Sep 02, 2026
entertainment

Masha and the Bear Dilarang di Ukraina, Animasi Kesukaan Anak-anak Jadi Kontroversi Global

Di sebuah rumah tua di pinggiran Kyiv, seorang ibu bernama Olena duduk sendirian di depan televisi yang menyala. Acara yang biasanya mengalun dari layar itu kini sunyi. Tangannya gemetar saat menginga...

Masha and the Bear Dilarang di Ukraina, Animasi Kesukaan Anak-anak Jadi Kontroversi Global

Di sebuah rumah tua di pinggiran Kyiv, seorang ibu bernama Olena duduk sendirian di depan televisi yang menyala. Acara yang biasanya mengalun dari layar itu kini sunyi. Tangannya gemetar saat mengingat bagaimana anak-anaknya dulu tertawa riang setiap kali Masha si anak kecil nakal muncul di layar. "Mereka tidak bisa tidur tanpa episode itu," bisiknya pelan, suaranya nyaris tertelan keheningan. Kini, tontonan itu resmi dilarang di negerinya sendiri.

Keputusan itu datang dari Kyiv pada awal tahun ini. Otoritas Ukraina menjatuhkan sanksi terhadap serial animasi populer Masha and the Bear, yang selama lebih dari satu dekade menjadi teman setia jutaan anak-anak di seluruh dunia. Sang beruang besar yang sabar dan penuh kasih sayang, kini ditetapkan sebagai bagian dari "mesin propaganda" Moskow. Bagi banyak orang tua di Ukraina, keputusan ini bukan sekadar kebijakan politik. Ini adalah akhir dari sebuah masa kecil.

Kisah di Balik Layar Animasi yang Mendunia

Masha and the Bear pertama kali diproduksi oleh studio Animaccord di Moskow pada tahun 2009. Cerita yang sederhana namun memikat ini mengisahkan seorang anak perempuan berusia lima tahun bernama Masha yang nakal dan ceria, serta sahabatnya, seekor beruang yang sabar dan baik hati. Tanpa dialog yang berbelit, animasi ini berhasil merangkul anak-anak dari berbagai negara dengan humor universalnya.

Serial ini telah ditonton lebih dari 50 miliar kali di YouTube, menjadikannya salah satu konten anak-anak paling banyak ditonton di dunia. Dari Jakarta hingga Buenos Aires, dari Lagos hingga Moskow, lagu-lagu sederhana dan kelakuan Masha yang menggemaskan telah menjadi bahasa bersama bagi generasi muda di seluruh penjuru dunia.

Tapi di tengah euforia global itu, bayang-bayang politik perlahan merayap masuk. Kiev menuding bahwa animasi ini mengandung unsur-unsur halus yang dirancang untuk memuluskan narasi Kremlin kepada generasi termuda. Setiap episode, menurut mereka, adalah sepotong kecil dari strategi yang lebih besar untuk menanamkan pengaruh budaya Rusia ke dalam pikiran anak-anak.

Orang Tua di Dua Kubu yang Berbeda

Di sebuah apartemen kecil di kawasan Desnyanskiy, Kyiv, seorang kakek bernama Mykola masih menyimpan koleksi episode Masha and the Bear di harddisk lamanya. Cucu-cucunya dulu tumbuh bersama serial ini. "Mereka belajar angka dari Masha. Belajar berbagi dari beruang itu," kenangnya dengan mata berkaca-kaca. "Sekarang pemerintah bilang ini berbahaya. Saya tidak mengerti. Mereka masih anak-anak."

Sebaliknya, di kota Lviv yang lebih pro-Barat, pendapat berbeda muncul. Seorang ibu bernama Halyna menghapus seluruh episode dari perangkat rumahnya segera setelah keputusan sanksi diumumkan. "Saya tidak mau anak saya terpapar apa pun yang berasal dari sistem yang ingin menghancurkan kami," tulisnya di media sosial, yang kemudian viral dan memicu perdebatan panas di kalangan orang tua Ukraina.

Perdebatan ini mencerminkan luka yang lebih dalam dari sekadar kebijakan media. Ini tentang bagaimana sebuah negara yang sedang dalam pertempuran mempertahankan identitasnya mencoba mengendalikan setiap celah yang bisa dimasuki pengaruh luar, bahkan melalui jalur yang paling tidak terduga: dongeng sebelum tidur.

Dunia yang Terbelah oleh Layar Kecil

Keputusan Ukraina ini bukan berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai negara telah melakukan pelarangan dan pembatasan terhadap konten-konten yang dianggap membawa pengaruh asing. Namun, yang membuat kasus Masha and the Bear begitu mencolok adalah fakta bahwa ia berbicara kepada anak-anak, kepada orang-orang yang paling rentan dan paling mudah terpengaruh.

Organisasi pemantau media internasional angkat bicara. Beberapa di antara mereka mempertanyakan apakah pelarangan sebuah serial animasi anak-anak benar-benar efektif dalam konteks perang informasi. "Anak-anak tidak menonton propaganda politik," tulis seorang analis dalam laporan singkatnya. "Mereka hanya ingin tertawa. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membimbing mereka memahami apa yang mereka tonton."

Namun, bagi para pengambil kebijakan di Kyiv, argumen itu terasa seperti pembenaran yang tidak bisa diterima. Dalam situasi perang yang tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir, setiap instrumen yang dianggap bisa melemahkan semangat nasional harus disingkirkan, sekecil apa pun bentuknya.

Warisan yang Tak Mudah Dihapus

Di Moskow, studio Animaccord memilih untuk tidak memberikan komentar resmi. Namun, sumber dekat studio tersebut mengatakan bahwa para animator merasa terluka. Banyak dari mereka yang membuat serial ini sejak awal adalah seniman yang jauh dari politik. Mereka hanya ingin membuat anak-anak tertawa.

Kini, di kedua sisi perbatasan yang tegang, anak-anak yang pernah tumbuh bersama Masha dan beruangnya telah beranjak dewasa. Mereka menyimpan kenangan berbeda tentang serial yang sama. Di Moskow, Masha adalah teman masa kecil yang hangat. Di Kyiv, ia kini menjadi simbol dari sesuatu yang lebih gelap dan lebih rumit dari sekadar cerita sebelum tidur.

Di sudut ruangan apartemen Olena, sebuah mainan beruang berbulu cokelat masih duduk diam di rak. Hadiah ulang tahun untuk anak-anaknya bertahun-tahun lalu. Olena menatapnya lama. "Dulu, beruang ini adalah kebijaksanaan," katanya pelan. "Sekarang, ia adalah luka. Begitulah cara perang mengubah bahkan hal-hal paling polos di dunia."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User