Aug 25, 2026
entertainment

Ramayana Karya Nitesh Tiwari Resmi Hadir di Bioskop Indonesia

Petang itu, lobi sebuah bioskop di Jakarta Selatan ramai seperti biasa. Di antara deretan orang yang menunggu giliran membeli tiket, seorang ayah duduk di bangku tunggu sambil membacakan kisah dari po...

Ramayana Karya Nitesh Tiwari Resmi Hadir di Bioskop Indonesia

Petang itu, lobi sebuah bioskop di Jakarta Selatan ramai seperti biasa. Di antara deretan orang yang menunggu giliran membeli tiket, seorang ayah duduk di bangku tunggu sambil membacakan kisah dari ponselnya kepada putri kecilnya. Cerita itu bukan sembarang dongeng, melainkan kisah tentang seorang pangeran bernama Rama, istrinya yang setia bernama Sita, serta perjalanan panjang keduanya menghadapi ujian hidup yang tak ringan. Tiba-tiba ponsel sang ayah bergetar. Sebuah pemberitahuan muncul, dan matanya langsung berbinar: film epik Ramayana arahan sutradara Nitesh Tiwari resmi masuk jadwal tayang di bioskop-bioskop Indonesia.

Kabar yang Dinanti Para Pencinta Kisah Abadi

Kabar itu menyebar cepat dan disambut hangat oleh para pecinta sinema India di tanah air. Bukan hal sepele, sebab nama Nitesh Tiwari telah lama dikenal lewat karya-karyanya yang mampu menyentuh hati jutaan penonton. Kini, sang sutradara berani melangkah lebih jauh: mengisahkan salah satu wiracarita terbesar dalam sejarah peradaban dengan skala megah untuk layar lebar.

“Sudah lama saya bermimpi bisa menonton kisah ini dalam bentuk film besar,” kata seorang penggemar film India yang ditemui di lobi bioskop tersebut. “Ramayana bukan sekadar hiburan. Kisah ini tumbuh bersama saya sejak kecil.”

Sentimen serupa terasa dalam berbagai percakapan para penikmat film. Bagi banyak orang, kehadiran Ramayana di bioskop bukan hanya soal menonton, melainkan momen untuk kembali merasakan nilai-nilai sederhana yang selalu relevan: cinta, kesetiaan, pengorbanan, dan keberanian untuk bangkit ketika hidup menjatuhkan kita.

Kisah yang Hidup di Tanah Air Sejak Lama

Yang membuat kabar ini semakin mengharukan, Ramayana sesungguhnya bukan kisah asing bagi masyarakat Indonesia. Relief-relief indah yang mengisahkan perjalanan Rama terukir megah di Candi Prambanan. Setiap kali senja turun, panggung terbuka di kompleks candi itu kerap menjadi saksi pertunjukan Sendratari Ramayana yang memukau wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Di tanah Jawa, kisah ini juga hidup dalam pertunjukan wayang yang diwariskan lintas generasi.

Maka ketika versi filmnya hadir, rasanya seperti bertemu kembali dengan sahabat lama. Generasi tua akan mengenali setiap liku jalannya kisah, sementara generasi muda dapat mengenalnya lewat bahasa visual yang modern dan megah. Sebuah jembatan emosional antara masa lalu dan masa kini, tersaji dalam satu ruang gelap yang sama.

Di Balik Layar: Mimpi Besar Sang Sutradara

Nitesh Tiwari dikenal sebagai pendongeng yang piawai menggugah emosi. Lewat karya-karya sebelumnya, ia membuktikan bahwa film keluarga pun bisa menggetarkan hati hingga menitikkan air mata. Kini ia berjuang mewujudkan proyek paling ambisius dalam kariernya: menghidupkan wiracarita agung dengan visual spektakuler dan kedalaman cerita yang menjadi inspirasi bagi penonton lintas usia.

Film ini dilaporkan akan hadir dalam beberapa bagian, dengan deretan pemeran ternama yang dikabarkan memerankan tokoh-tokoh utamanya. Produksinya digarap secara besar-besaran, melibatkan tim kreatif lintas negara demi menghadirkan dunia mitologi yang begitu hidup di layar. Di balik kemegahan itu, ada kerja keras ribuan orang yang bermimpi menghadirkan kisah abadi ini dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.

Menanti Momen Bersama di Depan Layar Lebar

Tidak lama lagi, lampu-lampu studio akan meredup dan layar lebar akan menyala. Ayah-ayah akan mendampingi anak-anaknya, mengenalkan kisah yang dulu dibacakan dari buku atau dituturkan nenek di beranda rumah. Ada yang datang karena rasa ingin tahu, ada pula yang datang membawa kenangan masa kecilnya sendiri.

Dan ketika kisah Rama dan Sita tersaji dalam gambar bergerak, jutaan penonton di Indonesia akan tertawa, terharu, dan mungkin menitikkan air mata pada momen-momen yang sama. Sebab pada akhirnya, Ramayana tidak hanya mengisahkan perjalanan seorang pangeran menegakkan kebenaran. Ia juga mengingatkan kita bahwa kisah terbesar dalam hidup selalu lahir dari hal-hal sederhana: kasih yang tulus, keyakinan yang teguh, dan keberanian untuk terus bangkit.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User