Sarajevo — Pemilu umum di Bosnia dan Herzegovina kembali memanas setelah hasil hitung cepat menunjukkan kemenangan telak partai yang didukung mantan presiden Republika Srpska, Milorad Dodik. Meski dirinya tidak boleh mencalonkan diri, pengaruh politiknya nyatanya masih begitu kuat di entitas berpenduduk mayoritas etnis Serbia tersebut.
Komisi Pemilihan Umum merilis hasil sementara setelah lebih dari 90% surat suara dihitung. Dari angka tersebut, terlihat bahwa Partai Aliansi Sosial Demokrat Independen (SNSD) diproyeksikan mempertahankan perolehan teratasnya di parlemen Republika Srpska, sekaligus mempertahankan kursi kepresidientan entitas dan kursi Serbia di Dewan Presiden Bosnia dan Herzegovina yang beranggotakan tiga orang.
Menjaga Kursi Strategis di Dewan Presiden
Dewan Presiden Bosnia dan Herzegovina memang menjadi pusat tarik-menarik kekuasaan negara multi-etnis itu. Lembaga ini diisi oleh satu perwakilan etnis Serbia, satu etnis Bosnia, dan satu etnis Kroasia. Penguasaan kursi Serbia sangat penting bagi Dodik dan sekutunya karena memberi hak veto dalam banyak keputusan strategis nasional.
Dari hitungan sementara, SNSD diperkirakan meraih sekitar 40% kursi di legislatif regional. Angka itu menegaskan bahwa meskipun berbagai tekanan datang dari dalam maupun luar negeri, basis dukungan partai Dodik di wilayah itu tergolong solid.
- SNSD mempertahankan posisi teratas di parlemen Republika Srpska.
- Kursi kepresidientan entitas tetap berada di tangan koalisinya.
- Kursi Serbia di Dewan Presiden Bosnia berhasil dipertahankan.
- Perolehan kursi legislatif diperkirakan mencapai sekitar 40%.
Dodik Dilarang Nyaleg, Tapi Tetap Berpengaruh
Menariknya, Milorad Dodik sendiri tidak tercantum dalam surat suara. Larangan itu datang akibat vonisnya pada 2025, ketika ia dinyatakan bersalah atas penolakan mengakui otoritas Christian Schmidt. Schmidt merupakan politikus Jerman yang menjabat sebagai High Representative internasional untuk pelaksanaan Perjanjian Dayton 1995.
"Schmidt tidak memiliki mandat dari Dewan Keamanan PBB dan telah menyalahgunakan jabatannya untuk membatasi otonomi Republika Srpska,"
Demikian argumen yang selama ini didengungkan Dodik. Ia konsisten menantang otoritas internasional yang dianggapnya campur tangan berlebihan dalam urusan dalam negeri Bosnia. Perlawanan itu akhirnya memicu konfrontasi politik yang berkepanjangan, bahkan sempat memicu sanksi dari Amerika Serikat sebelum kemudian dilonggarkan.
Hubungan dengan Barat Tetap Tegang
Kemenangan ini otomatis mengirim sinyal tegas ke Barat. Dodik dikenal sebagai pemimpin yang kerap menantang kebijakan Uni Eropa dan Amerika Serikat terkait masa depan Bosnia dan Herzegovina. Ia berulang kali mengancam untuk menarik entitas Serbia dari institusi negara, meski langkah semacam itu selalu berujung kebuntuan diplomatik.
Bagi sebagian analis, hasil pemilu ini membuktikan bahwa narasi nasionalisme etnis Serbia masih menjual kuat di Republika Srpska. Sementara bagi para pemimpin Barat, kemenangan SNSD menjadi pengingat bahwa proyek penyatuan Bosnia yang berjalan lambat masih menghadapi perlawanan keras dari dalam.
Pemerintah Bosnia dan Herzegovina kini menghadapi tantangan berat untuk menyatukan tiga komponen utamanya. Dengan kemenangan Dodik, tekanan untuk memberi lebih banyak otonomi bagi Republika Srpska dipastikan kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan.
Comments (0)