LOMBOK — Proses evakuasi korban kebakaran kapal motor penyeberangan (KMP) Putri Yasmin di perairan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berlangsung tegang dan penuh risiko. Insiden yang terjadi pada dini hari memaksa ratusan penumpang dan awak kapal diungsikan ke titik aman dengan bantuan tim Search and Rescue (SAR) Gabungan serta unsur TNI-Polri.
Kapal yang membawa 78 penumpang dan 16 awak tersebut mengalami kebakaran hebat saat sedang melintasi perairan Selat Lombok. Kondisi laut yang sedang tidak bersahabat ditambah asap tebal yang membubung dari ruang mesin utama membuat situasi di atas dek semakin mencekam. Beberapa penumpang sempat panik sebelum akhirnya kru kapal memberikan arahan untuk mengenakan pelampung dan berkumpul di titik kumpul darurat.
Latar Belakang dan Kondisi Operasional
KMP Putri Yasmin merupakan salah satu armada penyeberangan yang melayani rute domestik di wilayah NTB. Pada malam kejadian, kapal tersebut berangkat dari pelabuhan keberangkatan dengan tujuan akhir di salah satu pelabuhan pulau tetangga. Menurut informasi awal yang dihimpun, kondisi cuaca saat keberangkatan tergolong normal dengan gelombang laut setinggi 1,5 meter hingga 2,5 meter.
Namun, sekitar pukul 02.30 Wita, petugas jaga di ruang kemudi mendeteksi indikasi kerusakan pada sistem kelistrikan di area mesin. Dalam hitungan menit, api mulai menjalar ke bagian-bagian kritis lainnya, termasuk ruang bahan bakar dan gudang perbekalan. Kapiten kapal segera mengirimkan sinyal Mayday ke pusat komunikasi maritim terdekat dan memutuskan untuk mematikan sistem propulsi guna mencegah ledakan yang lebih besar.
Kronologi Lengkap Peristiwa
Berikut adalah rangkuman urutan kejadian berdasarkan laporan operasional tim SAR dan keterangan saksi mata:
- Pukul 20.00 Wita: KMP Putri Yasmin berangkat dari pelabuhan asal dengan muatan awak dan penumpang sesuai manifest.
- Pukul 02.30 Wita: Terdeteksi percikan api dari panel kelistrikan ruang mesin bagian belakang. Awak mesin mencoba memadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
- Pukul 02.45 Wita: Api semakin membesar dan tidak bisa dikendalikan. Asap hitam pekat mulai membubung ke dek penumpang. Alarm kebakaran kapal dibunyikan.
- Pukul 03.00 Wita: Kapiten mengumumkan kondisi darurat dan memerintahkan seluruh penumpang mengenakan pelampung. Proses evakuasi internal ke dek terbuka dilakukan secara teratur oleh kru.
- Pukul 03.15 Wita: Pusat Rescue Coordination Centre (RCC) menerima sinyal distres dan segera meneruskan informasi ke pos SAR Mataram serta Basarnas NTB.
- Pukul 04.00 Wita: Tim SAR gabungan yang terdiri dari kapal patroli KN, speedboat, dan rubber boat tiba di lokasi kejadian di koordinat 8°30' LS 116°10' BT.
- Pukul 04.20 Wita hingga 06.45 Wita: Proses evakuasi massal dilakukan secara bertahap. Penumpang prioritas seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak dievakuasi terlebih dahulu menggunakan rubber boat.
- Pukul 07.15 Wita: Seluruh penumpang dan awak berhasil dievakuasi ke titik aman di daratan. 12 orang mengalami luka-luka ringan akibat hirup asap dan memar, sementara sisanya dalam kondisi stabil.
Tantangan Evakuasi di Tengah Laut
Operasi evakuasi di tengah perairan Lombok menghadapi berbagai tantangan teknis dan alamiah. Gelombang laut yang cukup tinggi membuat proses pendekatan rubber boat ke sisi KMP Putri Yasmin harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Komandan Operasi SAR menyebutkan bahwa jarak vertikal antara permukaan air dengan dek kapal yang terus naik turun akibat gelombang meningkatkan risiko tabrakan perahu karet ke lambung kapal.
Selain itu, keterbatasan pencahayaan di lokasi kejadian pada dini hari memaksa tim SAR menggunakan lampu sorot portabel dan night vision untuk memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal di dalam kabin. Suara ledakan kecil dari ruang mesin yang terdengar beberapa kali selama proses evakuasi semakin meningkatkan ketegangan, meskipun berhasil diatasi tanpa korban jiwa.
Tim medis darurat yang diterjunkan langsung ke lokasi pendaratan melakukan triase awal. Mereka yang mengalami trauma pernapasan akibat asap diberikan oksigen tambahan, sementara korban luka fisis langsung dilarikan ke RSUD Provinsi NTB dan beberapa rumah sakit swasta terdekat untuk penanganan intensif.
Dampak dan Tindak Lanjut Investigasi
Kebakaran KMP Putri Yasmin menyebabkan kerugian material yang cukup signifikan. Bagian ruang mesin dan sistem kemudi dilaporkan mengalami kerusakan parah, sementara beberapa fasilitas dek penumpang juga terbakar. Dinas Perhubungan setempat telah menurunkan tim inspektor kapal untuk melakukan investigasi forensik maritim guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Kepala Dinas Perhubungan NTB menyatakan bahwa pihaknya akan mengaudit seluruh dokumen keselamatan kapal, termasuk sertifikat laik laut, hasil pemeriksaan kelaiklautan terakhir, serta rekaman perawatan rutin mesin dan kelistrikan. Sementara itu, perusahaan pemilik armada berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban dan akomodasi sementara bagi penumpang yang kehilangan barang bawaan.
Sejumlah penumpang yang diwawancarai mengaku trauma dan berharap ada evaluasi ketat terhadap standar keselamatan armada penyeberangan di wilayah ini. Mereka menilai prosedur evakuasi yang dijalankan awak kapal cukup baik, namun kondisi panik di menit-menit awal kebakaran hampir saja memicu stampede jika tidak segera dikendalikan.
Peran Instansi Terkait dan Apresiasi
Keberhasilan evakuasi tanpa korban jiwa ini tidak lepas dari koordinasi cepat antar instansi. Basarnas, Polairud Polda NTB, TNI Angkatan Laut, Kantor Kesyahbandaran, serta relawan masyarakat bergerak bersamaan begitu menerima laporan. Masyarakat pesisir di sekitar perairan Lombok juga turut membantu dengan menyediakan perahu tradisional untuk membantu pendekatan awal sebelum tim SAR resmi tiba.
Pemerintah daerah menyampaikan apresias
Comments (0)