Oct 13, 2026
entertainment

Sop Buah, Kejutan Segar di Meja Berbuka Keluarga

Di sudut dapur rumahnya yang berukuran 3x4 meter, Sari Wulandari (34) sibuk memotong buah semangka menjadi kubus-kubus kecil. Tangan perempuan asal Bekasi itu bergerak cepat, sesekali menyeka keringat...

Sop Buah, Kejutan Segar di Meja Berbuka Keluarga

Di sudut dapur rumahnya yang berukuran 3x4 meter, Sari Wulandari (34) sibuk memotong buah semangka menjadi kubus-kubus kecil. Tangan perempuan asal Bekasi itu bergerak cepat, sesekali menyeka keringat di dahi. Hari itu, ia menyiapkan menu berbuka untuk keluarganya. Bukan kolak, bukan es campur. Sari memilih sop buah, minuman sederhana yang katanya menyimpan memori masa kecil.

"Ini bukan sekadar minuman. Bagi saya, sop buah itu cara pulang ke rumah," ujarnya lirih, matanya berkaca-kaca. Ia mengenang mendiang ibunya yang selalu menyiapkan sop buah setiap Ramadan di meja makan. Kini, giliran Sari yang meneruskan tradisi itu untuk anak dan suaminya.

Berawal dari Keterbatasan, Menjadi Hidangan Wajib

Sop buah memang bukan hidangan mewah. Bahan-bahannya sederhana: semangka, melon, apel, anggur, dan nangka. Ditambah sirop merah, susu kental manis, dan es serut. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan perjuangan panjang sebuah keluarga. Sari mengisahkan, dulu ibunya harus menabung berhari-hari hanya untuk membeli buah anggur. Bahkan ketika uang tinggal sedikit, sang ibu tetap memaksa membuat sop buah dengan bahan seadanya.

"Ibu bilang, adalah lebih baik berbuka dengan sop buah sederhana daripada tidak sama sekali. Yang penting keluarga lengkap," kenang Sari.

Kini, Sari berjuang menerapkan filosofi itu. Setiap sore menjelang magrib, ia dan dua anaknya duduk bersama di dapur, memotong buah sambil bercerita. Momen mengharukan itu menjadi terapi bagi keluarga kecilnya yang sibuk.

Praktis, Sehat, dan Penuh Makna

Dari sisi kesehatan, sop buah memang masuk akal. Dokter gizi klinis Rumah Sakit Umum Bekasi, dr. Rina Anggraini, menyebutkan bahwa buah-buahan segar membantu menggantikan cairan dan gula alami yang hilang setelah seharian berpuasa. "Kandungan air dan seratnya membantu pencernaan kembali bekerja tanpa membebani lambung," jelasnya. Namun, ia mengingatkan agar tak berlebihan menambahkan sirop atau susu kental manis.

Bagi Sari, mengatur takaran justru jadi bagian dari perjalanan kreativitas. Ia mulai mengurangi sirop dan menggantinya dengan madu. Kadang ia menambahkan chia seed atau potongan kelapa muda. "Anak saya yang paling kecil bilang, sop buah buatan ibu lebih enak dari yang dijual," ujarnya tersenyum bangga.

Tak hanya di rumah. Sop buah juga menjadi jembatan sosial. Di kompleks perumahannya, Sari kerap membuat sop buah dalam jumlah besar untuk dibagikan ke tetangga. Air mata haru tak terbendung ketika seorang tetangga lanjut usia mengatakan bahwa sop buah itu mengingatkannya pada almarhum istrinya. "Dari situ saya sadar, minuman sederhana bisa menyentuh hati banyak orang," katanya.

Momen Mengharukan di Balik Meja Berbuka

Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi Sari. Ia memutuskan untuk mengajak para ibu di lingkungannya membuat sop buah bersama di masjid. Puluhan wadah plastik berisi sop buah tersusun rapi, siap dibagikan kepada jamaah dan anak-anak yatim. "Saya ingin mereka merasakan apa yang saya rasakan dulu. Ada kehangatan yang tidak bisa dibeli dengan uang," ucapnya.

Ketika adzan magrib berkumandang, Sari menyodorkan mangkuk sop buah kepada suami dan anak-anaknya. Mereka menyantapnya dalam diam, sesekali tertawa kecil. Di sudut ruangan, Sari menyeka sudut matanya. Bukan karena sedih, melainkan karena bahagia. "Rasanya seperti ibu masih ada di sini," bisiknya.

Kisah Sari mungkin hanya satu dari ribuan cerita serupa. Sop buah, minuman yang kerap dianggap biasa, ternyata mampu menjadi perekat keluarga, pengingat kenangan, dan simbol perjuangan sederhana. Dalam setiap suapan, ada doa, ada air mata, dan ada cinta yang tak pernah habis. Bagi Sari dan keluarganya, sop buah bukan sekadar minuman buka puasa. Ia adalah rumah yang selalu bisa dipulangin.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User