Museum Lebanon Pamerkan Kunci Tanpa Rumah, Wallabies Ditinggal Schmidt

BEIRUT/PERTH — Dua peristiwa berbeda di belahan dunia timur dan selatan sama-sama menyisakan narasi tentang kehilangan dan transisi. Di Beirut, Lebanon, se

Jul 19, 2026 - 09:57
0 0
Museum Lebanon Pamerkan Kunci Tanpa Rumah, Wallabies Ditinggal Schmidt

BEIRUT/PERTH — Dua peristiwa berbeda di belahan dunia timur dan selatan sama-sama menyisakan narasi tentang kehilangan dan transisi. Di Beirut, Lebanon, sebuah pameran menghadirkan memorabilia perang yang menyayat hati, sementara di Perth, Australia, tim rugby nasional Wallabies harus menghadapi babak baru tanpa arsitek kebangkitannya. Pameran bertajuk "Hkeeli ya Jnoub" dan pengunduran diri pelatih Joe Schmidt menjadi dua sisi koin yang menggambarkan bagaimana konflik dan olahraga sama-sama menyimpan cerita perjuangan.

Kunci Rumah yang Tersisa di Tengah Reruntuhan

Di ibu kota Lebanon, museum Beit Beirut menjadi saksi bisu ribuan kisah pengungsi dari selatan negeri itu. Pameran "Hkeeli ya Jnoub" atau yang berarti "Ceritakan Padaku, O Selatan" memajang foto dan video yang mendokumentasikan kehancuran Lebanon selatan akibat konflik berkepanjangan antara Israel dan Hizbullah. Salah satu instalasi paling menyentuh adalah proyek bertajuk "Keys Without Homes" atau Kunci Tanpa Rumah.

Hajj Ali (23), salah satu dari ribuan warga selatan yang kehilangan tempat tinggal, mengungkapkan kepedihannya. "Kami seharusnya pulang dan membuka pintu dengan kunci, tapi pintu itu sudah tidak ada lagi," ujarnya dengan suara bergetar. Konflik yang pertama kali meletus pada 2023 ketika Hizbullah melancarkan serangan untuk mendukung sekutunya Hamas, kembali memanas pada Maret 2024 setelah kelompok itu terlibat dalam perang Timur Tengah di pihak pendukungnya, Iran.

"Separuh rumah runtuh dan separuhnya masih tersisa," kata Ali kepada AFP, mengenang kunjungan singkatnya ke Nabatieh al-Fawqa setelah gencatan senjata April yang akhirnya gagal menghentikan pertempuran.

Psikolog muda itu merindukan momen sederhana di rumahnya. "Aku merindukan matahari terbenam dan suara azan di kebun kami sambil menikmati kopi," tuturnya, seraya mengakui bahwa Beirut memang punya tempat-tempat indah, "tapi itu bukan rumah."

Seniman di balik proyek "Keys Without Homes", Adeeb Farhat (36), yang juga berasal dari Lebanon selatan, mengaku ide itu muncul selama perang 2024 ketika ia dicekam ketakutan kehilangan rumah sendiri. "Saya terus dihantui pertanyaan: Apa yang akan terjadi pada rumahku? Akankah dibom? Dan bagaimana hubunganku dengan kunci rumah akan berubah? Akankah kami menjadi warga Palestina baru?" ungkapnya, merujuk pada tradisi panjang warga Palestina yang menyimpan kunci rumah yang hilang selama Nakba atau "malapetaka" dalam bahasa Arab.

Meski Gencatan Senjata, Kehancuran Berlanjut

Meskipun nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran ditandatangani pada 17 Juni 2024 dan pertempuran mereda, serangan Israel sporadis masih terus berlangsung. Penghancuran besar-besaran di dalam dan sekitar desa-desa yang diduduki membuat ribuan orang tidak bisa kembali ke rumah mereka. Pameran ini menjadi pengingat kolektif bahwa kerinduan pada rumah tak pernah padam meski fisik bangunan telah rata dengan tanah.

