Suasana di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini terasa jauh lebih teratur dibandingkan masa-masa sebelumnya. Pemandangan antrean panjang kendaraan yang mengular hingga memakan sebagian bahu jalan utama kini mulai mereda secara signifikan. Kondisi kondusif ini bukan terjadi tanpa alasan, melainkan berkat konsistensi PT Pertamina Patra Niaga yang memilih untuk tetap memertahankan skema penataan ganjil-genap bagi kendaraan yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Langkah taktis ini diambil sebagai respons atas tingginya dinamika kebutuhan energi masyarakat di ibu kota Sulawesi Selatan tersebut. Dengan mempertahankan sistem berbasis digit terakhir nomor polisi kendaraan, Pertamina berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan kuota yang dialokasikan pemerintah dengan permintaan riil di lapangan.
Upaya Memastikan Distribusi BBM Tepat Sasaran
Kebijakan ganjil-genap di SPBU Makassar bukanlah hal baru, namun keberlanjutannya menjadi bukti bahwa skema ini dinilai efektif dalam menekan celah penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa pemantauan ketat terus dilakukan agar BBM jenis Pertalite maupun Solar Subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, seperti pelaku usaha mikro, angkutan umum, serta logistik skala kecil.
Dalam proses penyalurannya, para petugas operator di lapangan dilatih untuk lebih teliti mencocokkan plat nomor kendaraan dengan kalender tanggal berjalan sebelum melayani pengisian BBM.
"Penerapan sistem ganjil-genap ini fokus utamanya adalah ketertiban dan keadilan. Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang melakukan pengisian berulang kali secara tidak wajar pada hari yang sama, sehingga konsumen lain tidak kehabisan hak BBM subsidinya," ujar perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga Sulawesi.
Mekanisme Operasional dan Ketentuan di SPBU
Secara teknis, aturan ini mengacu pada angka terakhir dari Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB). Kendaraan dengan digit akhir ganjil mendapatkan giliran pengisian pada tanggal-tanggal ganjil, begitu pula sebaliknya untuk kendaraan berplat genap pada tanggal genap. Pengaturan ini terintegrasi langsung dengan sistem digital pencatatan barcode MyPertamina yang wajib ditunjukkan pengendara.
Berikut adalah tabel ringkasan skema pelayanan BBM subsidi di SPBU Makassar:
| Kategori Tanggal | Digit Akhir Plat Nomor | Ketentuan Layanan |
|---|---|---|
| Tanggal Ganjil (1, 3, 5, dst) | Angka Ganjil (1, 3, 5, 7, 9) | Wajib QR Code & Kuota Harian |
| Tanggal Genap (2, 4, 6, dst) | Angka Genap (0, 2, 4, 6, 8) | Wajib QR Code & Kuota Harian |
Dampak Positif terhadap Lalu Lintas Kota
Keberlanjutan sistem ini juga mendatangkan respons positif dari Dinas Perhubungan setempat dan pihak kepolisian. Sebelum sistem ganjil-genap ini diterapkan secara konsisten, antrean truk dan kendaraan pribadi di SPBU sering kali memicu titik kemacetan parah di ruas jalan protokol Makassar. Kini, arus lalu lintas di sekitar area SPBU jauh lebih terurai dan aman bagi pengguna jalan lainnya.
Sejumlah sopir angkutan kargo ringan mengaku awalnya merasa canggung dengan pembatasan ini. Namun lambat laun, mereka mulai merasakan manfaatnya karena durasi menunggu di antrean menjadi jauh lebih singkat dibanding sistem bebas tanpa pembatasan.
Pertamina juga terus mengimbau masyarakat agar tidak perlu melakukan pembeliaan secara berlebihan (panic buying). Pasokan pasokan energi untuk wilayah Makassar dan sekitarnya dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi selama distribusi dapat berjalan secara teratur dan terkendali.
Comments (0)