Sep 02, 2026
entertainment

Revaldo Fifaldi Bungkam dalam pemeriksaan, Polisi Duga Efek Sabu

Di sebuah ruang pemeriksaan yang sunyi di Markas Polresta Pekanbaru, seorang pemuda bernama Revaldo Fifaldi duduk membisu. Matanya tak fokus menatap ke satu titik. Jari-jarinya memainkan ujung kaosnya...

Revaldo Fifaldi Bungkam dalam pemeriksaan, Polisi Duga Efek Sabu

Di sebuah ruang pemeriksaan yang sunyi di Markas Polresta Pekanbaru, seorang pemuda bernama Revaldo Fifaldi duduk membisu. Matanya tak fokus menatap ke satu titik. Jari-jarinya memainkan ujung kaosnya, berulang-ulang, tanpa henti. Para penyelidik yang berdiri di hadapannya memperhatikan setiap gerakan kecilnya sepanjang sore itu.

Revaldo, demikian nama yang kemudian viral di media sosial, menjadi sorotan setelah namanya terseret dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Namun yang menarik perhatian publik bukan sekadar kasusnya, melainkan kondisi pria berusia akhir dua puluhan itu saat menjalani proses pemeriksaan oleh polisi.

Saat Bicara, Pandangannya Menyimpang

Petugas yang memeriksa Revaldo langsung menyadari ada yang berbeda dengan pemuda ini. Dalam setiap sesi pertanyaan, ia sering terdiam lama. Pandangannya kerap melayang ke dinding, ke lantai, atau ke mana pun kecuali wajah penyelidik yang tengah berbicara dengannya.

"Dari awal pemeriksaan, yang kami perhatikan, dia sering melamun. Kadang menjawab pertanyaan dengan jeda yang sangat lama, seolah-olah pikirannya ada di tempat lain," jelas salah satu penyelidik yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Kamis sore.

Kondisi tersebut bukan sekadar gaya bicara atau kepribadian yang pendiam. Para polisi menduga kuat bahwa apa yang mereka saksikan adalah dampak langsung dari konsumsi sabu-sabu yang diduga dikonsumsi Revaldo sebelum ditangkap.

Dampak Narkotika pada Fungsi Otak

Dari sisi kesehatan, zat metamfetamin seperti sabu-sabu memang dikenal memiliki efek serius terhadap cara kerja otak. Pemakai bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi, perasaan paranoia, hingga halusinasi. Kondisi seperti melamun dan kehilangan fokus dalam waktu lama merupakan salah satu dampak yang sering dilaporkan.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, Revaldo beberapa kali diminta mengulang jawabannya karena jawaban pertama yang ia berikan sering kali tidak nyambung dengan pertanyaan. Para penyelidik pun akhirnya lebih sabar dalam menggali informasi, memberikan jeda lebih panjang antarpertanyaan agar pemuda itu bisa mengumpulkan pikirannya.

"Kami harus berulang kali mengulang pertanyaan. Dia seperti butuh waktu lebih lama dari biasanya untuk memproses apa yang kami tanyakan," lanjut penyelidik tersebut.

Keluarga Terkejut dengan Kondisi Revaldo

Berita tentang kondisi Revaldo saat pemeriksaan pun sampai ke telinga keluarganya. Sang ibu, yang hadir di kantor polisi untuk menemani putranya, tampak terpukul mengetahui kondisi anaknya. Ia tak menyangka putranya yang dulu dikenal ceria dan aktif kini harus menghadapi situasi seperti ini.

"Saya tidak tahu kalau dia sampai seperti ini. Saya hanya ingin dia baik-baik saja," kata sang ibu dengan suara bergetar saat diwawancarai jurnalis di dekat ruang tunggu kantor polisi.

Kasus ini pun menjadi pengingat bagi banyak pihak tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Bukan hanya ancaman hukum yang menanti, tetapi juga dampak nyata pada cara seseorang berpikir, berbicara, dan menjalani hidupnya.

"Dampak narkoba tidak hanya terasa saat sedang high, tapi juga saat proses pembersihan zat dari tubuh. Otak butuh waktu untuk pulih, dan dalam masa itu, seseorang bisa terlihat berbeda dari biasanya," terang seorang tenaga kesehatan yang sering menangani kasus serupa.

Proses hukum terhadap Revaldo Fifaldi masih terus berlanjut. Polisi menyatakan akan melengkapi berkas pemeriksaan dengan hasil tes urine dan saksi-saksi lainnya sebelum melimpahkan kasus ini ke kejaksaan. Sementara itu, Revaldo sendiri kini berada dalam pengawasan intensif, baik dari sisi hukum maupun kesehatan.

Kasus ini menggarisbawahi satu kenyataan pahit: di balik setiap penangkapan terkait narkoba, ada cerita manusia yang sering kali lebih menyedihkan daripada sekadar tindak kriminal. Revaldo, dengan lamunannya yang panjang di ruang pemeriksaan itu, kini menjadi wajah dari peringatan itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User