Oct 11, 2026
entertainment

Krishna Sakti dan Meltho: Momen Haru di Balik Karya Terbaru

Di sebuah ruangan yang dipenuhi cahaya lampu dan sorot kamera, dua sosok duduk berdampingan. Krishna Sakti dan Meltho, nama yang belakangan begitu akrab di telinga penikmat musik tanah air, tampak sal...

Krishna Sakti dan Meltho: Momen Haru di Balik Karya Terbaru

Di sebuah ruangan yang dipenuhi cahaya lampu dan sorot kamera, dua sosok duduk berdampingan. Krishna Sakti dan Meltho, nama yang belakangan begitu akrab di telinga penikmat musik tanah air, tampak saling melempar senyum. Namun di balik senyum itu, ada perjalanan panjang yang penuh air mata, kerja keras, dan mimpi yang hampir pupus. Kamis siang itu, di sebuah hotel di Jakarta, mereka mengisahkan perjalanan tersebut kepada awak media dalam konferensi pers perilisan karya terbaru Krishna Sakti.

Bagi Krishna, momen ini bukan sekadar peluncuran album atau singel. Ini adalah titik balik setelah bertahun-tahun ia berjuang di industri yang tidak selalu ramah. "Ada masanya saya ingin berhenti saja. Rasanya semua pintu tertutup," ujarnya dengan suara sedikit bergetar. Meltho, yang duduk di sisinya, sesekali menepuk punggung Krishna, seolah memberi kekuatan tanpa perlu banyak kata. Persahabatan mereka, yang terjalin sejak masa sulit, menjadi salah satu pilar penting dalam karya terbaru ini.

Ketika Mimpi Hampir Padam

Krishna mengisahkan bagaimana ia pernah harus menerima kenyataan pahit: karyanya ditolak di banyak tempat. Ruang kamarnya yang sederhana di kawasan pinggiran Jakarta menjadi saksi bagaimana ia terus menulis lagu, merekam vokal dengan peralatan seadanya, dan mengirimkan demo ke berbagai label. "Di sudut kamar berukuran 3x4 meter itu, saya banyak menangis. Tapi saya selalu ingat pesan ibu saya, jangan berhenti," tuturnya. Meltho yang mendengar cerita itu langsung menyahut, "Saya melihat sendiri bagaimana Krishna tidak pernah menyerah. Itu yang membuat saya yakin untuk ikut terlibat."

Keterlibatan Meltho dalam proyek ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku terinspirasi oleh ketulusan Krishna dalam berkarya. "Banyak orang ingin cepat terkenal. Tapi Krishna ini beda. Dia mau proses, mau belajar, dan yang paling penting, dia jujur pada musiknya," kata Meltho. Kolaborasi mereka pun lahir secara alami, berawal dari obrolan santai di sebuah kafe, hingga akhirnya menjadi karya yang mereka banggakan bersama.

Air Mata di Balik Nada dan Lirik

Karya terbaru Krishna Sakti ini, menurutnya, adalah representasi dari luka dan bangkitnya kembali. Setiap lirik ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, termasuk saat ia harus kehilangan orang terdekat. "Ada satu lagu yang saya tulis sambil menangis. Saya tidak bisa menyanyikannya di depan orang tanpa merasakan getaran yang sama," ujarnya. Meltho menambahkan bahwa proses rekaman lagu tersebut memakan waktu lebih lama dari biasanya karena mereka ingin menyampaikan emosi yang tepat. "Kami sampai mengulang berkali-kali. Bukan karena tekniknya salah, tapi karena kami ingin pendengar merasakan apa yang kami rasakan," kenangnya.

"Saya tidak ingin hanya menghibur. Saya ingin menyentuh. Kalau ada satu orang saja yang merasa ditemani lewat lagu ini, itu sudah cukup." — Krishna Sakti

Konferensi pers itu pun tidak hanya menjadi ajang promosi. Ada momen mengharukan ketika Krishna menyebut nama ibunya yang telah tiada. Ia berhenti sejenak, menunduk, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih pelan. "Ibu saya dulu sering bilang, kalau kamu jatuh, bangkit lagi. Sekarang saya berdiri di sini, membawa nama beliau dalam setiap nada," ucapnya. Meltho yang berada di sampingnya terlihat ikut terharu. Ia kemudian menambahkan, "Krishna ini bukti bahwa kesederhanaan dan ketekunan bisa membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita bayangkan."

Perjalanan yang Baru Dimulai

Meski karya terbaru mereka telah resmi dirilis, baik Krishna maupun Meltho sepakat bahwa ini bukan garis akhir. Justru sebaliknya, ini adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang. "Kami ingin terus belajar, terus berkarya, dan terus membawa cerita-cerita manusiawi ke dalam musik," kata Meltho. Krishna menambahkan bahwa ia berharap karyanya bisa menjadi inspirasi bagi musisi muda di luar sana yang mungkin sedang berada di titik terendah. "Jangan takut bermimpi besar. Tapi jangan lupa, mimpi besar dibangun dari langkah-langkah kecil yang tidak selalu terlihat," pesannya.

Sesi konferensi pers itu ditutup dengan pemutaran singkat salah satu lagu andalan. Suasana ruangan berubah hening. Beberapa awak media tampak mengusap mata. Di barisan depan, Krishna dan Meltho duduk berdampingan, menatap layar, seolah membiarkan setiap nada mengingatkan mereka pada perjuangan yang telah dilalui. Di balik gemerlap industri hiburan, kisah mereka adalah pengingat bahwa di setiap karya yang menyentuh, selalu ada air mata, doa, dan mimpi yang tidak pernah padam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User