Oct 15, 2026
entertainment

Pensi Bareng 2026, Panggung Perpisahan Penuh Air Mata di SMAN 21

Di lapangan upacara SMAN 21 Jakarta, Sabtu sore itu, lampu sorot mulai dinyalakan satu per satu. Deretan kursi plastik yang biasanya dipakai untuk apel pagi telah berubah menjadi tribun penonton. Bebe...

Pensi Bareng 2026, Panggung Perpisahan Penuh Air Mata di SMAN 21

Di lapangan upacara SMAN 21 Jakarta, Sabtu sore itu, lampu sorot mulai dinyalakan satu per satu. Deretan kursi plastik yang biasanya dipakai untuk apel pagi telah berubah menjadi tribun penonton. Beberapa siswa sibuk mengecek sound system, sementara yang lain mondar-mandir mengatur properti panggung. Ada yang berbeda dari wajah-wajah mereka malam itu. Di balik riasan dan seragam angkatan, tersimpan perasaan campur aduk yang sulit disembunyikan: ini malam terakhir mereka tampil bersama sebagai satu angkatan.

Acara bertajuk Pensi Bareng 2026 itu bukan sekadar panggung pentas seni biasa. Bagi ratusan siswa kelas XII, ini adalah puncak dari perjalanan tiga tahun yang penuh cerita. Mulai dari persahabatan yang tumbuh di kantin, perjuangan menghadapi ujian, hingga momen-momen sederhana seperti berbagi tawa di jam istirahat. Semua itu seakan dipadatkan dalam satu malam yang mereka rancang sendiri.

Perjuangan di Balik Panggung

Di sudut belakang panggung, Raka, ketua panitia acara, tampak mengusap keringat di dahinya. Ia mengisahkan bagaimana persiapan acara ini berlangsung selama hampir empat bulan. "Kami sempat hampir batal karena beberapa kendala, mulai dari izin sampai dana. Tapi anak-anak tetap semangat. Kami rela pulang malam demi latihan," ujarnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Perjuangan itu tidak sia-sia. Malam itu, berbagai penampilan disuguhkan: dari band akustik yang membawakan lagu-lagu kenangan, tari tradisional yang dibawakan penuh semangat, hingga teater pendek yang mengangkat kisah persahabatan. Setiap penampilan disambut tepuk tangan dan sorakan penonton yang memadati lapangan.

Momen Mengharukan di Akhir Malam

Puncak acara datang ketika seluruh panitia dan pengisi acara naik ke atas panggung. Mereka menyanyikan lagu perpisahan bersama-sama. Suasana berubah hening, lalu perlahan terdengar isak tangis. Beberapa guru yang hadir ikut terharu dan memberikan pelukan hangat kepada siswa-siswanya.

"Ini bukan akhir, ini awal baru," kata Bu Ratna Iriani, wakil kepala sekolah, usai memberikan sambutan. "Kalian sudah membuktikan bahwa kerja sama dan kekompakan bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Teruslah bangkit dan berjuang di luar sana."

Malam itu menjadi saksi bahwa di balik kesederhanaan sebuah acara pentas seni, tersimpan mimpi dan harapan anak-anak muda yang siap melangkah ke babak baru kehidupan. Pensi Bareng 2026 akan selalu dikenang sebagai momen mengharukan yang menyatukan mereka sebelum benar-benar berpisah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User