P.O Beri Sinyal Comeback BLOCK B Pasca Drama 'Teach You a Lesson'

Langit senja di Seoul memantulkan semburat jingga ke balik jendela studio. P.O duduk di kursi rias, melepas penat setelah seharian menjalani wawancara. Di sela-sela tawa dan kenangan masa lalu, sebuah...

Jul 15, 2026 - 16:11
0 0
P.O Beri Sinyal Comeback BLOCK B Pasca Drama 'Teach You a Lesson'

Langit senja di Seoul memantulkan semburat jingga ke balik jendela studio. P.O duduk di kursi rias, melepas penat setelah seharian menjalani wawancara. Di sela-sela tawa dan kenangan masa lalu, sebuah pertanyaan sederhana dari seorang penggemar mampu mengubah ekspresinya: 'Kapan BLOCK B comeback?'

Setitik Harapan di Tengah Hening

Sudah lebih dari lima tahun sejak BLOCK B terakhir merilis karya penuh sebagai grup. Meski para anggota sibuk dengan proyek masing-masing—ada yang menjadi produser, menyelesaikan wajib militer, atau seperti P.O yang menapaki dunia akting—ikatan di antara mereka tak pernah benar-benar pudar. Sukses drama terbaru P.O, Teach You a Lesson, justru menjadi panggung yang mengingatkannya pada panggung lain: panggung musik yang dulu membesarkan namanya.

Dalam sebuah perbincangan santai, P.O mengisahkan bagaimana perannya di drama itu membawanya pada refleksi mendalam. 'Setiap karakter yang aku mainkan selalu meninggalkan jejak. Kali ini, karakter itu membuatku bertanya: sudah sejauh apa aku melangkah dari rumah pertamaku, BLOCK B?' ujarnya sambil tersenyum tipis. Binar matanya berpendar, seolah menyimpan rahasia yang tak sabar ingin dibagikan.

Sebuah adegan di Teach You a Lesson yang mempertemukan sekumpulan sahabat di taman bermain langsung membawanya kembali ke tur konser BLOCK B. 'Aku ingat, di sela-sela latihan, kami sering berbagi mimpi sambil tertawa. Itu sederhana, tapi sangat membekas,' kenangnya. Kenangan itu menjadi semacam bahan bakar: jika sebuah drama bisa menghidupkan kembali memori kolektif, mengapa musik tidak bisa melakukan hal yang sama?

Momen Mengharukan di Balik Layar

Kesuksesan Teach You a Lesson tidak hanya diukur dari rating atau pujian kritikus. Bagi P.O, pencapaian itu adalah buah dari perjuangan panjang yang sering kali diiringi air mata. Di balik layar, ia kerap mengingat masa-masa sulit ketika BLOCK B pertama kali debut. Grup yang lahir dari kerja keras dan mimpi yang sama itu kini berada di persimpangan.

'Kami tumbuh bersama dari titik nol. Setiap kali aku merasa lelah syuting, aku selalu mendengar suara mereka—entah lewat pesan singkat atau telepon tengah malam—yang menyemangati,' urai P.O. Dukungan tanpa syarat dari para member itulah yang membuatnya percaya bahwa comeback bukanlah sekadar angan-angan. 'Kami semua ingin, tapi waktu dan keadaan belum berpihak sepenuhnya.'

Para penggemar yang dikenal dengan nama BBC pun tak henti mengirimkan pesan penuh harap. Dari sekadar komentar di media sosial hingga proyek kreatif yang menggugah, mereka terus menyalakan api agar BLOCK B kembali ke panggung. Tahun lalu, BBC di berbagai negara menggelar flash mob dengan membawakan lagu-lagu lama. Video-video itu dikirimkan kepada P.O dan member lainnya. 'Aku menangis saat melihatnya. Mereka tidak hanya menunggu, mereka benar-benar menjaga semangat kami,' aku P.O dengan suara bergetar menahan haru.

Perjalanan yang Belum Usai

Dalam diam, P.O menyimpan banyak cerita tentang proses kreatif di balik kemungkinan comeback itu. Ia mengaku bahwa diskusi dengan para anggota sudah berlangsung, meski tak bisa diumbar detailnya. 'Kami selalu berbicara tentang musik. Tentang lagu-lagu yang dulu kami tulis di studio kecil itu. Dan setiap kali bicara, rasanya seperti pulang.'

Mimpi untuk kembali merapatkan barisan bukan hanya tentang popularitas atau angka penjualan. Bagi P.O, itu adalah tentang menyelesaikan cerita yang sempat tertunda. 'BLOCK B adalah bagian dari jiwa kami. Selama masih ada napas, selama masih ada fans yang menanti, pintu itu tidak akan pernah kami tutup.' Kalimat itu meluncur dengan keyakinan yang dalam, seolah menjadi janji yang tak tertulis.

Meski rintangan seperti kontrak dan jadwal individu masih menghadang, P.O menegaskan bahwa komunikasi adalah kunci. 'Setiap kali kita berkumpul, yang kita bicarakan pertama kali bukan bisnis, tapi persahabatan. Selama itu utuh, yang lain bisa diatur.'

Sementara itu, kesuksesan Teach You a Lesson telah membuktikan bahwa P.O mampu berdiri sendiri sebagai aktor. Namun, ia enggan disebut meninggalkan dunia musik. 'Akting adalah napas baruku, tapi musik adalah detak jantungku. Keduanya bisa berjalan beriringan,' jelasnya.

Di penghujung hari, P.O kembali menatap langit yang mulai gelap. 'Comeback itu bukan soal jika, tapi kapan,' bisiknya lirih, seolah berkomunikasi langsung dengan para penggemar yang setia menanti. Bintang-bintang mulai bermunculan, dan di antaranya, terselip harapan bahwa BLOCK B akan kembali bersinar terang.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User