Aug 25, 2026
entertainment

Ariana Grande Buka Suara: Alasan di Balik Hiatus Setelah Tur

Di balik kilau panggung dan sorak penonton, ada momen hening yang jarang terlihat. Di sebuah ruangan hotel yang sunyi, setelah gemuruh tepuk tangan mereda, Ariana Grande duduk merenung. Pelantun "We C...

Ariana Grande Buka Suara: Alasan di Balik Hiatus Setelah Tur

Di balik kilau panggung dan sorak penonton, ada momen hening yang jarang terlihat. Di sebuah ruangan hotel yang sunyi, setelah gemuruh tepuk tangan mereda, Ariana Grande duduk merenung. Pelantun "We Can't Be Friends" itu baru saja menyelesaikan tur dunia Eternal Sunshine yang melelahkan, namun di balik senyum manisnya, tersimpan keputusan besar yang tak banyak orang tahu. Dalam sebuah wawancara yang jujur, ia mengisahkan alasan di balik hiatus yang diambilnya setelah tur panjang tersebut.

Perjalanan tur yang membawanya ke berbagai negara memang terasa seperti mimpi yang menjadi nyata. Namun, di balik layar, ada perjuangan yang tak terlihat. Ariana mengaku bahwa tekanan fisik dan mental selama tur membuatnya harus berhenti sejenak. "Aku merasa seperti kehilangan diriku sendiri di tengah keramaian," ujarnya dengan suara bergetar. Momen mengharukan itu menjadi titik balik dalam hidupnya.

Menemukan Kembali Diri di Tengah Kelelahan

Bagi Ariana, hiatus bukan sekadar istirahat, melainkan perjalanan untuk menemukan kembali jati dirinya. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ritme yang padat: rekaman, wawancara, konser, dan sorotan media. Namun, setelah tur Eternal Sunshine usai, ia merasa ada kekosongan yang tak bisa diisi oleh tepuk tangan. "Aku sadar, aku telah memberikan segalanya untuk orang lain, tapi lupa merawat diriku sendiri," katanya sambil menahan air mata.

Keputusan ini bukanlah hal yang mudah. Banyak yang mengira ia akan langsung merilis album baru atau tampil di festival besar. Namun, Ariana memilih jalan yang lebih sederhana: kembali ke rumah, menghabiskan waktu bersama keluarga, dan menikmati hal-hal kecil yang selama ini terlewatkan. "Aku rindu bangun pagi tanpa alarm, minum kopi di teras, dan mendengarkan suara burung tanpa harus berpikir tentang jadwal latihan," tuturnya dengan senyum tipis.

Perjuangan Mental yang Tersembunyi

Di balik popularitasnya, Ariana menyimpan perjuangan yang tak banyak diketahui publik. Ia mengakui bahwa kecemasan dan tekanan untuk selalu tampil sempurna sempat membuatnya merasa terjebak. "Ada hari-hari di mana aku menangis di kamar mandi sebelum naik panggung. Aku berpura-pura kuat, padahal hatiku hancur," ungkapnya. Kisah ini menyentuh banyak penggemar yang selama ini melihatnya sebagai sosok yang selalu ceria dan energik.

Hiatus ini menjadi momen untuk menyembuhkan luka batin yang selama ini ia pendam. Ariana mulai menjalani terapi, bermeditasi, dan menulis jurnal. Ia juga belajar untuk berkata "tidak" pada tawaran yang tidak sejalan dengan kebutuhannya. "Aku ingin bangkit dengan cara yang lebih sehat, bukan hanya untuk karier, tapi untuk diriku sendiri," tegasnya.

Harapan dan Mimpi di Masa Depan

Meski mengambil jeda, Ariana menegaskan bahwa ini bukan akhir dari perjalanan musiknya. Ia masih memiliki mimpi untuk berkarya, namun dengan cara yang lebih bermakna. "Aku ingin membuat musik yang lahir dari kebahagiaan, bukan dari tekanan," katanya. Ia juga berencana untuk lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental.

Bagi para penggemar yang mungkin kecewa dengan keputusan ini, Ariana berpesan agar mereka memahami bahwa ini adalah bagian dari proses menjadi manusia. "Kita semua butuh waktu untuk bernapas. Ini bukan perpisahan, tapi jeda untuk kembali dengan versi terbaik dari diriku," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

"Aku ingin bangkit dengan cara yang lebih sehat, bukan hanya untuk karier, tapi untuk diriku sendiri."

Kisah Ariana Grande ini menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa di balik kesuksesan, ada perjuangan yang tak terlihat. Keputusannya untuk berhenti sejenak dan merawat diri adalah pengingat bahwa kesehatan mental adalah hal yang paling berharga. Di tengah dunia yang serba cepat, ia memilih untuk melambat dan mendengarkan suara hatinya. Dan mungkin, itulah keberanian terbesar yang bisa ia tunjukkan kepada dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User