New York mengumumkan status darurat bencana menghadapi lonjakan kasus campak yang terus melonjak di wilayah timur laut Amerika Serikat. Gubernur Kathy Hochul meneken perintah eksekutif yang memberi kewenangan lebih luas kepada otoritas kesehatan untuk melakukan vaksinasi dan pengujian massal guna membendung penyebaran penyakit yang sangat menular itu.
Keputusan tersebut diumumkan pada Senin dan menjadi pertama kalinya sebuah negara bagian di AS menetapkan darurat serupa sejak kasus campak mulai meroket secara nasional sepanjang 2025. Data terbaru mencatat New York telah mencatat 108 kasus terkonfirmasi sepanjang tahun hingga 3 Oktober, dengan sebagian besar kasus berasal dari komunitas pedesaan yang memiliki tingkat imunisasi rendah.
Respons Cepat Pemerintah New York
Dalam pernyataannya, Hochul menegaskan bahwa deklarasi darurat ini diambil sebagai langkah penguatan upaya yang sudah berjalan untuk melawan wabah campak. Ia menekankan bahwa tidak seorang pun seharusnya jatuh sakit parah hingga kehilangan nyawa akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah lewat vaksin.
"Setelah meninjau data terbaru mengenai kasus campak di Negara Bagian New York, saya menyatakan Darurat Bencana Negara untuk memperkuat upaya kami yang sedang berjalan dalam menghadapi penyakit ini. Tidak ada orang yang pantas jatuh sakit serius atau meninggal akibat penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin," ujar Gubernur Kathy Hochul.
Perintah eksekutif tersebut dijadwalkan berlaku hingga 4 November, sehari setelah pemilihan umum sela (midterm election). Langkah ini memperluas jumlah tenaga kesehatan yang diizinkan untuk memberikan vaksin campak, gondongan, dan rubela (MMR), sekaligus melakukan pengujian di lapangan.
Apa yang Termasuk dalam Keadaan Darurat?
Pemerintah negara bagian mengambil sejumlah langkah strategis untuk mempercepat respons kesehatan masyarakat, antara lain:
- Perluasan tenaga vaksinator: apoteker dan tenaga kesehatan berlisensi lainnya kini diizinkan menyuntikkan vaksin MMR secara langsung kepada masyarakat.
- Pengujian lebih cepat: otoritas kesehatan dapat mempercepat proses laboratorium untuk memastikan diagnosis kasus baru.
- Koordinasi lintas wilayah: pemerintah daerah diarahkan berbagi data dan sumber daya untuk menekan laju penularan.
- Fokus pada komunitas rentan: sasaran utama diarahkan ke wilayah pedesaan dengan cakupan imunisasi rendah.
Kasus campak di New York sebagian besar dilaporkan terkonsentrasi di komunitas pedesaan, di mana tingkat vaksinasi anak jauh di bawah ambang aman yang direkomendasikan pakar kesehatan masyarakat. Para ahli khawatir angka sebenarnya bisa lebih tinggi mengingat campak memiliki masa inkubasi panjang dan penularan luar biasa cepat.
Wabah Campak Terburuk dalam 35 Tahun
Amerika Serikat kini menghadapi wabah campak terburuk dalam 35 tahun terakhir. Angka kasus nasional terus menanjak sepanjang tahun ini, memicu kekhawatiran luas di kalangan pejabat kesehatan. Campak dikenal sebagai salah satu penyakit menular paling ganas pada manusia; satu penderita dapat menularkan virus ke hingga 18 orang yang tidak memiliki kekebalan, menurut estimasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Gejala campak meliputi demam tinggi, batuk, pilek, radang mata, dan ruam merah yang menyebar di tubuh. Komplikasi serius seperti pneumonia, kejang, hingga pembengkakan otak bisa terjadi, terutama pada balita dan orang dengan sistem imun lemah.
Situasi ini kembali menghidupkan perdebatan panjang soal penurunan angka vaksinasi di sejumlah wilayah AS. Gerakan anti-vaksin yang makin vokal sejak pandemi COVID-19 disebut berkontribusi pada turunnya cakupan imunisasi anak di banyak komunitas, sehingga membuat populasi lebih rentan terhadap wabah.
"Darurat bencana ini adalah pengingat keras bahwa campak belum pernah benar-benar hilang. Selama cakupan vaksinasi belum mencapai ambang kekebalan kelompok, wabah seperti ini akan terus mengintai," ujar seorang pakar kesehatan masyarakat.
Hochul mengimbau seluruh warga New York, terutama yang belum divaksin lengkap, segera mendatangi pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin MMR. Vaksin campak dinyatakan sangat aman dan efektif, dengan dua dosis memberikan perlindungan sekitar 97 persen.
Dengan deklarasi darurat ini, New York berharap dapat memutus rantai penularan sebelum kasus membesar menjelang musim liburan akhir tahun. Pemerintah federal juga disebut tengah memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan tambahan bila diperlukan.
Comments (0)