Oct 10, 2026
Hukum

Karhutla Hanguskan 62 Hektare Lahan di Empat Provinsi

Kebakaran hutan dan lahan kembali menghantui sejumlah wilayah di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sedikitnya 62 hek

Karhutla Hanguskan 62 Hektare Lahan di Empat Provinsi

Kebakaran hutan dan lahan kembali menghantui sejumlah wilayah di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sedikitnya 62 hektare lahan ludes terbakar dalam kurun waktu dua hari, tepatnya periode Sabtu (26/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026). Insiden ini tersebar di empat provinsi yang menjadi langganan karhutla setiap musim kemarau.

Data yang dihimpun BNPB menunjukkan bahwa titik-titik api muncul di wilayah yang secara geografis memiliki lahan gambut kering dan mudah terbakar. Meski luasnya terbilang tidak terlalu besar dibandingkan kejadian serupa di tahun-tahun sebelumnya, tim gabungan tetap bergerak cepat untuk mencegah api meluas ke permukiman warga.

Kronologi dan Sebaran Titik Api

BNPB merinci pergerakan karhutla selama dua hari tersebut dalam laporan resminya. Berikut urutan kejadian yang berhasil dihimpun dari lapangan:

  1. Sabtu pagi (26/9/2026): Deteksi dini melalui satelit menangkap kemunculan titik panas di beberapa kabupaten di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat. Tim pemadam mulai dikerahkan ke lokasi.
  2. Sabtu siang hingga malam: Angin kencang memperluas area terbakar. Api menjalar ke lahan gambut yang sebelumnya sudah mengering akibat kemarau panjang. Laporan sementara menyebutkan luas lahan terbakar terus bertambah.
  3. Minggu dini hari (27/9/2026): Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni melakukan operasi pemadaman darat serta water bombing menggunakan helikopter.
  4. Minggu sore: BNPB mengonfirmasi total lahan terbakar mencapai 62 hektare yang tersebar di empat provinsi. Tidak ada laporan korban jiwa, namun sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan akibat asap.

Empat Provinsi Terdampak

Berdasarkan data BNPB, empat provinsi yang melaporkan kejadian karhutla dalam periode tersebut antara lain:

  • Riau — titik api terdeteksi di lahan gambut yang diduga bekas area perkebunan.
  • Kalimantan Barat — api muncul di lahan kosong yang berdekatan dengan kawasan hutan produksi.
  • Sumatera Selatan — karhutla terjadi di area yang sebelumnya pernah terbakar pada musim kemarau lalu.
  • Kalimantan Selatan — titik panas terpantau di lahan gambut dengan kedalaman mencapai dua meter, sehingga pemadaman berlangsung lebih lama.
"Kami mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan api tidak meluas. Prioritas utama adalah melindungi permukiman warga dan mencegah asap lintas negara," ujar perwakilan BNPB dalam keterangan resminya.

Penyebab dan Upaya Penanganan

BNPB menduga karhutla kali ini dipicu oleh kombinasi cuaca panas ekstrem dan aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar. Metode slash and burn yang masih dipraktikkan sebagian oknum warga menjadi pemicu utama munculnya titik api baru.

Selain pemadaman darat dan udara, pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan di area rawan terbakar. Patroli terpadu dan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran lahan disebut menjadi kunci pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Meski api dilaporkan sudah berhasil dikendalikan di sebagian titik, tim tetap bersiaga mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi kemarau panjang masih berlanjut hingga beberapa pekan ke depan. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika melihat titik api baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User