Polisi Inggris Diserang 80 Kali Sehari, Covid Dijadikan Senjata

London – Gelombang kekerasan terhadap aparat kepolisian di Inggris melonjak tajam pada awal tahun 2021, dengan rata-rata 80 serangan terjadi setiap hari. Y

Jul 19, 2026 - 07:07
0 0
Polisi Inggris Diserang 80 Kali Sehari, Covid Dijadikan Senjata

London – Gelombang kekerasan terhadap aparat kepolisian di Inggris melonjak tajam pada awal tahun 2021, dengan rata-rata 80 serangan terjadi setiap hari. Yang lebih mengejutkan, para pelaku memanfaatkan pandemi Covid-19 sebagai alat intimidasi—mereka meludahi petugas dengan ancaman menularkan virus mematikan itu.

Data yang dirilis oleh kantor berita PA mengungkapkan, selama periode tiga bulan mulai 23 Maret hingga 23 Juni 2021, tercatat 7.537 serangan terhadap polisi, konstabel, dan relawan kepolisian. Angka itu setara dengan sekitar 80 insiden per hari, namun fakta sebenarnya bisa jauh lebih besar karena data hanya berasal dari 31 dari total 43 pasukan polisi di Inggris Raya.

Statistik ini memperlihatkan betapa rentannya petugas di garis depan saat negeri itu berjuang melawan penyebaran virus corona. Alih-alih mendapat dukungan, polisi justru kerap menjadi sasaran amarah publik yang frustrasi dengan aturan pembatasan sosial.

Cambridgeshire Pimpin Kenaikan Serangan

Dari seluruh wilayah yang melaporkan, Cambridgeshire Constabulary mencatat lonjakan paling dramatis. Pada periode yang sama di tahun 2021, terdapat 128 serangan terhadap personelnya—melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan 58 serangan di tahun 2020, dan hampir tiga kali lipat dari 41 serangan pada 2019.

Kepala Kepolisian Cambridgeshire, Nick Dean, mengungkapkan keprihatinannya. Ia menyebut fenomena ini sebagai "penggunaan Covid-19 sebagai senjata" oleh individu-individu yang tidak bertanggung jawab. Modusnya sederhana namun brutal: meludahi polisi sembari mengaku terinfeksi virus corona.

"Kami melihat tren yang sangat mengganggu di mana orang-orang menggunakan Covid sebagai senjata. Mereka meludahi petugas, mengancam akan menularkan virus, dan itu tidak hanya membahayakan kesehatan fisik tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis yang luar biasa," ujar Dean kepada media.

Wilayah lain yang mengalami peningkatan signifikan meliputi Dorset Police, Merseyside Police, serta Avon and Somerset Police. Pola serupa terlihat hampir di semua daerah yang datanya tersedia, menggambarkan krisis nasional yang menuntut perhatian serius pemerintah pusat.

Dampak Fisik dan Psikologis bagi Petugas

Serangan meludah bukan sekadar tindakan tidak sopan. Di tengah pandemi, ludah menjadi vektor penularan Covid-19 yang sangat nyata. Petugas yang menjadi korban harus menjalani isolasi sambil menunggu hasil tes, memutus rantai penugasan, dan menambah beban rekan kerja yang sudah kelelahan. Lebih dari itu, ketakutan akan membawa pulang virus ke keluarga menciptakan tekanan emosional berkepanjangan.

Federasi Polisi Inggris telah berulang kali menyerukan perlindungan lebih kuat bagi anggotanya, termasuk akses cepat ke vaksinasi dan peningkatan hukuman bagi pelaku penyerangan. Namun, hingga kuartal kedua 2021, respons hukum masih dianggap lamban oleh serikat pekerja kepolisian.

Beberapa poin penting dari data yang dikumpulkan:

  • 31 dari 43 pasukan polisi memberikan data, menunjukkan skala sebenarnya kemungkinan lebih besar.
  • Cambridgeshire mengalami peningkatan 120% serangan dibandingkan 2020.
  • Rata-rata nasional: 80 serangan per hari selama tiga bulan pengamatan.
  • Modus utama: meludah dan ancaman penularan Covid-19.

Upaya dan Tantangan ke Depan

Pemerintah Inggris melalui Kementerian Dalam Negeri menyatakan akan meninjau kembali undang-undang perlindungan petugas. Salah satu usulan adalah memberlakukan hukuman lebih berat bagi pelaku yang menggunakan cairan tubuh sebagai senjata, khususnya saat pandemi. Namun, realisasi kebijakan ini masih dalam tahap diskusi di parlemen, sementara para polisi terus bertugas di jalanan dengan risiko tinggi.

Sementara itu, dukungan masyarakat menjadi faktor krusial. Kampanye publik yang menekankan bahwa polisi adalah "manusia biasa dengan keluarga" digencarkan melalui media sosial. Harapannya, kesadaran kolektif mampu menekan angka kekerasan meski ketegangan akibat aturan karantina masih membara.

Krisis ini juga menyoroti hubungan antara aparat dan warga di masa darurat kesehatan. Ketika pemerintah memberlakukan pembatasan ketat, sekelompok kecil masyarakat melampiaskan kekecewaannya dengan kekerasan—dan polisi, sebagai penjaga aturan, menjadi korban pertama.

[TAGS]: Polisi Inggris, serangan polisi, Covid sebagai senjata, Cambridgeshire Constabulary, kekerasan terhadap aparat

[SOCIAL_TWEET]: Polisi Inggris diserang rata-rata 80 kali sehari pada awal 2021. Pelaku meludahi petugas & mengancam menularkan Covid-19. "Mereka menggunakan virus sebagai senjata," kata kepala polisi Cambridgeshire. #PolisiInggris #Covid19 #KekerasanAparat

[SOCIAL_FB]: Sungguh ironi di tengah pandemi: polisi Inggris yang menjaga aturan karantina justru diserang 80 kali sehari. Para pelaku meludah sambil mengaku positif Covid-19. Kepala polisi Cambridgeshire menyebutnya 'menggunakan virus sebagai senjata'. Bagaimana seharusnya negara melindungi petugasnya? Klik untuk baca selengkapnya.

[SOCIAL_TG]: 🚨 Polisi Inggris diserang 80x/hari! Pelaku ludahi petugas & ancam tularkan Covid. Kepala Polisi Cambridgeshire: "Mereka pakai virus sebagai senjata."

[SOCIAL_THREADS]: Nggak kebayang jadi polisi di UK awal 2021: jaga aturan lockdown, eh malah diludahi dan diancamin Covid tiap hari. 80 serangan per hari, beneran chaos. Stay safe buat semua frontline workers di mana pun ya 🥲

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User