Oct 10, 2026
Hukum

Rico Waas Revitalisasi Taman Sri Deli Jadi Ruang Publik

Medan kembali menata salah satu ruang bersejarahnya. Pemerintah Kota Medan merencanakan revitalisasi kawasan Taman Sri Deli secara bertahap, mulai tahun 20

Rico Waas Revitalisasi Taman Sri Deli Jadi Ruang Publik

Medan kembali menata salah satu ruang bersejarahnya. Pemerintah Kota Medan merencanakan revitalisasi kawasan Taman Sri Deli secara bertahap, mulai tahun 2026. Proyek ini tidak sekadar mempercantik taman, melainkan menghidupkan kembali fungsi publik kawasan yang selama ini kerap terabaikan. Dari bangunan cagar budaya, jalur pedestrian, hingga ruang bermain anak direncanakan ditata ulang agar kawasan tersebut kembali menjadi jantung aktivitas warga.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa revitalisasi ini berorientasi pada kenyamanan masyarakat, bukan sekadar estetika semata. Dalam kunjungannya pada Jumat (2/10) pagi, Rico menjelaskan bahwa pihaknya ingin kawasan Taman Sri Deli bertransformasi menjadi ruang publik yang hijau, ramah anak, sekaligus sarat nilai edukasi.

"Kita ingin kawasan ini tidak hanya tertata secara fisik, tetapi juga bisa menjadi ruang publik yang nyaman, hijau dan bermanfaat bagi masyarakat. Bangunan yang memiliki nilai sejarah tetap kita jaga, sementara fungsi kawasan kita kembangkan agar lebih hidup," ujar Rico Waas kepada wartawan.

Menjaga Sejarah, Membuka Fungsi Baru

Salah satu poin penting dari rencana ini adalah perlindungan terhadap bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Taman Sri Deli. Rico menegaskan bahwa elemen cagar budaya akan tetap dipertahankan dan dipulihkan, bukan dibongkar. Bagi Rico, sejarah kota adalah identitas yang tak boleh hilang di tengah modernisasi.

Secara paralel, fungsi kawasan akan dikembangkan agar lebih hidup. Beberapa elemen yang direncanakan ditata antara lain:

  • Bangunan cagar budaya yang dipulihkan sebagai penanda sejarah kota Medan.
  • Ruang bermain anak yang aman dan terintegrasi dengan area hijau.
  • Jalur pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki dan pesepeda.
  • Area terbuka hijau yang mendukung kualitas udara dan kenyamanan beraktivitas.
  • Fasilitas publik pendukung seperti pencahayaan, peneduh, dan tempat duduk.

Dengan pendekatan bertahap sejak 2026, Pemko Medan menargetkan kawasan ini dapat memberikan wajah baru sekaligus ruang publik yang lebih representatif bagi warga.

Transformasi Ruang Publik Kota Medan

Rencana revitalisasi Taman Sri Deli merupakan bagian dari upaya lebih besar Pemko Medan dalam mendorong penataan ruang terbuka hijau di seluruh kota. Program semacam ini penting mengingat kota-kota besar di Indonesia menghadapi tekanan urbanisasi yang membuat ruang publik sering tergerus fungsi sosialnya.

Menurut para pengamat tata kota, ruang publik yang tertata dengan baik terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup warga. "Taman bukan sekadar estetika, tapi ruang interaksi sosial yang menentukan bagaimana warga merasa memiliki kotanya," ujar seorang pengamat perkotaan saat dihubungi terpisah.

Pendekatan yang diusung Rico Waas memang terlihat komprehensif: memadukan pelestarian sejarah, kebutuhan keluarga, dan fungsi ekologis dalam satu kawasan. Model semacam ini sejalan dengan tren pembangunan kota berkelanjutan yang kini banyak diterapkan di berbagai daerah Indonesia.

AspekKondisi Saat IniTarget Revitalisasi
Bangunan sejarahPerlu pemeliharaanDipulihkan sebagai cagar budaya
Ruang bermain anakTerbatasDitata dan ditingkatkan
Ruang hijauKurang optimalDiperluas dan dirawat
Fungsi publikBelum maksimalRepresentatif dan ramah warga

Harapan Pemko Medan jelas: kawasan Taman Sri Deli tidak hanya sekadar tertata, tetapi benar-benar menjadi ruang hidup yang menghubungkan masa lalu dan masa depan kota. Dengan langkah bertahap mulai 2026, masyarakat Medan bisa menantikan wajah baru taman yang ramah, hijau, dan bermakna.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User