Aug 25, 2026
entertainment

The Suicide Squad Tayang di Trans TV: Ketika Para Buangan Bermimpi Pulang

Di sebuah ruang keluarga yang temaram, televisi menyala seperti jendela kecil menuju dunia lain. Malam ini, Selasa, 4 Agustus 2026, jendela itu terbuka lebar. Bioskop Trans TV menghadirkan The Suicide...

The Suicide Squad Tayang di Trans TV: Ketika Para Buangan Bermimpi Pulang

Di sebuah ruang keluarga yang temaram, televisi menyala seperti jendela kecil menuju dunia lain. Malam ini, Selasa, 4 Agustus 2026, jendela itu terbuka lebar. Bioskop Trans TV menghadirkan The Suicide Squad, sebuah film yang diam-diam menyimpan kisah paling manusiawi di balik gemuruh ledakan, hujan peluru, dan tawa yang pecah di tengah kekacauan. Ini bukan sekadar tontonan laga. Ini adalah cerita tentang orang-orang yang dibuang oleh dunia — dan berjuang, dengan caranya masing-masing yang berantakan, untuk merasa berarti sekali saja dalam hidup mereka.

Film garapan sutradara James Gunn yang dirilis pada 2021 ini membawa kembali Margot Robbie sebagai Harley Quinn, tokoh yang ia hidupkan dengan campuran kegilaan dan kerapuhan yang sulit dilupakan. Ia tidak sendirian. Ada Idris Elba sebagai Bloodsport, John Cena sebagai Peacemaker, Daniela Melchior sebagai Ratcatcher 2, David Dastmalchian sebagai Polka-Dot Man, serta Sylvester Stallone yang mengisi suara King Shark. Nama-nama besar, ya. Namun yang membuat film ini membekas justru bukan bintangnya, melainkan luka-luka kecil yang dibawa setiap karakternya.

Misi Bunuh Diri di Pulau Bernama Corto Maltese

Kisah bermula dari penjara Belle Reve, tempat para penjahat super mendekam dengan satu harapan tipis: pengurangan hukuman. Amanda Waller, sang arsitek dingin di balik layar, menawarkan kesepakatan yang kejam. Bergabunglah dengan Task Force X, atau bom nano yang ditanam di tengkorak akan meledak. Tidak ada pilihan ketiga.

Misi mereka terdengar mustahil: menyusup ke pulau Corto Maltese yang baru saja diguncang kudeta, lalu menghancurkan Jotunheim, sebuah menara laboratorium tua yang menyimpan rahasia bernama Proyek Starfish. Di balik pintu baja fasilitas itu bersembunyi Starro, makhluk raksasa dari luar angkasa yang mampu mengendalikan pikiran manusia. Sejak awal, misi ini memang dirancang agar tidak semua orang pulang dengan selamat. Mereka bukan pahlawan. Mereka adalah orang-orang yang dianggap bisa dikorbankan.

Namun di situlah letak keindahan ceritanya. Ketika negara dan sistem memperlakukan mereka sebagai sampah, justru di antara sesama buangan itulah mereka menemukan sesuatu yang menyerupai keluarga.

Harley Quinn dan Keberanian untuk Berdiri Sendiri

Ada satu momen mengharukan yang datang dari arah tak terduga: Harley Quinn. Ditangkap oleh sang diktator Corto Maltese, Silvio Luna, Harley justru dilamar dan dimanjakan bak ratu. Untuk sesaat, penonton diajak bermimpi bersamanya — mimpi tentang rumah, anak-anak, dan hidup yang tenang. Mimpi sederhana yang selama ini tak pernah benar-benar ia miliki.

Lalu mimpi itu ia akhiri dengan tangannya sendiri. Bukan karena kejam, melainkan karena ia akhirnya belajar membaca tanda bahaya pada pria yang mendekatinya. Perjalanan Harley dalam film ini adalah perjalanan seorang perempuan yang bangkit dari pola lama, yang memilih kebebasan meski harus sendirian. Adegan pelariannya — penuh warna, bunga, dan darah — terasa seperti perayaan kecil bagi siapa pun yang pernah berjuang melepaskan diri dari hubungan yang melukai.

Ratcatcher 2, Sebastian, dan Makhluk-Makhluk yang Terbuang

Jika film ini punya jantung, jantung itu bernama Cleo Cazo, sang Ratcatcher 2. Ia tumbuh di jalanan bersama ayahnya, dengan tikus-tikus sebagai satu-satunya teman. Kepada ayahnya, ia pernah bertanya mengapa mereka memilih tikus. Jawaban sang ayah menjadi salah satu kalimat paling menyentuh dalam film ini:

"Tikus adalah makhluk paling hina dan paling dibenci di dunia, sayang. Kalau mereka saja punya tujuan, maka kita semua juga punya."

Kalimat itu mengubah segalanya. Tiba-tiba, tikus kecil bernama Sebastian yang selalu setia di pundaknya bukan lagi hewan pengerat, melainkan simbol harapan bagi setiap orang yang pernah merasa tidak diinginkan. Di adegan puncak, ketika Starro mengamuk dan kota hancur, Cleo memanggil jutaan tikus dari seluruh penjuru Valle Del Mar — dan makhluk-makhluk kecil yang selama ini diinjak dan diusir itulah yang menyelamatkan semua orang. Sulit untuk tidak menitikkan air mata menyaksikannya.

Hal serupa terasa pada Polka-Dot Man, yang memandang setiap orang sebagai wajah ibunya yang menyiksanya di masa kecil, juga pada King Shark yang kesepian dan hanya ingin punya teman. Bahkan Bloodsport, pria sekeras baja, menyimpan ketakutan masa kecil pada tikus dan kerinduan yang rumit pada putrinya, Tyla. Di tengah misi berdarah itu, ia perlahan belajar menjadi ayah — lewat caranya yang canggung, lewat keberaniannya memeluk seekor tikus kecil.

Malam Ini, Sebuah Undangan untuk Memaafkan

Pada akhirnya, The Suicide Squad adalah kisah tentang kesempatan kedua. Tentang orang-orang yang dicap buruk seumur hidupnya, lalu diberi satu malam untuk membuktikan bahwa mereka bisa memilih kebaikan. Ketika Bloodsport akhirnya berani menentang Amanda Waller demi menyelamatkan warga sipil yang tak berdosa, ia tidak sedang menjadi penjahat yang baik. Ia sedang menjadi manusia yang utuh.

Jadi, siapkan camilan hangat dan duduklah lebih dekat dengan keluarga malam ini. Bioskop Trans TV menayangkan The Suicide Squad pada 4 Agustus 2026 — sebuah tontonan yang akan membuat Anda tertawa, tegang, dan mungkin, tanpa sadar, terenyuh oleh sekelompok penjahat yang hanya ingin pulang. Pastikan untuk mengecek jadwal siaran televisi Anda agar tidak melewatkan momen serunya sejak menit pertama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User