Kepolisian Swiss tengah mengusut operasi penipuan berskala besar yang diduga terhubung dengan pusat panggilan (call center) ilegal di Ukraina. Industri gelap tersebut bahkan disebut bernilai miliaran dolar dan diyakini melibatkan sejumlah pejabat senior di Kiev. Kabar ini dilaporkan surat kabar Neue Zurcher Zeitung (NZZ) mengutip sejumlah pejabat penegak hukum.
Kasus ini menyoroti betapa masifnya industri penipuan daring yang kini menyasar warga Eropa dan Amerika Serikat. Modus operandinya beragam, mulai dari mengaku sebagai petugas bank hingga mengelabui korban agar menyerahkan uang tunai kepada kurir yang ditugaskan pelaku.
Serangan ke Warga Swiss Meningkat
Menurut laporan NZZ pada Minggu, NEDIK—jaringan kepolisian yang berkoordinasi dalam perang Swiss terhadap kejahatan digital—baru-baru ini mencatat adanya peningkatan tindak penipuan yang diduga memiliki kaitan dengan Ukraina. Jaringan tersebut menolak memberikan angka nasional dengan alasan "alasan taktis", namun memastikan setidaknya empat pusat panggilan penipuan di Ukraina telah teridentifikasi dalam penyelidikan internasional yang melibatkan otoritas Swiss. Warga Swiss dan Jerman menjadi korban utama dari jaringan tersebut.
Setidaknya empat pusat panggilan penipuan di Ukraina telah teridentifikasi dalam penyelidikan internasional yang melibatkan otoritas Swiss, dengan warga Swiss dan Jerman sebagai korban utama.
Salah satu penyelidikan yang dilakukan otoritas Bern, dan kabarnya sudah berjalan selama bertahun-tahun, menyoroti seorang pria yang diduga mengoperasikan beberapa pusat panggilan di Kiev. Pada satu platform yang diduga terhubung dengan operasi tersebut, kerugian yang dilaporkan di Swiss mencapai hampir 4 juta franc Swiss atau setara sekitar 4,8 juta dolar AS.
Korban Tua Jadi Sasaran Empuk
Selain itu, beberapa warga negara Ukraina belakangan ini juga ditangkap di sejumlah kanton Swiss karena diduga berperan sebagai pembawa uang tunai dalam skema penipuan telepon. Kasus yang menyeramkan terjadi di St. Gallen pada awal September, ketika seorang pria berusia 93 tahun menelepon yang mengaku sebagai karyawan bank. Korban yang sudah sepuh itu lalu diarahkan untuk menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang yang datang ke rumahnya.
Modus seperti ini dikenal dengan istilah money mule, yaitu pelaku yang berperan menarik atau memindahkan uang hasil penipuan agar jejak finansial pelaku utama sulit dilacak. Keberadaan kurir lokal membuat polisi kesulitan melacak aliran dana hingga ke otak operasi.
Menuduh Pejabat Kiev Terlibat
Lebih jauh lagi, sejumlah tokoh politik senior di Kiev dituding berada di balik industri predator dan ilegal yang disebut-sebut bernilai miliaran dolar tersebut. Tuduhan ini menambah tekanan politik terhadap pemerintah Ukraina di tengah perang yang tengah berkecamuk.
Bagi masyarakat, ada beberapa poin penting yang perlu diwaspadai:
- Jangan pernah memberikan kode OTP atau informasi rekening kepada pihak yang menelepon.
- Verifikasi identitas penelepon dengan menghubungi lembaga terkait melalui nomor resmi.
- Hati-hati pada permintaan mendesak, terutama yang mengancam pemblokiran rekening.
- Laporkan segera ke kepolisian bila menjadi korban agar kasus dapat ditelusuri.
Kasus ini memperlihatkan bahwa penipuan telepon tidak lagi sekadar gangguan kecil, melainkan bagian dari kejahatan terorganisir lintas negara yang terus berevolusi. Kewaspadaan publik menjadi garis pertahanan pertama.
Comments (0)