Sep 20, 2026
Hukum

PM Johnson Diteriaki Massa saat Hadiri Perayaan Ratu

LONDON — Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendapat sambutan campuran saat tiba di Katedral St. Paul untuk menghadiri ibadah syukur Nasional dalam rang

PM Johnson Diteriaki Massa saat Hadiri Perayaan Ratu
LONDON — Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendapat sambutan campuran saat tiba di Katedral St. Paul untuk menghadiri ibadah syukur Nasional dalam rangka perayaan Platinum Jubilee Ratu Elizabeth II pada Jumat (3/6/2022). Suara sorakan dan ejekan (boos) terdengar jelas dari kerumunan yang berkumpul di depan katedral.

Kedatangan Kontroversial di Hari Kedua Jubilee

Johnson tiba bersama istrinya, Carrie, dengan mengenakan pakaian formal. Saat pasangan itu menaiki tangga menuju pintu masuk katedral, sebagian penonton menyambut dengan sorak gembira, namun tidak sedikit yang melontarkan ejekan keras. Suasana semakin tegang ketika pemimpin oposisi Partai Buruh, Keir Starmer, yang tiba berselang beberapa waktu kemudian, justru disambut dengan keheningan total.

Meskipun mendapat reaksi negatif, Johnson dan istrinya tampak tidak terganggu. Mereka tersenyum dan berbincang satu sama lain saat melangkah menuju pintu masuk. Selama kebaktian berlangsung, keduanya juga terlihat dalam suasana hati yang baik. Johnson bahkan diberi kesempatan untuk membacakan kutipan singkat dari Alkitab di hadapan jemaat yang dipenuhi para anggota kerajaan, pejabat tinggi negara, serta politikus senior.

Urutan Kejadian di Lokasi

  1. Pukul 10.30 waktu setempat: Johnson dan istri tiba di Katedral St. Paul. Kerumunan mulai bersorak dan bersiul.
  2. Pukul 10.35: Pasangan PM menaiki tangga. Suara boos semakin terdengar dari sisi barat kerumunan.
  3. Pukul 10.40: Johnson dan Carrie tersenyum sambil melambaikan tangan, tidak menunjukkan reaksi terhadap ejekan.
  4. Pukul 11.00: Kebaktian dimulai. Johnson duduk di bangku tamu kehormatan.
  5. Pukul 11.30: PM membaca ayat Alkitab dari Kitab Samuel dengan suara mantap.
  6. Pukul 12.15: Ibadah selesai. Johnson keluar melalui pintu samping untuk menghindari kerumunan.

Skandal Partygate Menghantui

Perayaan empat hari ini berlangsung di tengah tekanan besar yang dihadapi Johnson, baik dari kalangan oposisi maupun dari sesama anggota Partai Konservatif, terkait skandal Partygate. Investigasi terhadap 16 pertemuan yang digelar di gedung-gedung pemerintahan selama masa lockdown nasional Inggris pada 2020 dan awal 2021 menyimpulkan bahwa banyak dari acara tersebut "seharusnya tidak pernah diizinkan terjadi."

Penulis laporan investigasi, pejabat senior sipil Sue Gray, menekankan bahwa Johnson secara pribadi harus "memikul tanggung jawab atas budaya ini." Meskipun demikian, Perdana Menteri menolak mundur dan menyatakan bahwa ia tidak akan "meninggalkan" bangsa ini di tengah kesulitan ekonomi dan konflik di Ukraina.

Tekanan untuk mengadakan mosi tidak percaya dari dalam partainya sendiri semakin meningkat. Sejumlah anggota parlemen Konservatif secara terbuka meminta Johnson untuk mundur, namun hingga saat ini PM belum memberikan sinyal akan lengser.

Reaksi publik di luar Katedral St. Paul mencerminkan kegelisahan yang meluas di kalangan warga Inggris. Banyak yang merasa bahwa seorang pemimpin yang terlibat dalam skandal pelanggaran aturan lockdown tidak layak mendapat tempat terhormat di acara kenegaraan semacam Jubilee. Namun, pendukung Johnson berpendapat bahwa ia berhak hadir sebagai perdana menteri yang sah.

Di sisi lain, Keir Starmer yang disambut sunyi justru dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian atau bahkan rasa hormat yang dingin. Beberapa pengamat politik menilai bahwa keheningan tersebut lebih menunjukkan sikap publik yang bosan dengan pertarungan politik di tengah perayaan kerajaan.

Acara Platinum Jubilee sendiri berlangsung meriah dengan rangkaian parade, konser, dan pesta jalanan. Ratu Elizabeth II, yang merayakan 70 tahun naik takhta, hanya tampil sebentar di balkon Istana Buckingham karena masalah mobilitas. Namun, ia tetap menjadi pusat perhatian dan mendapat sambutan hangat dari puluhan ribu warga yang memadati pusat London.

Bagi Johnson, momen ini menjadi ujian besar. Popularitasnya terus merosot, dan skandal Partygate masih menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Pertanyaan tentang masa depannya di Downing Street belum terjawab, sementara suara ejekan dari rakyat masih bergema di telinganya.

Analisis Dampak Politik

Para analis politik Inggris menilai bahwa reaksi publik terhadap Johnson di acara Jubilee menunjukkan erosi kepercayaan terhadap pemerintahannya. Jika tekanan dari partainya sendiri terus meningkat, bukan tidak mungkin Johnson akan menghadapi mosi tidak percaya dalam beberapa minggu ke depan. Namun, ia masih memiliki basis pendukung setia yang menganggapnya sebagai pemimpin karismatik yang mampu membawa Inggris keluar dari krisis.

Sementara itu, oposisi mengklaim bahwa kejadian ini membuktikan bahwa publik sudah muak dengan perilaku PM. Partai Buruh diperkirakan akan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kampanye mereka menjelang pemilu berikutnya.