Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Aula Ar-Rozak, Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri ratusan warga perantauan asal Demak yang kini menetap di ibu kota dan sekitarnya. Kehadiran Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Nizar Ali, M.Ag., menjadi magnet tersendiri dalam pertemuan tahunan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rektor UIN Walisongo menyampaikan pesan mendalam kepada warga Demak agar tidak melupakan akar daerahnya. Menurutnya, kesuksesan seseorang di perantauan tidak akan berarti jika ia tercerabut dari nilai-nilai budaya dan spiritual yang menjadi fondasi kampung halamannya. Pesan ini disampaikan di hadapan ratusan peserta yang mayoritas merupakan pelaku usaha, profesional, dan mahasiswa asal Demak.
Jaga Identitas Meski Jauh dari Kampung Halaman
Prof. Nizar Ali menekankan bahwa Maulid bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen refleksi untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa warga Demak memiliki warisan sejarah luar biasa sebagai pusat Kerajaan Islam pertama di Jawa. Warisan itu, katanya, harus menjadi pijakan moral dalam berkiprah di perantauan. "Kalian adalah duta Demak di tanah rantau. Apa pun profesi kalian sekarang, jangan pernah lupa dari mana kalian berasal," tegasnya.
"Demak bukan sekadar nama di KTP. Ia adalah identitas, sejarah, dan nilai yang harus dijaga siapa pun yang lahir dari tanah Bintoro. Jangan sampai kemajuan materi membuat kita lupa akar spiritual dan budaya yang menopang kehidupan." — Prof. Dr. Nizar Ali, M.Ag., Rektor UIN Walisongo Semarang.
Ia juga menyoroti pentingnya peran paguyuban daerah sebagai jembatan silaturahmi sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, PDBN bisa menjadi contoh bagaimana perantau Demak saling menguatkan, baik dalam hal pendidikan, usaha, maupun kegiatan sosial keagamaan.
Peran Strategis Paguyuban Perantau
Dalam forum tersebut, sejumlah poin penting disampaikan terkait peran strategis paguyuban daerah. Berikut rangkuman pesan utama dari kegiatan Maulid PDBN:
- Menjaga akar budaya: Perantau diminta tetap melestarikan tradisi Demak seperti sedekah bumi, tahlilan, dan pengajian rutin.
- Penguatan ekonomi umat: PDBN didorong membangun jaringan usaha antaranggota untuk saling mendukung.
- Pendidikan generasi muda: Anak-anak perantau perlu dikenalkan pada sejarah Demak dan nilai keislaman sejak dini.
- Silaturahmi lintas generasi: Kegiatan seperti Maulid menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga Demak di perantauan.
Acara yang juga dihadiri tokoh masyarakat dan pengurus PDBN ini ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah. Suasana haru menyelimuti aula ketika beberapa peserta mengaku jarang pulang ke Demak karena kesibukan. Peringatan Maulid ini pun menjadi obat rindu sekaligus pengingat bahwa sejauh apa pun merantau, akar daerah tetap harus dijaga.
Comments (0)