Sep 22, 2026
Hukum

Militer Iran Sita Drone Kapal Selam Canggih Milik Amerika Serikat

Ketegangan maritim antara Teheran dan Washington kembali memanas ke level yang lebih tinggi. Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasi

Militer Iran Sita Drone Kapal Selam Canggih Milik Amerika Serikat

Ketegangan maritim antara Teheran dan Washington kembali memanas ke level yang lebih tinggi. Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilan mereka dalam menyita sebuah drone bawah laut nirawak milik militer Amerika Serikat. Operasi penyitaan tersebut diklaim sebagai buah dari operasi intelijen yang sangat terencana dan kompleks di perairan strategis.

Dalam pernyataan resminya, pihak Iran memamerkan rekaman video yang memperlihatkan fisik wahana bawah air tanpa awak tersebut secara mendetail. Teheran melabeli tangkapan ini sebagai salah satu alutsista paling mutakhir milik militer Negeri Paman Sam yang sarat akan teknologi pengintaian modern.

"Ini adalah salah satu kapal selam nirawak paling modern, canggih, dan pintar yang berada di bawah kendali militer Amerika Serikat," ungkap juru bicara IRGC dalam pernyataan resminya saat mempublikasikan rekaman tersebut.

Spesifikasi Monster Bawah Laut Dive-LD

Berdasarkan identifikasi pihak militer Iran, perangkat yang disita tersebut merupakan drone model Dive-LD yang dikembangkan oleh kontraktor pertahanan terkemuka asal AS, Anduril Industries. Wahana mutakhir ini dilaporkan baru saja resmi memasuki dinas operasional militer pada April 2025 lalu.

Secara visual, drone tersebut memiliki rancang bangun silinder berbentuk menyerupai torpedo berwarna abu-abu metalik dengan dimensi fisik yang impresif:

  • Dimensi & Bobot: Memiliki panjang sekitar 5,8 meter, lebar 1,2 meter, serta bobot mencapai 2,7 ton.
  • Ketahanan Operasi: Mampu bertahan dan beroperasi mandiri di bawah permukaan air hingga 10 hari nonstop.
  • Kedalaman Jelajah: Mampu menyelam hingga kedalaman ekstrem mencapai 6.000 meter di bawah permukaan laut.

Kemampuan jelajah yang luar biasa tersebut memungkinkan wahana ini menjalankan berbagai misi berisiko tinggi tanpa terdeteksi oleh radar konvensional kapal patroli permukaan.

Perang Narasi Antara Teheran dan Pentagon

Penyitaan ini tak pelak memicu perang narasi sengit di antara kedua kubu. IRGC menegaskan bahwa drone canggih ini dirancang khusus untuk berbagai spektrum misi militer krusial, mulai dari pemetaan topografi dasar laut, operasi intelijen dan pengawasan maritim, inspeksi jalur pipa strategis bawah laut, hingga mendukung operasi peperangan anti-kapal selam.

Di sisi lain, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) berusaha meredam dampak insiden memalukan ini. Pejabat militer AS berdalih bahwa perangkat yang jatuh ke tangan Garda Revolusi Iran tersebut hanyalah wahana eksperimental lawas yang tidak dilengkapi modul intelijen atau peralatan operasional yang sensitif.

Kendati Pentagon meremehkan insiden tersebut, sejumlah pengamat militer internasional menilai penyitaan ini merupakan pukulan telak bagi kerahasiaan teknologi militer AS. Keberhasilan Iran mengamankan drone dalam kondisi utuh membuka celah besar bagi proses reverse engineering (rekayasa balik), yang berpotensi memperkuat kemampuan peperangan bawah laut Teheran di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User