Schmidt Tinggalkan Wallabies dengan Segudang PR

Di belahan dunia lain, tepatnya di Perth, Australia, pelatih tim nasional rugby Wallabies, Joe Schmidt, mengakhiri masa baktinya selama dua setengah tahun dengan kemenangan telak 57-10 atas Italia dalam Nations Championship. Pertandingan Sabtu itu menjadi penampilan terakhirnya sekaligus skor tertinggi selama masa kepemimpinannya, sekaligus memutus enam kekalahan beruntun. Namun, di balik selebrasi itu, pekerjaan rumah besar menanti penggantinya.

"Saya pikir jika Anda melihat ke belakang dua setengah tahun, kami jelas telah membuat kemajuan," kata Schmidt, yang sebelumnya menikmati kesuksesan gemilang selama enam tahun melatih Irlandia.

Mantan pelatih yang mengambil alih kendali dari Eddie Jones setelah kampanye Piala Dunia 2023 yang bencana —di mana Australia gagal lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dan terpuruk ke peringkat 10 dunia— mencatatkan statistik yang kurang impresif. Hanya 12 kemenangan dari 31 pertandingan uji coba, dan tim kini bertengger di peringkat delapan dunia, jauh dari masa kejayaan era 1990-an dan awal 2000-an ketika Wallabies selalu masuk tiga besar dunia.

Penyebab Inkonsistensi: Rotasi Pemain yang Terlalu Sering

Meskipun dipuji karena membawa stabilitas dan etos kerja baru, Schmidt meninggalkan satu tanda tanya besar. Mantan pemain Wallabies dengan 80 caps, Stirling Mortlock, mengkritik keras kebiasaan Schmidt yang terlalu sering merombak susunan pemain. Dalam setahun terakhir saja, sembilan pemain berbeda digunakan di posisi playmaker kunci. "Anda tidak perlu jadi ilmuwan roket untuk tahu bahwa itu mungkin penyebab besar inkonsistensi performa," kata Mortlock kepada The Australian.

Schmidt sendiri mengakui para pemain kini lebih terhubung, pemimpin tim lebih vokal, dan fundamental seperti set-piece serta pertahanan menunjukkan peningkatan. Namun, fakta bahwa Wallabies masih jauh dari status elite dunia menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih baru yang akan ditunjuk. Mampukah penerus Schmidt mengembalikan kejayaan Wallabies? Waktu yang akan menjawab.

Paralel Dua Kisah: Kehilangan dan Harapan Baru

Pameran kunci tanpa rumah di Beirut dan transisi kepelatihan di Wallabies mungkin tampak seperti dua narasi yang tak terkait. Namun, keduanya menyimpan benang merah: tentang bagaimana manusia berdamai dengan kehilangan dan membangun kembali dari puing-puing yang tersisa. Bagi para pengungsi Lebanon selatan, kunci rumah adalah simbol harapan dan identitas. Bagi Wallabies, kunci kebangkitan ada di tangan pelatih baru yang harus mampu meramu konsistensi dari warisan Schmidt. Keduanya berjalan dalam ketidakpastian, namun dengan tekad yang sama untuk kembali ke "rumah" masing-masing — entah itu rumah fisik di Nabatieh al-Fawqa atau rumah kejayaan di panggung rugby dunia.

[SOCIAL_TWEET]: Duka di Beirut, harapan di Perth. Pameran "Kunci Tanpa Rumah" ungkap kisah pengungsi Lebanon yang kehilangan rumah akibat perang. Sementara itu, Wallabies ditinggal Joe Schmidt dengan PR besar: hanya 12 kemenangan dari 31 laga. Dua cerita, satu benang merah: perjuangan bangkit dari kehilangan.[SOCIAL_TG]: 🏛️ Pameran di Beirut: "Kunci Tanpa Rumah" jadi saksi bisu kehancuran Lebanon selatan. Warga simpan kunci rumah yang sudah rata dengan tanah. 🏉 Di Perth: Joe Schmidt pamit dari Wallabies. 12 kemenangan dari 31 laga. PR besar menanti pelatih baru. Keduanya tentang kehilangan - dan harapan untuk bangkit kembali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User