Sep 19, 2026
Nusa Tenggara Barat

Ratusan Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan Program MBG

Kabar mengejutkan datang dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 352 siswa sekolah dasar di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, dilapor

Ratusan Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan Program MBG

Kabar mengejutkan datang dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 352 siswa sekolah dasar di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal usai menyantap paket menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini langsung memicu kepanikan pihak sekolah dan para orang tua murid yang bergegas membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kepanikan bermula ketika sejumlah siswa mulai mengeluhkan rasa mual hebat, sakit perut melilit, hingga muntah-muntah beberapa saat setelah jam istirahat makan siang usai. Tidak berselang lama, jumlah anak yang menunjukkan gejala serupa melonjak drastis hingga mencapai ratusan anak dari beberapa sekolah dasar di kawasan tersebut.

Penanganan Cepat Fasilitas Kesehatan

Melihat kondisi para siswa yang semakin lemas, pihak guru dibantu warga dan aparat desa langsung mengevakuasi para korban menuju puskesmas terdekat serta puskesmas pembantu di sekitar Batukliang. Tenaga medis setempat bergerak cepat memberikan pertolongan pertama berupa pemberian cairan infus, obat antimual, serta penanganan dehidrasi.

Berkat respons medis darurat yang sigap, sebagian besar siswa kini telah berangsur pulih dari masa kritis mereka. Sejumlah besar anak yang kondisinya sudah dinyatakan stabil diizinkan kembali ke rumah masing-masing di bawah pengawasan ketat keluarga.

"Kami langsung mengerahkan seluruh tim medis di puskesmas untuk menangani para siswa. Sebagian besar anak mengalami gejala ringan hingga sedang, dan alhamdulillah mayoritas sudah membaik serta diperbolehkan pulang," ungkap perwakilan dinas kesehatan setempat dalam keterangannya.

Investigasi Sampel Makanan Ditingkatkan

Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah bersama pihak kepolisian dan Balai Besar POM setempat langsung mengambil langkah tegas. Tim gabungan telah mengamankan sampel makanan dan minuman yang disajikan pada hari kejadian guna dilakukan uji laboratorium secara komprehensif.

Penyelidikan mendalam difokuskan pada rantai pasok penyediaan makanan, mulai dari bahan baku mentah, proses pengolahan di dapur katering penyedia, higienitas kemasan, hingga jeda waktu pengiriman makanan sampai ke tangan para siswa.

Beberapa langkah evaluasi utama yang kini sedang dijalankan meliputi:

  • Uji Laboratorium Sampel: Memeriksa kandungan bakteri patogen maupun cemaran kimia pada sisa makanan MBG.
  • Pemeriksaan Dapur Penyedia: Mengaudit standar sanitasi dan kebersihan tempat pengolahan makanan rekanan.
  • Monitoring Kesejahteraan Siswa: Memantau perkembangan kondisi kesehatan siswa yang menjalani rawat jalan di rumah.

Komitmen Evaluasi Standar Higienitas

Insiden ini menjadi alarm penting bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ke depan. Program yang sejatinya dirancang untuk mendongkrak asupan gizi anak-anak sekolah ini menuntut pengawasan mutu yang jauh lebih ketat agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan anak.

Pemerintah daerah berjanji akan memperketat mekanisme kontrol kualitas (quality control) terhadap seluruh vendor penyedia makanan dan menindak tegas pihak yang lalai dalam menerapkan standar keamanan pangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User