Aug 25, 2026
entertainment

Phil Collins dan Pertarungan Sunyi Melawan Maut pada 2024

Di sebuah kamar bernuansa hangat di kediamannya, Phil Collins duduk bersandar, menatap jauh dengan mata yang menyimpan ribuan kisah. Pria yang pernah menggetarkan dunia lewat dentum drum dan suara ser...

Phil Collins dan Pertarungan Sunyi Melawan Maut pada 2024

Di sebuah kamar bernuansa hangat di kediamannya, Phil Collins duduk bersandar, menatap jauh dengan mata yang menyimpan ribuan kisah. Pria yang pernah menggetarkan dunia lewat dentum drum dan suara seraknya itu kini berbicara dengan nada bergetar. Ada satu babak paling gelap dalam hidupnya yang baru berani ia ungkap: pada 2024, ia nyaris kehilangan nyawa.

Legenda musik yang melahirkan tembang abadi seperti Against All Odds dan In the Air Tonight itu mengisahkan bahwa tubuhnya hampir menyerah sepenuhnya. Komplikasi kesehatan yang ia derita, diperparah ketergantungan pada alkohol yang menggerogoti dirinya bertahun-tahun, membawanya ke tepi jurang kematian.

Detik-Detik di Ambang Kehilangan

Tahun 2024 seharusnya menjadi masa tenang bagi Collins setelah resmi menepi dari panggung. Namun di balik layar kehidupannya yang tampak damai, tubuh pria kelahiran 1951 itu justru berjuang melawan kerusakan yang menumpuk diam-diam. Organ-organ vitalnya mulai memprotes kebiasaan lama yang tak kunjung ia tinggalkan.

Keluarga menjadi saksi momen mengharukan ketika kondisi Collins memburuk. Anak-anaknya bergantian menemani, menggenggam tangan ayah mereka yang dulu begitu perkasa di atas panggung. Air mata jatuh tanpa bisa dibendung, karena mereka tahu, kali ini musuh yang dihadapi bukanlah sesuatu yang bisa dikalahkan dengan tepuk tangan penonton.

Saya sudah terlalu lama bermain-main dengan batas. Tubuh saya akhirnya berkata cukup, dan saya hampir tidak sempat mendengarkannya.

Pengakuan itu ia sampaikan dengan suara rendah, jauh dari hingar-bingar sorot kamera. Bagi seorang penampil yang menghabiskan lebih dari lima dekade di industri hiburan, mengaku rapuh adalah hal tersulit yang pernah ia lakukan.

Bayang-Bayang Gelap di Balik Gemerlap Panggung

Kisah Collins adalah pengingat bahwa gemerlap panggung sering menyimpan luka yang tak terlihat. Di puncak kariernya bersama Genesis maupun sebagai solois, ia tampak seperti sosok yang tak pernah kehabisan energi. Namun perjalanan panjang itu perlahan mengubah alkohol dari sekadar teman perayaan menjadi pelarian.

Masalah kesehatan sebenarnya sudah lama membayanginya. Cedera tulang belakang membuatnya kesulitan bermain drum, kerusakan saraf menggerogoti tangannya, dan pendengarannya pun menurun. Ketika panggung yang dicintainya satu per satu menjauh, alkohol seolah menjadi pengisi kekosongan itu.

Ketika musik tidak lagi bisa saya mainkan seperti dulu, saya mencari sesuatu untuk mengisi keheningan. Pilihan itu hampir merenggut segalanya.

Ketergantungan itu, diakui Collins, bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Ia tumbuh perlahan, terselip di antara jadwal tur, kesepian di kamar hotel, dan tekanan untuk selalu tampil sempurna. Sebuah perangkap sunyi yang menjerat begitu banyak orang di balik layar dunia hiburan.

Bangkit Perlahan dari Titik Terendah

Dari ambang kematian itu, Collins memilih untuk bangkit. Proses pemulihannya tidak instan; ia harus berjuang setiap hari melawan keinginan lama sambil merawat tubuh yang sudah banyak terkikis. Dukungan keluarga menjadi jangkar yang membuatnya bertahan ketika badai datang.

Anak-anaknya, termasuk Lily Collins yang dikenal sebagai aktris, disebut menjadi sumber kekuatan besar. Kehadiran mereka mengingatkan sang maestro bahwa masih ada alasan untuk terus bernapas, masih ada mimpi sederhana yang layak diperjuangkan: melihat keluarganya tumbuh bahagia.

Momen mengharukan terjadi ketika Collins akhirnya bisa duduk bersama orang-orang tercintanya tanpa bayang-bayang alkohol. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, keheningan tidak lagi terasa menakutkan.

Warisan yang Menyentuh Lintas Generasi

Kini, kisah kelam itu ia bagikan bukan untuk mengundang iba, melainkan sebagai inspirasi. Collins ingin siapa pun yang sedang berjuang melawan ketergantungan tahu bahwa mereka tidak sendirian, dan bahwa meminta bantuan bukanlah sebuah kelemahan.

Penggemar di seluruh dunia merespons dengan luapan kasih sayang. Bagi banyak orang, lagu-lagu Collins pernah menemani patah hati, kehilangan, dan harapan. Sekarang, perjalanan hidupnya sendiri menjadi lagu yang paling jujur — tentang manusia yang jatuh, lalu perlahan berdiri lagi.

Di usianya yang tak lagi muda, Phil Collins mungkin tidak akan kembali ke atas panggung. Namun keberaniannya berkata jujur tentang kerapuhan justru membuat warisannya semakin menyentuh. Karena pada akhirnya, kisah terbaik bukanlah tentang tak pernah jatuh, melainkan tentang keberanian untuk bangkit.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User