Oct 13, 2026
entertainment

Saat NOAH Syuting Video Klip Wanitaku Tanpa Uki

Jakarta Selatan, Kamis siang itu, 25 Juli 2019. Di salah satu sudut Musica Studio, gulungan kabel membelit lantai, lampu sorot dipasang satu per satu, dan seorang kru sibuk membetulkan posisi kamera u...

Saat NOAH Syuting Video Klip Wanitaku Tanpa Uki

Jakarta Selatan, Kamis siang itu, 25 Juli 2019. Di salah satu sudut Musica Studio, gulungan kabel membelit lantai, lampu sorot dipasang satu per satu, dan seorang kru sibuk membetulkan posisi kamera untuk kesekian kalinya. Di tengah ruangan yang sengaja dibuat senyap itu, tiga orang berdiri berdekatan: Ariel, David, dan Lukman. Mereka datang untuk satu urusan yang sudah lama dinanti banyak orang — merekam video klip untuk single berjudul 'Wanitaku'.

Ruang yang Berubah Menjadi Panggung

Suasana pengambilan gambar berlangsung tenang, hampir seperti latihan biasa. Tidak ada kerumunan penggemar yang bersorak, tidak ada panggung megah. Yang ada hanya tim produksi yang bergerak cepat, saling memberi isyarat dengan gerakan tangan, dan tiga personel NOAH yang tampak akrab dengan irama kerja semacam itu. Setiap kali sutradara memberi aba-aba, mereka kembali ke posisi, menyesuaikan ekspresi, lalu mengulang adegan yang sama tanpa keluhan.

Bagi band yang sudah melewati perjalanan panjang, proses semacam ini bukan lagi soal kemewahan produksi. Ada kesederhanaan yang justru membuatnya terasa jujur. Satu shot bisa memakan waktu puluhan menit; satu ekspresi bisa diulang belasan kali. Di balik layar, kesabaran adalah bagian dari pekerjaan yang jarang terlihat penonton.

Tiga Wajah di Depan Kamera

Ariel, David, dan Lukman menjadi pusat perhatian hari itu. Ariel berdiri dengan gaya khasnya, sesekali menunduk sebelum kamera dinyalakan, seolah menarik napas untuk menemukan suasana hati yang tepat. David dan Lukman bergantian menempati bingkai yang telah diatur, mengikuti arahan tanpa banyak bicara. Ketiganya tampak larut dalam pekerjaan, bukan dalam sorotan.

Momen paling menarik justru terjadi di sela-sela jeda. Saat kru mengganti lensa, ketiganya sempat tertawa kecil, bertukar candaan singkat, lalu kembali serius ketika kamera bersiap. Ada kehangatan yang wajar, seperti sekumpulan orang yang sudah lama berjalan bersama dan tahu persis kapan harus bercanda, kapan harus fokus.

Ketiadaan yang Menyita Perhatian

Namun, ada satu hal yang tidak bisa diabaikan siapa pun yang menyimak jalannya syuting. Di ruangan itu, nama Uki — gitaris NOAH — tidak muncul di antara ketiga personel yang bergantian berdiri di depan kamera. Kursi yang biasa kosong, posisi yang biasa diisi, hari itu hanya diisi oleh tiga orang dan sejumlah kru yang lalu-lalang.

Ketiadaan itu menjadi tanda tanya yang menggantung, terutama bagi penggemar yang terbiasa melihat formasi lengkap. Tak ada penjelasan panjang yang disampaikan dalam proses pengambilan gambar. Yang tampak hanya arus pekerjaan yang terus berjalan, seolah produksi memang telah disiapkan untuk tiga orang sejak awal.

Perjalanan Panjang Sebuah Lagu

Rekaman di Musica Studio itu bukan sekadar urusan teknis. Bagi sebuah band yang telah melewati berbagai fase — dari panggung kecil, pergantian personel, hingga sorotan nasional — memilih membuat video klip adalah bentuk kesetiaan pada karya. Lagu 'Wanitaku' mendapat ruang visualnya sendiri, sesuatu yang tidak selalu terjadi pada setiap rilisan.

Di luar ruangan, hari terus berjalan seperti biasa. Orang-orang melintas tanpa tahu bahwa di dalam sebuah studio di Jakarta Selatan, sebuah babak kecil sedang ditulis. Tidak ada air mata, tidak ada kehebohan. Hanya kamera yang terus merekam, lampu yang menyala, dan tiga orang yang berusaha menampilkan versi terbaik dari lagu mereka.

Syuting hari itu akhirnya menjadi catatan tersendiri: sebuah momen sederhana, penuh kerja keras yang tak selalu terlihat, dan sebuah pertanyaan yang masih menunggu jawaban tentang sosok yang absen. Di dunia musik, cerita di balik layar kadang jauh lebih menyentuh daripada apa yang tampil di layar. Dan siang itu, di Musica Studio, satu bagian dari cerita itu selesai direkam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User