan Oranye

Okinawa, pulau tropis di selatan Jepang, mendadak berubah menjadi kawasan yang diselimuti angin kencang dan hujan deras pada Senin pagi. Ratusan penumpang pesawat terpaku di bandara Naha, menyaksikan ...

Jul 12, 2026 - 18:03
0 0

Okinawa, pulau tropis di selatan Jepang, mendadak berubah menjadi kawasan yang diselimuti angin kencang dan hujan deras pada Senin pagi. Ratusan penumpang pesawat terpaku di bandara Naha, menyaksikan layar informasi yang dipenuhi status "penerbangan dibatalkan". Topan Bavi, yang terbentuk di Samudra Pasifik barat, telah mencapai kekuatan yang cukup untuk melumpuhkan sistem transportasi udara di prefektur tersebut, sekaligus memicu peringatan di sejumlah negara tetangga.

Badan Meteorologi Jepang mencatat, kecepatan angin di pusat badai mencapai 150 kilometer per jam dengan hembusan hingga 180 km/jam. Posisi topan itu sekitar 200 kilometer di selatan-tenggara pulau utama Okinawa, bergerak ke utara-barat laut dengan kecepatan 15 km/jam. Diperkirakan, hujan lebat dan gelombang tinggi akan terus melanda wilayah tersebut hingga Selasa dini hari.

Bandara Naha Lumpuh, Ribuan Penumpang Terdampak

Di Bandara Naha, pusat penerbangan sipil di Okinawa, manajemen maskapai All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL) terpaksa membatalkan sedikitnya 120 penerbangan domestik dan internasional. Kepala Operasi Bandara Naha, Takeshi Yamamoto, menyatakan kepada media setempat bahwa keputusan pembatalan diambil demi keselamatan penumpang. "Kami tidak ingin mengambil risiko, terutama pada jam-jam puncak embusan angin," ujarnya.

Salah satu penumpang, Yuki Tanaka (34), yang hendak terbang ke Tokyo untuk urusan bisnis, hanya bisa duduk di bangku terminal sambil memeluk tas. "Saya sudah menginap di sini semalaman karena hotel di sekitar bandara penuh. Sekarang semua penerbangan pagi juga batal. Saya hanya bisa pasrah," tuturnya dengan suara pelan. Hingga siang hari, ribuan orang masih tertahan di terminal, sementara pihak bandara menyediakan makanan ringan dan selimut darurat.

Dampak topan tidak hanya terasa di udara. Layanan feri yang menghubungkan pulau-pulau di Okinawa juga dihentikan sementara. Otoritas setempat memperingatkan risiko tanah longsor di wilayah pegunungan dan meminta warga pesisir untuk menjauhi pantai karena gelombang bisa mencapai lima meter.

Peringatan Oranye di Tiongkok, Evakuasi Mulai Digulirkan

Menyeberang ke Laut China Timur, pemerintah Tiongkok tidak tinggal diam. Pusat Meteorologi Nasional (NMC) mengeluarkan peringatan oranye—sinyal kedua tertinggi dalam sistem peringatan empat warna—untuk badai yang mendekati wilayah pesisir timur. Peringatan ini menandakan bahwa topan dapat menyebabkan kerusakan signifikan dalam waktu 24 jam.

Kota-kota seperti Shanghai, Ningbo, dan Wenzhou langsung bersiaga. Kapal-kapal nelayan diminta segera kembali ke pelabuhan, sementara evakuasi warga di daerah rawan sudah dimulai di pesisir Zhejiang. "Kami telah menyiapkan 800 titik pengungsian dan mengaktifkan 1.200 personel darurat," ujar seorang pejabat biro manajemen darurat Zhejiang. Sekolah-sekolah di kawasan yang berpotensi langsung dihantam badai diliburkan pada Selasa.

Di Shanghai, berlayar di Sungai Huangpu dihentikan sementara, dan sejumlah jembatan utama ditutup untuk mengantisipasi angin kencang. Sementara itu, Komisi Regulasi Energi Nasional memastikan stok bahan bakar dan perbaikan jaringan listrik cadangan telah disiagakan.

Taiwan dan Filipina: Selain Banjir, Tanah Longsor Jadi Ancaman Utama

Biarpun pusat Topan Bavi diperkirakan tidak akan langsung menghantam daratan Taiwan, biro cuaca pulau itu tetap mengeluarkan peringatan maritim. Hujan deras diatur turun di wilayah timur dan utara—terutama di Hualien dan Yilan—yang dikenal rawan tanah longsor. Menyusul kejadian serupa pada tahun lalu di mana puluhan rumah tertimbun lumpur, otoritas setempat langsung memotong akses ke desa-desa terpencil dan mendirikan posko siaga di kaki gunung.

"Kami belajar dari pengalaman pahit. Sekarang, begitu ada peringatan hujan ekstrem 300 milimeter, kami langsung memindahkan penduduk ke tempat aman," kata Lin Wei-cheng, seorang petugas di distrik Xiulin, Hualien. Bantuan logistik berupa beras dan selimut sudah terdistribusi ke beberapa pegunungan Alishan dan Shei-Pa.

Di Filipina, meskipun Badan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) tidak mengeluarkan sinyal topan secara langsung, tetapi peningkatan curah hujan di wilayah Luzon utara memicu ancaman banjir bandang. Sungai-sungai di Cagayan dan Ilocos Norte mulai meluap, dan sekitar 200 keluarga dari daerah aliran sungai sudah mengungsi ke pusat-pusat evakuasi.

Sementara itu, di Teluk Davao, nelayan enggan melaut karena tinggi gelombang yang tak menentu. "Ini sudah mencari makan kami, tapi nyawa lebih penting," kata seorang nelayan tua di pesisir Mati, sambil menambatkan perahunya erat-erat.

Jejak Topan dan Kolaborasi Regional

Topan Bavi menjadi fenomena cuaca kelima dalam musim topan Pasifik tahun ini yang mencapai kategori "topan kuat". Para ahli meteorologi mengingatkan bahwa meski puncak badai diperkirakan mereda setelah memasuki Laut Kuning, sisa-sisa hujannya masih bisa menyebabkan banjir susulan di semenanjung Korea dan Rusia Timur Jauh.

Menariknya, sistem peringatan dini terpadu antara negara-negara di kawasan menunjukkan kemajuan. Jepang dan Tiongkok secara rutin bertukar data jalur topan, sementara Taiwan dan Filipina memonitor lewat pusat bersama. Lembaga-lembaga kemanusiaan seperti Palang Merah telah mengerahkan relawan di semua lokasi potensial, bersiap mengirimkan bantuan air bersih dan obat-obatan.

"Topan tidak mengenal batas negara. Meskipun ada ketegangan politik, dalam situasi darurat seperti ini kami bekerja berdampingan," ujar seorang diplomat ASEAN yang enggan disebut namanya, merujuk pada koordinasi bantuan kemanusiaan.

Di Okinawa sendiri, setelah angin mulai sedikit mereda pada Senin malam, para teknisi bandara mulai membersihkan landasan pacu dari puing-puing dan genangan air. Petugas berharap penerbangan bisa kembali normal pada Rabu pagi. Namun bagi banyak orang yang tertunda, momen mencekam menunggu di terminal yang remang-remang akibat pemadaman listrik sesekali, akan menjadi kenangan tersendiri tentang ketangguhan menghadapi amukan alam.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User