Aug 28, 2026
Hukum

Legislator Perindo Kritisi Lambatnya BPBD Tangani Kekeringan Lombok Barat

Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Timur, dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memaksa warga membeli air be

Legislator Perindo Kritisi Lambatnya BPBD Tangani Kekeringan Lombok Barat

Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Timur, dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memaksa warga membeli air bersih dengan harga mahal atau harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mendapatkan pasokan air bersih. Situasi tersebut mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Lombok Barat sekaligus Ketua DPD Partai Perindo Lombok Barat, Syamsuriansyah, yang menilai respons Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terlalu lambat dalam merespons kebutuhan warga terdampak.

Dalam keterangan resminya, Syamsuriansyah menyatakan bahwa keluhan warga atas keterlambatan distribusi air bersih sudah terdengar sejak awal musim kemarau. Namun, realisasi bantuan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan. "Kami mendapat laporan dari warga bahwa mereka harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan satu tangki air bersih. Ini tidak boleh terjadi jika BPBD sudah menyiagakan armadanya sejak awal," ujar Syamsuriansyah.

Syamsuriansyah Desak BPBD Siagakan Tangki Air 24 Jam

Syamsuriansyah mendesak agar BPBD Lombok Barat segera menyiagakan tangki air bersih selama 24 jam di titik-titik rawan kekeringan. Menurutnya, kesiagaan ini penting agar warga tidak kehabisan pasokan air bersih di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir tahun.

"BPBD harus lebih proaktif. Jangan menunggu warga mengadu dulu baru bertindak. Mereka harus sudah siap di lapangan sejak awal musim kemarau, bukan setelah kondisi sudah parah," tegas Syamsuriansyah. Ia juga menekankan bahwa distribusi air bersih harus dilakukan secara merata dan tidak boleh ada wilayah yang terlewat.

"Kami mendapat laporan dari warga bahwa mereka harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan satu tangki air bersih. Ini tidak boleh terjadi jika BPBD sudah menyiagakan armadanya sejak awal." — Syamsuriansyah, Anggota DPRD Lombok Barat

Menurut data dari BPBD Lombok Barat, setidaknya ada 12 kecamatan yang terdampak kekeringan pada musim ini. Dari jumlah tersebut, 4 kecamatan termasuk dalam kategori rawan kritis, yaitu Kecamatan Lingsar, Kecamatan Narmada, Kecamatan Batu Layar, dan Kecamatan Gunung Sari. Kebutuhan air bersih di kecamatan-kecamatan ini diperkirakan mencapai 50.000 liter per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Dampak Kekeringan terhadap Kehidupan Warga

Kekeringan yang melanda Lombok Barat tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga mengancam sektor pertanian dan peternakan. Banyak petani yang gagal panen akibat kekurangan air irigasi, sementara peternak harus kehilangan sebagian ternaknya karena ketiadaan air minum untuk hewan.

Situasi ini diperparah dengan cuaca ekstrem yang terus berlangsung di beberapa wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dari biasanya. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam mengelola krisis air bersih yang terjadi.

KecamatanStatus KekeringanKebutuhan Air/Hari
LingsarKritis15.000 liter
NarmadaKritis12.000 liter
Batu LayarKritis13.000 liter
Gunung SariKritis10.000 liter

Syamsuriansyah juga menyoroti pentingnya koordinasi antar instansi terkait dalam menangani bencana kekeringan. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dapat segera menggelar rapat koordinasi untuk menyusun strategi penanganan yang lebih komprehensif dan terukur.

Respons BPBD dan Langkah Selanjutnya

Merespons kritikan tersebut, Kepala BPBD Lombok Barat menyatakan bahwa pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin dengan keterbatasan anggaran dan armada yang dimiliki. Namun, ia mengakui bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam hal koordinasi dan kecepatan respons di lapangan.

"Kami mengakui bahwa ada kendala teknis yang kami hadapi, termasuk keterbatasan armada tangki air. Namun, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi air bersih berjalan lancar," kata Kepala BPBD Lombok Barat.

"Kami mengakui bahwa ada kendala teknis yang kami hadapi, termasuk keterbatasan armada tangki air. Namun, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi air bersih berjalan lancar." — Kepala BPBD Lombok Barat

Syamsuriansyah berharap agar kritik yang disampaikannya dapat menjadi momentum bagi BPBD untuk melakukan perbaikan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dalam menghadapi musim kemarau ini. "Ini bukan soal siapa yang salah, tapi bagaimana kita bersama-sama bisa menyelamatkan warga dari krisis air bersih yang semakin parah," pungkas Syamsuriansyah.

[SOCIAL_TWEET]: Syamsuriansyah kritisi BPBD Lombok Barat yang lambat tangani kekeringan. Desak tangki air 24 jam siaga di titik rawan kritis. #LombokBarat #Kekeringan #AirBersih[SOCIAL_TG]: Kekeringan Lombok Barat: 12 Kecamatan Terdampak, Syamsuriansyah Desak BPBD Siagakan Tangki Air 24 Jam. Baca selengkapnya di Beritaseputar.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User