Aug 25, 2026
Hukum

Personel Brimob Sumut Raih Juara Lari, Zainuddin Lubis Pimpin Perbati

Sumatera Utara kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu provinsi yang serius mengembangkan sektor olahraga. Dalam dua peristiwa terpisah, semangat k

Personel Brimob Sumut Raih Juara Lari, Zainuddin Lubis Pimpin Perbati

Sumatera Utara kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu provinsi yang serius mengembangkan sektor olahraga. Dalam dua peristiwa terpisah, semangat kompetitif dan regenerasi kepemimpinan tampak berjalan beriringan. Dari lintasan lari di perkebunan Deli Serdang hingga ruang rapat organisasi tinju nasional, prestasi dan konsolidasi menjadi satu nafas yang saling menguatkan. Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara mencatatkan pencapaian di ajang Deli Serdang Run 2026, sementara itu kursi ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Perbati) Sumut juga disiapkan bagi figur baru yang siap melanjutkan estafet pembinaan.

Kuda Lari Korps Baret Biru: Juara II Kategori 8K

Minggu pagi, 26 Juli 2026, ratusan pasang kaki bersiap di garis start di Desa Namo Tualang, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang. Ajang Deli Serdang Run 2026 ini bukan sekadar perayaan hari bebas kendaraan atau festival akhir pekan biasa—ia menjadi panggung bagi para pelari amatir dan profesional dari berbagai daerah untuk mengukur stamina, sekaligus ajang silaturahmi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga. Bupati Deli Serdang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Camat Biru-Biru hadir langsung, menunjukkan bahwa acara ini memiliki bobot penting dalam kalender pembangunan olahraga daerah.

Di antara kerumunan peserta, terdapat satu sosok yang berlari dengan semangat ganda: Bharada Markus Beres Banurea, personel Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumut. Dengan disiplin latihan khas Brimob dan mental baja yang ditempa keseharian, Markus berhasil menyelesaikan rute 8 kilometer dengan waktu yang cukup untuk mengamankan podium kedua kategori umum putra. Ia hanya sedikit tertinggal dari juara pertama, namun unggul atas puluhan pelari lainnya. Prestasi ini menjadi kelanjutan dari rekam jejak Tim Running Sat Brimob yang sebelumnya telah menorehkan hasil di berbagai ajang lari lokal dan nasional.

“Kami hadir di sini tidak hanya untuk berlari, tetapi juga membuktikan bahwa personel Brimob harus prima secara fisik dan mampu menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat. Prestasi Bharada Markus adalah bukti latihan keras kami selama ini berbuah manis,” ujar seorang perwira Sat Brimob Polda Sumut yang mendampingi tim.

Disiplin dan konsistensi menjadi faktor game-changer. Selain program latihan rutin kesamaptaan jasmani yang wajib bagi setiap personel, tim running Brimob Sumut menerapkan tambahan sesi lari teknis pada pagi dan sore hari, termasuk latihan pace, interval, dan pemulihan nutrisi. Hasilnya: stamina dan kecepatan yang bisa bersaing dengan para pelari sipil yang menekuni olahraga lari sebagai spesialisasi utama. Partisipasi seperti ini juga memecah stereotip bahwa aparat hanya identik dengan rutinitas tempur; mereka pun fasih dalam olahraga rekreasi yang membumi dan dapat dinikmati semua kalangan.

Kursi Baru, Semangat Baru: Zainuddin Lubis Siap Pimpin Perbati Sumut

Di sisi lain, dinamika organisasi tinju amatir di Sumatera Utara memasuki babak baru. Pengurus Besar (PB) Perbati terus memperkuat konsolidasi di 28 provinsi tempat organisasi ini sudah terbentuk. Untuk Sumut, langkah penyegaran kepengurusan diambil dengan mendorong Zainuddin Lubis sebagai Ketua Perbati Sumut yang baru. Ia diharapkan mampu menstimulasi pembinaan tinju amatir hingga ke daerah-daerah yang selama ini minim akses pelatihan dan kompetisi.

Sekretaris Jenderal PB Perbati, Benget Simorangkir, menerangkan bahwa Ketua Umum Ray Zulham Faras Nugraha memberi perhatian khusus pada konsolidasi di Sumatera Utara mengingat potensi petinju muda di provinsi ini sangat besar. Selama ini, Perbati Sumut telah aktif mengirimkan perwakilan dalam berbagai agenda nasional—mulai dari pelatihan wasit dan hakim, hingga persiapan menuju Kejuaraan Manado pada Agustus 2026. Zainuddin Lubis, dengan latar belakang dan jejaring yang luas di lingkungan olahraga tinju Sumut, dinilai sebagai figur yang pas untuk melanjutkan ritme tersebut.

“Pergantian kepengurusan ini bukan semata-mata seremonial, tetapi bagian dari strategi agar roda organisasi berputar lebih kencang. Pak Zainuddin Lubis kami yakini mampu mempercepat lahirnya petinju amatir berkualitas dari Sumut yang bisa berkompetisi di level nasional bahkan internasional,” kata Benget.

Sebagai catatan, PB Perbati sendiri tidak hanya fokus pada kejuaraan dalam negeri. Sejak berdiri tingkat pusat, organisasi ini telah menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia serta terlibat dalam perhelatan tinju skala dunia. Harapannya, dengan kepengurusan baru di daerah, Sumut bisa menjadi salah satu pemasok atlet dan penyelenggara even tinju yang mumpuni.

Olahraga: Benang Merah Profesionalisme dan Pemberdayaan

Menarik mencermati bahwa dua peristiwa di atas—prestasi lari seorang anggota Brimob dan penyegaran kepemimpinan organisasi tinju—sama-sama mencerminkan transformasi positif di ranah olahraga Sumatera Utara. Keduanya tidak sekadar ajang meraih medali atau memperebutkan jabatan, melainkan menjadi soft power yang merekatkan institusi dengan masyarakat. Bharada Markus membuktikan bahwa Korps Brimob bukan hanya tangguh dalam penanganan konflik, tetapi juga adaptif dalam kegiatan sipil yang membangun kebugaran dan kebersamaan. Sementara itu, Zainuddin Lubis diharapkan memperkuat struktur organisasi yang langsung menyentuh generasi muda di akar rumput.

Data internal keduanya juga menunjukkan pola serupa: konsistensi dan dukungan sistem. Tim Running Brimob mencatat peningkatan partisipasi personel dalam lomba lari hingga 50% dalam dua tahun terakhir, sementara Perbati Sumut telah melatih lebih dari 15 wasit baru dan mengirim delegasi ke tiga kejuaraan nasional sepanjang 2024–2026. Angka-angka ini, bila dijaga momentumnya, bisa menjadi fondasi kuat bagi ekosistem olahraga daerah yang berkelanjutan.

Deli Serdang Run mungkin telah melampaui garis finis, tetapi spirit yang dibawa oleh para pelari Brimob belum pudar. Begitu pun dengan Perbati Sumut yang kini menanti babak baru di bawah komando Zainuddin Lubis. Masyarakat Sumatera Utara memiliki alasan lebih banyak untuk optimis: olahraga, dalam berbagai bentuknya, sedang menjelma menjadi panggung nyata kolaborasi dan pembangunan karakter.