Sep 19, 2026
Hukum

Polda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang

Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti halaman Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Ratusan personel kepolisian b

Polda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang

Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti halaman Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Ratusan personel kepolisian bersama puluhan awak media berkumpul untuk memanjatkan doa bersama demi keselamatan lima jurnalis yang hingga kini dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda, Banten.

Kegiatan doa bersama ini menjadi simbol solidaritas yang kuat antara institusi penegak hukum dan insan pers nasional. Di tengah ketidakpastian proses pencarian di lapangan, seluruh jajaran berharap keajaiban datang dan para jurnalis yang bertaruh nyawa di medan bencana dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Aksi Solidaritas dan Kepedulian bagi Insan Pers

Kegiatan doa bersama ini diinisiasi secara spontan sebagai bentuk empati mendalam atas musibah yang menimpa rekan-rekan jurnalis. Kabid Humas Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa profesi jurnalis memiliki risiko tinggi di lapangan, terutama ketika meliput peristiwa bencana alam ekstrem yang tidak terduga dinamika perubahannya.

"Kami menggelar doa bersama ini dengan harapan besar agar kelima rekan jurnalis segera ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat. Hubungan kepolisian dengan media sangat erat, duka mereka adalah duka kami juga. Semoga tim pencari di lapangan diberikan kelancaran dan keselamatan," ungkap pejabat Humas Polda Metro Jaya di hadapan para awak media.

Pihak kepolisian menegaskan komitmen penuh untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait di wilayah Banten dan Lampung guna memantau perkembangan proses pencarian dari waktu ke waktu.

Kronologi Hilangnya Tim Peliputan di Selat Sunda

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber lapangan dan posko pemantauan, berikut adalah rentang peristiwa hingga dilaporkannya insiden hilang kontak tersebut:

  1. Keberangkatan Menuju Titik Pantau: Rombongan jurnalis bertolak menggunakan perahu motor carteran dari pesisir Banten menuju area lingkar luar Gunung Anak Krakatau guna mendokumentasikan peningkatan aktivitas vulkanik.
  2. Erupsi Susulan dan Cuaca Buruk: Saat kapal mendekati radius rekomendasi aman, terjadi erupsi susulan dengan intensitas cukup tinggi disertai gelombang laut ekstrem dan kepulan abu tebal yang menutupi jarak pandang.
  3. Hilang Kontak: Komunikasi radio dan sinyal telepon seluler terputus total sejak petang hari, sehingga tim basecamp darat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Pengerahan Tim Gabungan dan Fokus Penyelamatan

Saat ini, upaya pencarian terus diintensifkan dengan melibatkan berbagai unsur SAR terpadu. Kondisi perairan di sekitar Selat Sunda yang dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi armada pencari.

Poin-poin penting dalam operasi pencarian dan pertolongan saat ini mencakup:

  • Penyisiran Jalur Laut: Pengerahan kapal patroli milik Polairud dan Basarnas untuk memetakan titik koordinat terakhir sinyal perahu.
  • Penggunaan Teknologi Udara: Pemanfaatan drone pemantau termal guna menembus area dengan visibilitas rendah di sekitar lereng laut Krakatau.
  • Pusat Informasi Terpadu: Pendirian posko darurat di pesisir Banten untuk mempermudah pembaruan data bagi keluarga korban dan redaksi media terkait.

Seluruh pihak kini menaruh harapan besar pada ketangguhan tim evakuasi di lapangan. Solidaritas serta doa terus mengalir dari berbagai penjuru Tanah Air agar kabar baik segera tiba dari perairan Selat Sunda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User