Ruben Onsu Kembali Ingatkan Batasan pada Kekasih Sarwendah

Di sebuah ruang keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anaknya, Ruben Onsu merasakan getar yang berbeda. Bukan karena kebisingan tawa atau tangis buah hati, melainkan karena pem...

Jul 16, 2026 - 16:52
0 0
Ruben Onsu Kembali Ingatkan Batasan pada Kekasih Sarwendah

Di sebuah ruang keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anaknya, Ruben Onsu merasakan getar yang berbeda. Bukan karena kebisingan tawa atau tangis buah hati, melainkan karena pemandangan yang seakan meruntuhkan tembok pembatas yang selama ini susah payah ia bangun. Di sofa itu, Giorgio Antonio—pria yang kini mendampingi mantan istrinya, Sarwendah—sedang duduk dengan posisi yang menurut Ruben terlalu dekat, terlalu akrab dengan anak-anak yang darah dagingnya sendiri.

Momen-momen seperti itu bukan kali pertama terjadi. Sudah beberapa kali, Ruben harus menelan rasa tidak nyaman saat melihat interaksi antara kekasih baru Sarwendah dan kedua buah hatinya. Namun kali ini, Ruben memilih untuk tidak lagi diam. Dalam pesan yang disampaikan melalui perantara, ia menegaskan batasan yang tidak boleh lagi dilanggar. Sebuah teguran yang bukan lahir dari benci, melainkan dari dalamnya luka seorang ayah yang masih belajar menerima kenyataan bahwa rumahnya tak lagi utuh.

Bagi banyak orang, interaksi antara Giorgio dan anak-anak Ruben mungkin tampak wajar—sebatas bermain, bercengkerama, atau sekadar menemani. Namun bagi Ruben, setiap tawa yang tercipta dari momen-momen itu justru menggoreskan rasa kehilangan yang belum sepenuhnya sembuh. Ia khawatir, semakin sering hal itu terjadi, semakin kabur pula batas antara peran seorang ayah dan sosok pendatang baru di kehidupan anak-anaknya.

Dua Rumah, Dua Hati yang Masih Mencari Bentuk

Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah pada akhir 2023 bukanlah akhir dari segalanya. Di balik layar, masih tersimpan banyak perasaan yang harus dikelola dengan hati-hati, terutama ketika menyangkut dua anak yang masih berusia dini. Ruben memilih untuk tidak banyak bicara di depan publik soal proses perpisahan itu, tetapi di lingkaran terdekat, ia dikenal sebagai ayah yang sangat protektif.

Setiap kali anak-anaknya kembali dari rumah Sarwendah, Ruben seperti diliputi perasaan campur aduk. Ada rasa rindu yang langsung terobati, tapi ada pula rasa cemas yang kadang tak tertahankan ketika mendengar cerita-cerita polos dari mulut anaknya tentang "Om Giorgio". Cerita tentang permainan, tentang film yang ditonton bersama, atau tentang hal-hal sederhana yang seharusnya menjadi milik seorang ayah dan anak.

Sahabat dekat Ruben mengisahkan, di beberapa malam setelah anak-anaknya terlelap, Ruben kerap termenung sendiri di sudut kamar. Ia bukan sedang meratapi perpisahannya dengan Sarwendah, melainkan sedang berjuang menerima bahwa ada sosok lain yang perlahan mulai mengambil peran dalam keseharian anak-anaknya—meskipun itu hanya main "rumah-rumahan". Ekspresi itu ia gunakan bukan untuk merendahkan, tapi untuk menggambarkan betapa sebuah hubungan yang belum resmi seharusnya tidak menyentuh wilayah-wilayah yang terlalu domestik, terlalu intim.

Interaksi yang Menimbulkan Kekhawatiran

Beberapa sumber di lingkaran Ruben mengungkapkan bahwa kekhawatiran terbesarnya bukan pada sosok Giorgio secara personal. Ruben tidak pernah secara langsung menyatakan ketidaksukaannya terhadap kekasih Sarwendah tersebut. Namun ia merasa ada interaksi yang melampaui batas kewajaran sebagai teman dari mantan istri. Interaksi yang seharusnya bisa dihindari demi menjaga psikologis anak-anak yang masih rapuh pasca-perceraian.

Anak-anak seusia mereka, kata seorang psikolog anak yang pernah dimintai pendapat oleh tim Ruben, membutuhkan konsistensi dalam struktur keluarga. Mereka perlu memahami bahwa ayah dan ibu sudah tidak bersama, tetapi keduanya tetap hadir sebagai orang tua. Kehadiran sosok baru yang terlalu lekat dan mengambil peran "orang tua" dalam keseharian bisa menimbulkan kebingungan dan, dalam jangka panjang, konflik loyalitas pada diri anak.

Ruben bukan tidak bisa menerima bahwa suatu saat Sarwendah akan menikah lagi. Ia juga paham bahwa Giorgio adalah bagian dari hidup mantan istrinya sekarang. Namun ada hal-hal yang menurutnya harus dijaga: cara Giorgio duduk terlalu dekat dengan anak-anak, cara ia menggendong dan memberi makan, atau cara ia memposisikan diri sebagai "pengganti" saat Ruben tidak ada. Sebuah situasi yang dalam perasaan Ruben, sudah bukan lagi sekadar bermain "rumah-rumahan", melainkan membangun "rumah" baru yang belum saatnya.

Pesan Tegas di Tengah Proses Pemulihan

Melalui kuasa hukumnya, Ruben menyampaikan agar Giorgio lebih bijak dalam menempatkan diri. "Bukan berarti dia tidak boleh berinteraksi, tapi ada skala prioritas dan batasan yang harus dihargai," begitu kira-kira inti pesan yang disampaikan. Ruben tidak melarang secara mutlak, namun ia meminta agar Giorgio setop mengambil peran-peran yang semestinya masih menjadi hak seorang ayah, setidaknya sampai ada pernikahan resmi yang jelas statusnya.

Beberapa pihak menyayangkan jika teguran ini kemudian memicu ketegangan baru antara Ruben dan Sarwendah. Namun sahabat Ruben menegaskan bahwa teguran itu bukan bermaksud memutus tali silaturahmi, melainkan sekadar mengembalikan fungsi ruang keluarga yang sempat terasa menyempit. Ruben ingin anak-anaknya bahagia, bisa dekat dengan siapa saja, tapi ia juga ingin mereka tahu bahwa ayah mereka ada, selalu ada, dan tidak tergantikan oleh permainan "rumah-rumahan" semata.

Di tengah proses pemulihan yang masih panjang, Ruben Onsu memilih untuk tetap fokus pada pekerjaan dan membesarkan anak-anaknya dengan cinta yang takkan berkurang. Ia percaya, waktu akan menyembuhkan dan mendewasakan semua pihak. Sementara itu, sembari menunggu waktu itu tiba, ia hanya meminta satu hal: agar semua pihak bisa saling menjaga, agar anak-anak tumbuh dalam suasana yang jelas dan penuh ketulusan, tanpa perlu ada yang bermain peran di luar kapasitasnya.

Hingga kini, baik Giorgio maupun Sarwendah belum memberikan tanggapan resmi atas teguran itu. Namun yang jelas, kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap dunia selebritas, ada perjuangan seorang ayah yang berusaha menjaga kewarasan hati anak-anaknya. Perpisahan bisa menghancurkan banyak hal, tapi cinta seorang ayah akan selalu mencari jalan untuk berdiri tegak, meski harus melalui luka berkali-kali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User