Oct 10, 2026
Hukum

Sulteng dan DKI Jakarta Punya Pola Anggaran Pendidikan Berbeda

Isu anggaran pendidikan selalu menarik untuk dibedah, terutama ketika dua provinsi dengan karakteristik berbeda dihadapkan pada data yang sama. Redaksi Ber

Sulteng dan DKI Jakarta Punya Pola Anggaran Pendidikan Berbeda

Isu anggaran pendidikan selalu menarik untuk dibedah, terutama ketika dua provinsi dengan karakteristik berbeda dihadapkan pada data yang sama. Redaksi Beritaseputar.com melakukan riset sederhana dengan menyandingkan angka-angka resmi dari dua provinsi: DKI Jakarta dan Sulawesi Tengah. Hasilnya cukup mengejutkan, karena keduanya ternyata menerapkan pendekatan yang sangat berbeda dalam mengelola sektor pendidikan.

Data yang dihimpun dari situs resmi kedua provinsi pada akhir September 2026 menunjukkan potret yang kontras. Provinsi Sulawesi Tengah, misalnya, mencatatkan anggaran fungsi pendidikan pada tahun 2025 sebesar Rp1.390.901.142.723 atau sekitar Rp1,39 triliun. Angka ini kemudian dibandingkan dengan total belanja APBD tahun 2026 yang mencapai ± Rp4,931 triliun.

Berani Cerdas: Program Andalan Sulteng

Salah satu program yang menonjol di Sulawesi Tengah adalah Berani Cerdas. Program ini mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2025, alokasi dana untuk program ini tercatat Rp178.837.000.000. Sementara pada 2026, angkanya melonjak menjadi Rp355.261.000.000. Artinya, ada kenaikan sebesar Rp176.424.000.000 atau hampir dua kali lipat dalam satu tahun.

Jika membuka dokumen APBD tahun 2025, rincian alokasi Berani Cerdas dapat ditemukan dengan jelas. Beberapa pos pengeluaran utama antara lain:

  • Beasiswa mahasiswa: sekitar Rp84,042 miliar
  • SPP siswa dari keluarga ekonomi lemah: sekitar Rp1,09 miliar
  • Beasiswa Cerdas Istimewa/Bakat Istimewa: Rp4,34 miliar
  • UKK dan Prakerin SMK: Rp39,95 miliar

Pola ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah cenderung fokus pada program bantuan langsung kepada siswa dan mahasiswa. Pendekatan ini menyasar kelompok sasaran secara spesifik, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Setiap daerah punya prioritasnya sendiri. Yang penting, anggaran pendidikan benar-benar sampai ke penerima manfaat," ujar seorang pengamat kebijakan publik yang enggan disebutkan namanya.

DKI Jakarta: Pendekatan yang Berbeda

Di sisi lain, DKI Jakarta dikenal memiliki anggaran pendidikan yang jauh lebih besar. Sebagai provinsi dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi di Indonesia, Jakarta memiliki ruang fiskal yang lebih leluasa. Namun, pola belanjanya tidak selalu identik dengan Sulawesi Tengah. Jakarta lebih banyak mengalokasikan dana untuk infrastruktur sekolah, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kualitas guru.

Perbandingan ini bukan untuk menentukan siapa yang lebih baik, melainkan untuk memahami bahwa setiap provinsi memiliki tantangan dan kapasitas fiskal yang berbeda. Sulawesi Tengah dengan APBD yang relatif lebih kecil harus memilih program yang paling berdampak langsung. Sementara Jakarta dengan sumber daya melimpah bisa melakukan intervensi yang lebih luas dan berlapis.

Yang menarik, kenaikan anggaran Berani Cerdas di Sulteng menunjukkan komitmen politik yang kuat terhadap pendidikan. Ini adalah sinyal positif di tengah banyak daerah yang justru menurunkan alokasi pendidikan.

Pelajaran dari Dua Provinsi

Dari riset sederhana ini, ada beberapa catatan penting. Pertama, transparansi data anggaran masih menjadi pekerjaan rumah. Tidak semua daerah menyajikan rincian pos belanja secara mudah diakses publik. Kedua, perbandingan antarprovinsi sebaiknya tidak hanya melihat besaran angka, tetapi juga efektivitas dan ketepatan sasaran.

Ketiga, program seperti Berani Cerdas bisa menjadi contoh bagi daerah lain dengan karakteristik serupa. Fokus pada beasiswa dan bantuan langsung memang tidak semewah pembangunan gedung, tetapi dampaknya bisa lebih terasa bagi masyarakat kecil.

Redaksi akan terus menelusuri data dan fakta di lapangan untuk memastikan bahwa anggaran pendidikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. Karena pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh disalahgunakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User